Situasi Jakarta Terkini Saat Aksi 22 Mei

Aparat bubarkan paksa massa aksi yang menolak hasil keputusan KPU sekitar pukul 22:30 di depan kantor BAWASLU, Sarinah, Jakarta pada Selasa Malam (21/5/19). tirto.id/Hafitz Maulana
TIMELINE KRONOLOGI
03:12
Massa aksi di perempatan belakang Sarinah Mall masih belum membubarkan diri, demikian amatan Tirto pada Kamis (23/5/2019), pukul 03.12.

Mereka masih terus berteriak dan bernyanyi "jokowi turun". Jumlahnya di kisaran ratusan.

Infrastruktur di sekitar perempatan sudah hancur tak karuan. Jalanan becek. Beberapa titik api belum padam, dan banyak pecahan botol di jalanan.

Beberapa anggota TNI AL masih terlihat bernegosiasi agar massa membubarkan diri.

Di sisi seberang, tepatnya di antara Djakarta Theater dan Sarinah Mall, aparat Brimob masih terus berjaga.
02:30
Belasan remaja berumur 14-17 tahun akhirnya ditangkap pasca-negosiasi dan persuasif oleh pihak TNI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (23/5/2019), pukul 02.30. Mereka rata-rata berpakaian putih-putih.

Dua orang anggota TNI mengatakan kepada reporter Tirto bahwa mereka adalah massa aksi yang sejak tanggal 22 Mei malam bentrok dengan pihak Brimob di perempatan Bank Indonesia.

Dua orang TNI tersebut sama-sama mengatakan bahwa mereka berasal dari daerah Cipondoh, Tangerang.

Jalan Kebon Sirih sebelumnya merupakan lokasi massa berkumpul. Di sana mereka melempari polisi dengan petasan, dan polisi membalasnya dengan tembakan peluru hampa. Jalan Kebon Sirih mulai lengang kira-kira pukul 00.30.
02:05
Massa di Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, tidak berhasil dikendalikan kepolisian pada Kamis (23/5/2019) dini hari sekitar pukul 02:05.

Kawasan Jalan Wahid Hasyim sebelumnya mulai steril. Situasi yang kembali memanas membuat polisi yang beristirahat harus bersiaga kembali.

Polisi berkali-kali menembakkan gas air mata, massa membalasnya dengan menembakkan petasan lebih besar ke arah polisi di perempatan Bawaslu RI.

Setelah timbul sejumlah ledakan akibat petasan, massa kembali dihujani oleh semburan water cannon oleh polisi.
02:00
Ratusan orang masih memadati Rumah Aspirasi Prabowo-Sandiaga yang terletak di seberang Masjid Cut Meutia, Gondangdia, Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 02.00. Massa aksi menjadikan tempat ini sebagai crisis center buat menampung korban kericuhan di perempatan Jalan Wahid Hasyim.

Sebelum ricuh, Jalan Wahid Hasyim sebetulnya sempat steril. Sejak pukul 00.00 tadi massa yang tadinya berkumpul di sepanjang jalan Wahid Hasyim tunggang langgang diserbu polisi. Mereka lari hingga arah stasiun Gondangdia dan bertahan di depan Masjid Cut Meutia. 

"Cuma nampung yang luka ringan saja, yang luka berat dibawa ke rumah sakit," kata Sugiarto, salah seorang penjaga yang beratribut PDL Gerindra.

Pantauan reporter Tirto, beberapa ambulans tampak masuk ke area rumah. Beberapa orang tampak datang buat mencari anggota keluarga atau kolega mereka yang hilang saat kericuhan.

Rabu malam (22/5/2019), sekitar pukul 23.00, Prabowo beserta Titiek Soeharto, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ferry Juliantono dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono dikabarkan mendatangi lokasi ini.
01:57
Aparat kepolisian kembali menembakkan gas air mata ke arah massa aksi yang berada di Jalan Agus Salim (kawasan Sabang) dan Jalan Wahid Hasyim, Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 01.57.

Upaya ini sempat membikin massa aksi mundur beberapa langkah. Namun, massa aksi tak juga membubarkan diri dan kembali mendekat ke arah aparat di dekat Gedung Bawaslu.
01:55
Petugas kesehatan di RS Budi Kemuliaan bekerja lembur. Mereka bersiaga untuk mengantisipasi munculnya pasien lain korban kericuhan aksi di depan kantor Bawaslu RI.

Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Dokter M Rifky menjelaskan pihaknya sengaja menerapkan pelayanan ekstra.

"Dengan eskalasi pasien seperti itu enggak mungkin biasa," kata Rifky di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, Kamis (23/5/2019), sekitar pukul 01.55.

Sejauh ini RS Budi Kemuliaan menangani 177 pendemo yang terluka. Rifky menjelaskan, dari 177 pasien itu, empat orang dirujuk ke RS lain.

"Tiga ke RSCM dari empat itu. Satu ke RS Tarakan. Satu meninggal," kata Rifky.

Tak hanya petugas kesehatan, petugas keamanan dan kebersihan rumah sakit juga ikut lembur.

Tri Suryawan, petugas keamanan rumah sakit, bahkan mengaku sudah bekerja lembur sejak Senin (20/5/2019).

"Ini baju sampai gini," kata Tri menunjukan bekas keringat yang membantuk seperti peta di bagian punggungnya.
01:43
Massa yang berdemonstrasi di Bawaslu ditangkap aparat Rabu (22/5/2019) pukul 01.43. Mereka kemudian dikumpulkan di belakang Sarinah Mall.

Saat ditangkap, massa aksi ini sempat dilucuti pakaiannya lantas digiring ke mobil polisi yang berada di depan Kantor Bawaslu sekitar pukul 01.43.

Massa yang ditangkap sempat diintimidasi secara verbal dan nonverbal.

Namun lantaran kalah jumlah dan tenaga, massa aksi ini tak bisa melawan bahkan hingga ada yang terjatuh sehingga harus diangkut ke dalam mobil. Sejumlah polisi lain mencoba mencegah intimidasi itu berlanjut.

Akibat insiden ini, ponsel wartawan Tirto sempat disita dan diperiksa isi galeri fotonya. Sejumlah foto lantas dihapus aparat dan ponsel dikembalikan.
01:42
Aparat masih berusaha memukul mundur massa di Jalan Wahid Hasyim, Kamis (23/5/2019), sekitar pukul 01.42.

Massa kemudian mundur ke belakang rumah susun di Kebon Kacang. Di area tersebut masih berkumpul ratusan massa.

Tampak seorang pria yang bertelanjang dada dan terluka di bagian kepala. Ia lalu diangkut oleh beberapa rekannya.

Hotel Verse Luxe yang berada di jalan Wahid Hasyim tampak hancur terkena banyak lemparan batu.
01:30
Ratusan personel polisi dan TNI kembali bergerak ke depan Wisma 77 usai melakukan penyisiran di Jalan Kemanggisan pada Kamis (23/5/2019) pukul 01:30.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi berkata massa bersedia mundur dan membubarkan diri setelah negosiasi dengan polisi.

"Pada intinya kami menegaskan ke mereka bahwa kegiatan mereka melawan hukum karena masyarakat terganggu," kata Hengky.

Meski negosiasi berhasil, polisi yang dibantu TNI akan tetap menyiagakan pasukan di Slipi.
01:20
Istana Negara dijaga berlapis tak seperti biasanya, Kamis (23/5/2019) pukul 01.20.

Di Jalan Majapahit, pasukan TNI duduk berjajar. Di depan masing-masing dari mereka, ada ransel hitam dan tameng transparan.

Akses dari jalan itu ke Jalan Medan Merdeka Utara ditutup dengan kawat berduri. Begitu juga dengan Jalan Merdeka Barat. Di sana terhampar kawat berduri.

Tepat di pintu masuk dipasang tembok besi dengan ketinggian sekitar dua meter.
01:10
Bentrokan di Jalan Sabang, Jakarta, mereda pada 23 Mei 2019 pukul 01:10. Massa aksi sudah tidak terlihat lagi. Kemungkinan mereka sudah kembali ke daerah Hotel Millenium atau Tanah Abang.

Ratusan pasukan Brimob pun akhirnya kembali ke perempatan Bank Indonesia.

Keadaan sudah kondusif. Tak ada lagi tanda-tanda akan bentrok di perempatan Bank Indonesia dan Hotel Millenium.
00:56
Polisi mulai memukul mundur massa hingga meninggalkan Jalan Wahid Hasyim, 
Jakarta Pusat, pada Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 00:56.

Sejauh ini situasi di sekitaran Jalan Sabang masih ramai. Personel kepolisian menembakan gas air mata di sekitar lokasi untuk memastikan massa bubar sepenuhnya.

Kerusakan terlihat di area Sarinah, lokasi kantor Bawaslu. Papan nama jalan copot. Pos polisi di simpang empat Sarinah gompal. Di lokasi itu, sempat terjadi pembakaran oleh massa aksi 22 Mei.

Selain itu, satu bingkai kaca jendera di restoran cepat saji pecah karena terkena lemparan batu.

Polisi tampak membersihkan sisa-sisa kaca pada pukul 00.56. Karpet di kawasan Djakarta Theater dijarah massa ke Jalan Wahid Hasyim, titik ricuh massa.
00:54
Pasukan Brimob memukul mundur massa yang sedari tadi terus berdatangan dan menyerang barikade Polisi di Jalan KH Wahid Hasyim, tepat di samping Gedung Sarinah Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) pukul 00:54. Mereka kini bertahan di Masjid Cut Meutia, Gondangdia, Jakarta Pusat.

"Kita baru saja dapat kabar gedung Bawaslu di bakar. itu bukan kita. Jangan ada yang mendekat ke sana," teriak salah satu massa menggunakan pengeras suara.

Sejak pukul 12.00 massa yang tadinya berkumpul di sepanjang jalan KH Wahid Hasyim tunggang langgang di serbu Kepolisian Mereka lari hingga arah stasiun Gondangdia dan bertahan di depan Masjid Cut Meutia.

Sementara, beberapa massa bertahan di depan  Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi.
00:51
Aparat Kepolisian Brimob mulai mengejar massa aksi yang datang dari arah Hotel Millenium, Kamis (23/5/2019), pada pukul 00:51.

Tambahan ratusan anggota Brimob yang dilengkapi tameng mulai menyisir jalan dari perempatan Bank Indonesia menuju Hotel Millenium.

Langkah tersebut merupakan upaya pukul mundur karena massa aksi tak kunjung meredam, tidak seperti massa aksi yang berada di Jalan Kebon Sirih yang telah redam.
00:25
Lima orang aparat (tiga intel berbaju putih dan dua TNI) mulai memberikan tindakan persuasif di Jalan Kebon Sirih, Kamis (23/5/2019), pada pukul 00:25.

Kelimanya berjalan pelan-pelan ke massa aksi dari arah perempatan Bank Indonesia.

Massa perlahan meredam aksinya dan melakukan negosiasi dengan aparat di perempatan antara Jalan Kebon Sirih dan Jalan Sabang.
00:02
Sejumlah orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan malam ini ditangkap oleh kepolisian saat memasuki area Sarinah Mall pada Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 00.02.

Aparat kemudian menggelandang mereka keluar dari gang.

Orang-orang yang melihat kejadian tersebut tidak berani mengabadikannya. Beberapa ada yang menduga salah seorang pria yang ditangkap dan dipukuli aparat sudah meninggal.
23:55
Letkol (Mar) Kanang Budi Raharjo, Komandan Batalion Infanteri 7 Marinir mengatakan warga Slipi sebetulnya tidak ingin ada bentrok. Massa kesal karena cara aparat membubarkan kerumunan salah satunya dengan menggunakan gas air mata.

“Mereka ingin dialog dan cara-cara persuasif didahulukan,” kata Kanang.

Kanang bilang dia memutuskan bicara dengan massa karena dia tak melihat mereka sebagai lawan. Dia pun merasa sebetulnya massa tak membela apa-apa.

“Saya tidak melihat ada suatu urgensi yang harus dibela massa. Maka saya ajak mereka berbicara,” tambahnya.

Kini area flyover Slipi mengarah ke Petamburan dalam keadaan kondusif. Namun aparat masih berjaga di lokasi.
23:36
Bawaslu RI masih belum aman dari gempuran massa. Meski perempatan Sarinah berhasil polisi kuasai, bukan berarti bentrokan telah selesai.

Puluhan anggota Polri masih bersiaga dengan peralatan lengkap sembari sesekali menembakkan gas air mata kepada massa aksi yang melempar petasan.

Polisi bertahan di Bawaslu dengan sistem bergantian. Sebagian terlihat masih berjaga, sebagian lainnya beristirahat.
23: 20
Lewat Twitter, Prabowo Subianto mengimbau agar orang-orang yang berdemonstrasi di beberapa titik di Jakarta kembali ke tempatnya masing-masing.

"Saya mohon supaya saudara-saudara kembalilah ke tempat istirahatmu masing-masing, hindari setiap tindakan di luar hukum, kemudian selalu mengalah dan selalu patuh kepada ketentuan hukum," katanya.

"Itu adalah imbauan saya," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, kericuhan masih terjadi setidaknya di Bawaslu. Kembang api masih dilontarkan massa aksi; dan polisi masih mengeluarkan gas air mata serta peluru hampa ke udara.

Sementara di Slipi, kericuhan sudah mereda setelah TNI turut meredam massa.
23:20
Kondisi di Slipi saat ini sudah lebih kondusif. Namun pihak kepolisian tampak melakukan apel untuk melanjutkan penjagaan. 

Pihak kepolisian juga sempat mengamankan 8 hingga 10 orang yang diduga sebagai provokator.

Sebelumnya mobil pemadam kebakaran sempat ditarik dari lokasi kejadian. Mobil tersebut mengalami kerusakan cukup parah, termasuk kaca-kacanya yang retak dan pecah.
23:17
Kericuhan dari arah Hotel Millenium dan arah Jalan Kebon Sirih ke perempatan Bank Indonesia masih terus berlanjut. Itu adalah dua titik tempat demonstran berkumpul.

Dari arah sana masih terdengar suara petasan, sementara dari arah polisi terdengar tebakan peluru hampa.

Belum ada tanda-tanda situasi akan mereda dalam waktu dekat.

Sebelumnya polisi mengancam massa akan melontarkan peluru karet dengan arah tembakan ke bawah. 
23:00
Situasi di Slipi mulai kondusif. Massa yang diminta bubar oleh TNI tak lagi berkerumun.

Meski begitu, polisi masih bertahan di ujung flyover Jatibaru, Palmerah, arah Brigjen Katamso. Mereka tampak rebahan di jalan, beberapa lainnya makan dan minum.

"Belum ada perintah pulang," ujar salah seorang personel polisi Shabara Polda Jambi yang bertugas di lapangan menghalau massa sejak jam 14.00 tadi.

Total ada 300 personel Shabara Polda Jambi yang dikerahkan untuk mengamankan wilayah Slipi di sisi flyover. Selain Brimob, Marinir juga masih berjaga-jaga di belakang kerumunan polisi.
22:43
Sejauh ini, setidaknya sudah ada 93 korban demo 21-22 Mei 2019 yang masuk ke tiga rumah sakit di Jakarta.

Rinciannya: 17 korban masuk ke IGD RSAL Mintoharjo, 73 korban masuk RS Tarakan, dan 3 korban ke RSCM Jakarta Pusat.

Sampai sekarang jumlah korban yang masuk ke dalam tiga rumah sakit tersebut masih terus bertambah.

Daftar korban yang masuk IGD RSAL Mintohardjo:
1. M Raihan Fajri, 16th: luka tembak kepala [meninggal dunia]
2. M Ilham, 16th: trauma gas airmata
3. Darmanto, 22th:  trauma peluru karet mata kanan
4. Sudiarto, 52th: trauma peluru karet kapala
5. Iqbal, 26th: trauma peluru karet paha kanan
6. Syaifuddin, 35th: trauma peluru karet leher
7. Ahmad Fitriansyah: trauma peluru karet paha kanan
8. Syahromi, 38th: trauma  peluru karet lengan kanan
9. Ruri: trauma peluru karet leher (tembus trakea) rawat icu
10. Djumadil, 24th: luka peluru karet lengan kiri
11. Rizal, 20th: trauma peluru karet punggung
12. Tri Bayuno: luka tembak paha (kamar operasi)
13. Nanang, 59th: trauma peluru karet dada
14. Abdul Rohim, 27th: VL tangan
15. Marley, 21th: luka tembak peluru karet kaki kiri
16. Zulkifli: luka tembak peluru karet paha kanan
17. Rizki:  luka tembak peluru karet pipi kiri

Daftar korban yang masuk RS Tarakan: 73 orang [40 orang sudah dipulangkan, 32 orang masih dirawat, 1 dan 1 orang meninggal dunia]. Korban meningal bernama Adam Nooryan, 17 tahun. 

Daftar korban di RSCM Jakarta Pusat: 
1. Ryuti Hyartuti Winduwarti: luka kepala di bagian belakang. 
2. Ade Saputra: mengalami bocor di kepala
3. Abadiat, LK: merasa pusing
22:40
Seorang perempuan berpakaian serba hitam terlihat berteriak-teriak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Perempuan yang mengenakan kerudung, cadar, dan menenteng tas berwarna hitam itu awalnya datang dari arah Jalan Kebon Sirih. Saat ini posisinya tepat di seberang kantor Kementerian Agama.

Ia berteriak agar polisi tak lagi menembak-menambak. Ia juga berteriak masalah surga, negara, dan akhirat.

Perempuan tersebut kemudian terlihat berjalan menuju Bawaslu RI dari arah Kementerian Agama.

Beberapa warga mencoba menenangkannya, namun perempuan itu tetap berteriak-teriak.

"Ibu yang baju hitam tolong duduk, duduk, Bu," kata polisi dengan menggunakan speaker besar dari arah perempatan Sarinah.

"Ibu tolong lepas ranselnya. Di badannya ada kabel apa itu?" imbuh polisi.

Perempuan berbaju serba hitam akhirnya melempar tas ke tengah jalan sebagai tanda menyerah kepada pihak polisi.

Ia diminta membuka jilbab, dan menurutinya. Setelah itu ia memakai kembali jilbabnya dan meminta tasnya kembali sambil menangis.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan isi tas perempuan tersebut.

Di dalam jaket hitam perempuan, yang sempat ia lepas dan lempar ke jalanan, terdapat benda besi berukuran tabung.

Belum ada kejelasan tentang benda tersebut. Namun terdapat kabel berwana putih yang diketahui sebagai headseat.

Saat ini perempuan itu sedang diajak berbicara oleh salah satu anggota TNI.
22:25
Sejumlah TNI membantu polisi menghentikan massa di Petamburan. Anggota TNI itu merupakan pasukan gabungan dari Brigif 15 Kujang II Bandung, Honif 312/KALA HITAM Subang, dan yonif 413 Kostrad Solo.

Melihat anggota TNI mendekat, sejumlah massa Petamburan yang tadinya menghujani polisi dengan batu, bom molotov, dan petasan langsung diam.

"Tenang dulu semua, tenang," kata salah satu perwakilan massa kepada rekan-rekannya.

Massa kemudian berdialog dengan anggota TNI. Setelah itu mereka berselawat.
22:11
Setidaknya dua orang ditangkap polisi setelah terjadi bentrok di sekitar Bawaslu. Salah satu dari mereka memakai hoodie berwarna kuning.

Saat dibawa polisi, wajahnya terlihat luka dan berdarah. Polisi lantas bergegas menutupi wajahnya.

Satu lagi adalah pria dari Bekasi yang mengaku bernama Azis Yoso. Wajahnya juga berdarah. Dia mengaku itu karena dipukuli aparat.

Dia mengklaim tidak ikut-ikutan bikin ribut namun tetap ditangkap. Azis kemudian dilepaskan.
22:10
Barisan polisi yang berjaga di depan Pasar Slipi sempat mundur ke flyover Slipi. Sebagian istirahat, dan sebagian lagi tetap melakukan pengawasan dari atas flyover.

Massa yang sebelumnya mundur mulai maju lagi. Mereka membakar sampah yang sempat padam, juga melempar batu dan pecahan kaca ke arah polisi.

"Ayo maju kalo berani!" teriak massa kepada polisi.

Polisi hanya bersiaga di flyover sambil meneriaki balik massa. "Tahan, tahan," seru salah seorang polisi.

Massa terus meneriaki polisi dan melempar batu. Polisi akhirnya membalasnya dengan melempar gas air mata. Setelah massa terlihat mundur, polisi kembali ke arah Jalan Slipi 1.
22:05
Sekelompok massa aksi 22 Mei menghancurkan pos polisi yang terletak di ujung jalan Sabang, Jakarta Pusat. Mereka turut membakar benda-benda hingga api berkobar di depan pos tersebut.

Massa yang ada di sekitar lokasi meminta agar tindak penghancuran dan pembakaran tersebut tidak direkam, termasuk oleh beberapa wartawan yang sedang berada di lokasi tersebut.

Massa turut meminta orang yang berada di restoran Garuda yang terletak di samping pos polisi untuk keluar dengan nada mengancam.

"Keluar atau diancurin," kata salah seorang massa aksi.
21:54
Berdasarkan pantuan CCTV Kota Bambu Selatan 007 yang berada di depan Wisma 77, Jakarta Barat, pasukan Brimob terlihat mulai membentuk formasi di ujung flyover Slipi arah Jati Baru. Sejumlah pasukan TNI juga terlihat berjaga.

Sebelumnya polisi yang menyisir sebuah gang di bawah flyover Slipi berhasil meringkus seorang perusuh.

Setelah mengamankan perusuh yang tertangkap, polisi kembali masuk ke gang. Massa terlihat melempari polisi dengan berbagai benda.

Barisan polisi lain terus mencoba maju hingga beberapa puluh meter ke arah jalan Kemanggisan.
21:50
Ratusan massa aksi masih berkumpul di belakang Gedung Sarinah Mall.

Dari pantauan wartawan Tirto di lokasi, bantuan kesehatan datang untuk massa aksi yang menjadi korban bentrokan aparat. Mobil BAZNAS dan Dompet Duafa terlihat di lokasi.

Banyak massa aksi yang sedang menjalani perawatan, seperti membasuh mata dengan air, diberikan oksigen, atau dirawat memakai obat-obatan luka.

Di jalan antara Djakarta Theater dan Sarinah Mall, tempat massa aksi melempari ke polisi, beton-beton di kanan dan kiri jalan dibongkar dan dihancurkan menjadi potong batu kecil-kecil.

Potongan batu-batu itulah yang menjadi amunisi senjata untuk menyerang aparat kepolisian di perempatan Sarinah.
21:46
Puluhan orang yang ikut demonstrasi 22 mei 2019 di Bawaslu memohon kepada polisi agar menghentikan serangan.

Polisi tidak memukul mundur dan membiarkan mereka kembali berkumpul di halaman Sarinah Mall.

Masalahnya, polisi tidak mematuhi permintaan tersebut. Sebab, dibanding massa yang terus melakukan lemparan batu, massa yang ingin damai kalah jumlah.

Negosiasi ini akhirnya sia-sia.
21:37
Pasukan Brimob melesatkan peluru karet ke udara di Bawaslu. Tujuannya agar massa segera membubarkan diri.

Sebelumnya polisi berkali-kali menembakkan gas air mata. Sementara massa juga berkali-kali melawan dengan lemparan batu dan petasan.

Massa memang sudah mundur jauh hingga Patung Kuda. Tapi ada yang nekat maju melemparkan batu.

Polisi juga bilang jika massa tak mundur juga, mereka akan mengganti peluru hampa dengan peluru karet dengan arah tembak ke bawah.
21:35
Setelah mendapat aba-aba dari komandannya, salah satu petugas kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa di Petamburan. Massa lantas membalas dengan melempar batu.

Bentrok pun akhirnya terjadi di markas FPI ini. 

Polisi beberapa kali menembaki massa dengan gas air mata, namun massa pun terus membalas. 

Sebelumnya, saat mereka sudah berhadap-hadapan tapi belum bentrok, massa menyanyikan yel-yel untuk polisi.

"Tugasmu mengayomi.. Pak polisi, jangan ikut kompetisi."
21:27
Pihak kepolisian di Slipi berhasil menahan diri untuk tidak membalas aksi provokasi yang dilakukan oleh para demonstran. Mereka tetap berjaga di garis parameter yang telah ditentukan.

Saat ini kondisi di Slipi sudah mulai kondusif tanpa aksi lempar-melempar batu maupun petasan.

Pihak kepolisian menggelar salawat dan doa bersama dengan masyarakat setempat dengan dipimpin oleh seorang ustaz.

Doa bersama tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pihak kepolisian dan masyarakat ingin menjaga ketertiban dan keamanan di bulan suci Ramadan.
21:24
Massa dari arah Kemanggisan kembali menembaki aparat kepolisian dengan petasan. Beberapa di antaranya bahkan menyebabkan ledakan yang cukup besar.

Aparat kepolisian pun tak tinggal diam. Mereka beberapa kali membalas dengan menembakkan gas air mata ke arah massa.
21:21
Massa di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, membubarkan diri setelah pasukan Kostrad menekan mundur mereka hingga ke arah perempatan Jati Baru. 

Pembubaran ini berlangsung tenang. Sejumlah orang bahkan berterima kasih pada TNI dengan meneriakkan yel-yel ketika berjalan membubarkan diri.
"Terima kasih bapak TNI.. Terima kasih bapak TNI.. Dari kami.. Dari kami..," kata mereka sambil bertepuk tangan.
"Hidup TNI! Takbir!"
TNI menurunkan pasukan Kostrad berkekuatan 100 personel. Tampak beberapa warga lokal berfoto-foto dan menyalami mereka.
21:15
Polisi yang berjaga di ujung flyover Slipi arah Kemanggisan mendapatkan bala bantuan dari Brimob. Ada sekitar 100-an anggota Brimob datang dari arah ujung flyover arah Jatibaru, Tanah Abang.

"Ayo ayo maju!" teriak seorang anggota Brimob.

Kedatangan mereka langsung disambut antusias oleh para polisi yang berjaga. Begitu bantuan datang, barikade polisi langsung merangsek maju menghalau massa.

Mereka juga pakai barracuda untuk memukul mundur massa.
21:13
Polisi yang berjaga di flyover Slipi perlahan merangsek maju ke arah jalan Kemanggisan. Dua barracuda terlihat di antara ratusan polisi yang bergerak.

"Maju! Maju!" Teriak para polisi dari atas flyover.

Polisi berhenti di ujung flyover dan mempertahankan barisan. Sementara itu massa bertahan dengan cara melemparkan petasan bertubi-tubi ke arah polisi. Polisi lantas membalas dengan gas air mata.

Polisi memutuskan mundur lagi saat massa mencoba maju.
21:09
Pos polisi di perempatan Sarinah dibakar di tengah bentrokan polisi dan massa 22 Mei. Sebagian besar massa sudah dipaksa mundur, namun beberapa di antaranya masih nekat menghampiri barisan Brimob dan melontarkan batu.

Mereka juga masih melontarkan petasan ke arah kerumunan polisi di depan gedung Bawaslu.

Sementara itu, polisi kembali mengatur posisi untuk memukul mundur massa.

"Tameng maju. Hentikan dulu tembakkan," ujar seorang Brimob dari mobil komando.
21:07
Massa mulai menjauhi Bawaslu. Dalam satu jam terakhir polisi berhasil memukul mundur mereka 500 meter, hingga ke arah Patung Kuda.

Meski begitu perlawanan massa belum surut. Mereka masih menembakkan kembang api ke arah polisi. Polisi lalu membalasnya dengan gas air mata.

Sementara itu ambulans bolak-balik membawa korban luka yang jumlahnya sekitar dua puluhan. Ambulans sebelumnya terparkir di jalan MH Thamrin.
20:59
Polisi mulai kesulitan mengatur pertahanan karena massa menyerang dari dua arah sekaligus, yakni dari Patung Kuda Jalan Wahid Hasyim.

Tembakan gas air mata gagal membuat massa mundur. Massa terus bergerak maju dengan bersenjatakan batu dan tongkat bambu.

Polisi sempat dipukul mundur, tapi kembali maju untuk melakukan serangan balasan dengan menyiapkan Raisa, mobil Pengurai Massa yang dilengkapi water canon.

“Brimob kuat. Jangan mundur!" kata petugas dari mobil komando.
20:55
Polisi pasif bertahan hingga pukul 20:10, sebelum akhirnya massa mulai melempari mereka dengan berbagai macam benda, mulai dari botol plastik hingga bom molotov. Mereka mulai bertahan sejak pukul 18.10.

Orator sesungguhnya telah mengimbau massa untuk tidak melakukan penyerangan. Namun, massa tidak menggubris.

Polisi kemudian mulai melontarkan gas air mata secara bertubi-tubi. Sayang, massa masih belum dapat dikendalikan.

Kapolres Jakpus Kombes Harry Kurniawan turut mengimbau massa untuk mundur dari Bawaslu. "Jangan-jangan, kami tidak akan keluar dari Bawaslu teman-teman. Buat apa pertempuran ini teman-teman," katanya lewat pengeras suara.
20:54
Sejumlah peserta demo di Bawaslu menghancurkan lampu merah di pertigaan Bawaslu menuju Jalan Wahid Hasyim. Mereka melakukan itu dengan tongkat dan bambu.

Bukan cuma itu, mereka juga merusak bangku-bangku di luar McDonald Sarinah untuk dijadikan tameng dan blokade jalan.
20:48
Massa mulai melakukan serangan dari arah Patung Kuda. Semula serangan massa berpusat di Jalan Wahid Hasyim.

Massa melempar dari arah Patung Kuda dengan menggunakan balok kayu, batu, hingga kelereng. Namun karena jarak lempar yang jauh, polisi masih fokus menghalangi massa yang berada di Jalan Wahid Hasyim.

Sebelumnya, polisi sudah berusaha menahan tembakan, tapi massa malah melempar batu sambil kembali mendekat ke arah Gedung Bawaslu.
20:46
Beberapa massa aksi terpantau bertahan menggunakan tameng milik Brimob. Ada empat tameng yang dipegang massa. Tak jelas bagaimana mereka mendapatkannya.

Selain empat buah yang dipakai, ada lagi satu tameng yang dibakar.

Sampai sekarang situasi belum mereda sama sekali.
20:45
Ratusan massa melintas di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) usai melakukan aksi di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat. Mereka meneriakkan yel-yel untuk TNI.

"Terima kasih bapak-bapak TNI," teriak orator dari atas mobil komando. Massa kemudian secara kompak menyerukan yel-yel untuk TNI

"Hidup TNI! Hidup TNI! Hidup TNI!" teriak massa menyambut teriakan orator. Massa kemudian berbelok ke arah Jalan Imam Bonjol mengarah ke Cikini, Jakarta Pusat.

Aksi jalan kaki ini berlangsung tertib dengan pengawalan anggota TNI. Sementara di depan kantor KPU, barikade Polisi berjaga di belakang blokade kawat berduri yang sudah terpasang sejak beberapa hari lalu.
20:45
Massa aksi 22 Mei di Petamburan mulai menyalakan api di jalan raya, persis di depan gang sekretariat FPI. Mereka membakar papan kayu dan sampah.

Praktis, ini membuat jalanan tak bisa dilalui kendaraan apa pun.

Sambil membakar benda-benda, salah satu dari mereka mengibarkan bendera tauhid. Lainnya sedang bersiap-siap seperti mengolesi wajah dengan pasta gigi--yang dipercaya dapat menahan efek gas air mata.

Mereka masih bersikeras ke Bawaslu meski dilarang polisi.
20:43
Jalan Wahid Hasyim samping Sarinah Mall jadi titik pusat massa melawan polisi. Aparat belum merangsek maju ke titik tersebut. Polisi bertahan di Bawaslu.

Sejauh ini serangan paling banyak berasal dari sana. Jalan Wahid Hasyim yang menuju ke Tanah Abang terpantau masih aman.

Di depan bendera merah putih raksasa yang mereka kibarkan sendiri, massa demo 22 Mei melempar batu berkali-kali ke arah polisi.
20:40
Api juga berkobar Jalan Wahid Hasyim samping Sarinah. Di sana massa bersembunyi sambil sesekali melempar batu.

Polisi tampaknya makin teratur mengatur tempo tembakan gas air mata dan petasan. Tidak terhitung berapa tembakan yang sudah mereka lakukan sejak kericuhan terjadi bada isya tadi.

"Massa maju tembak, massa mundur jangan ditembak," kata polisi dari atas mobil komando.
20:37
Polisi terkena lemparan batu dari massa di Bawaslu. Dia dibopoh polisi lain ke salah satu halte TransJakarta.

Seorang wartawan televisi dilarang polisi saat hendak mendekat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada polisi tersebut.

Beberapa meter dari polisi itu, massa masih berkumpul. Tak ada tanda-tanda mereka akan mengundurkan diri secara sukarela.
20:34
Lantai 2 Gedung Bawaslu sempat terbakar setelah terkena lemparan bom molotov. Api berhasil dipadamkan setelah dua orang personel brimob dan satpam bergegas mengambil alat pemadam kebakaran (apar) dan memadamkan api.

"Enggak sempat masuk tapi di pinggiran kaca molotov-nya," ujar seorang Brimob.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan sebagian massa aksi yang terlibat kerusuhan di Jakarta Barat tidak datang untuk memprotes hasil Pemilu 2019.

"Mereka datang kemari bukan untuk menyampaikan aspirasi. Niat jahat mereka murni untuk kerusuhan," ujarnya ditemui di Jl. Bridjen Katamso, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019) malam.

Ia juga mengatakan bahwa kepolisian, khususnya wilayah Jakarta Barat, sudah menangkap 165 orang dari massa aksi. Dari hasil penangkapan, didapatkan pula sejumlah barang bukti.
20:30
Kapolres Jakpus Kombes Harry Kurniawan mengimbau massa untuk meninggalkan Sarinah Mall.

Dipimpin oleh Dandim 0501 Jakpus Letkol TNI (Inf) Wahyu Yudhayana, TNI juga turut turun tangan membubarkan kerumunan massa di Sarinah.

Serangan lemparan batu oleh massa sendiri masih dilakukan dari arah Sarinah dan pertigaan sekitar Sarinah. 

Sejumlah polisi kepolisian terluka, terkena lemparan batu.
20:25
Pecah bentrok antara polisi dan warga di ujung flyover Slipi, arah Kemanggisan, tepatnya di depan Pasar Slipi/Slipi Jaya.

Suara kembang api terdengar berkali-kali, datang dari arah warga.

Sementara di ujung lain flyover, polisi tengah menghadapi warga yang berasal dari daerah Petamburan.
20:23
Kerusuhan di Jl. MH Thamrin masih berlanjut. Pihak kepolisian berusaha menghentikan kisruh dengan memadamkan api.

Kepolisian meminta mobil pemadam kebakaran di belakang untuk maju ke depan, sementara mereka melakukan konsolidasi.

Waktu semakin larut, massa semakin tidak terkendali dan mulai menerobos kawat berduri serta membakar sejumlah atribut massa.
20:20
Kapolres Jakpus Kombes Harry Kurniawan meminta kepada massa demonstran untuk mundur dari Bawaslu.

"Jangan-jangan, kami tidak akan keluar dari Bawaslu teman-teman. Buat apa pertempuran ini teman-teman," katanya lewat pengeras suara.

Sebelumnya, massa menerobos kawat duri dengan memanfaatkan baliho, menembaki polisi dengan petasan, dan akhirnya bisa memukul mundur polisi sampai depan gerbang Bawaslu.

Terpantau pula beberapa orang bisa mengambil tameng polisi dan menggunakannya.
20:20
Massa terpantau menerabas kawat berduri, tapi polisi bergerak cepat dengan membikin barisan tameng.

Selain menembus kawat, massa juga menembaki polisi. Tembakan juga mengarah ke JPO sehingga mengenai wartawan dan fotografer.
20:13
Pukul 20.06, polisi mulai bersiaga mendekati kawat duri sambil membawa tameng. Massa kemudian berteriak dan melemparkan botol plastik. Ada pula yang mengibar-ngibarkan bendera.

Petasan dari arah massa--yang jarak tembaknya cukup jauh--mengarah ke arah Gedung Bawaslu, juga molotov. Padahal, orator berusaha mencegah itu.

Delapan menit kemudian, gas air mata dilemparkan polisi bertubi-tubi. Massa mundur sejenak dan nampaknya belum berniat bubar jalan.
20:10
Massa yang berunjuk rasa di depan Gedung Bawaslu mulai menyerang polisi dengan molotov dan petasan. Beberapa tameng polisi terkena molotov.

Polisi membentuk barikade dengan hingga tiga lapis. Mereka mencoba bertahan dari serangan massa. 

Saat serangan masih berlangsung, sejumlah massa di pertigaan Sarinah, terjadi pembakaran besar. Api tampak jelas terlihat lantaran objek yang dibakar diduga merupakan benda yang besar.

Polisi pun mencoba mengendalikan massa dengan gas air mata, tapi mereka malah dipukul mundur massa.   
20:05
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menerangkan polisi telah menangkap dan menahan sejumlah 257 orang tersangka aksi demostrasi pada 21-22 Mei 2019. Para tersangka ini ditangkap dari tiga lokasi kejadian perkara.

Di depan Gedung Bawaslu, Kepolisian menangkap dan menahan 72 tersangka. Sedangkan dari dua lokasi lainnya yaitu Petamburan dan Gambir, polisi menangkap dan menahan 72 tersangka dan 29 tersangka.

“Di Bawaslu kami lakukan penangkapan karena yang bersangkutan melawan petugas yang sedang bertugas, melakukan pengerusakan karena ingin masuk ke Bawaslu. Di Petamburan, pembakaran mobil dan penyerbuan asrama dan di Gambir juga penyerbuan asarama,” sebut Argo.

Dari tiga lokasi tempat kejadian perkara itu, Kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah bendera hitam, mercon, petasan, dan juga beberapa unit telepon seluler, dari TKP di Bawaslu.

Sementara itu dari TKP demonstrasi di Petamburan, barang bukti yang diamankan pihak kepolisian di antaranya ada celurit, busur panah, bom molotov, serta sejumlah uang tunai baik yang dimasukkan ke dalam amplop berserta nama-nama yang tertera.

"Ada uang yang masuk di amplop dan ada nama-namanya untuk siapa. Ada uang di dalamnya antara Rp200ribu-Rp500ribu. Kemudian ada uang Rp5 juta untuk operasional di Petamburan," jelas Argo.

Atas aksi kerusuhan yang dilakukan oleh 257 orang tersangka tersebut, kepolisian mengenakan pasal 70 KUHP dan pasal 212, 214, 217, 218, dan untuk tersangka yang bersangkutan di TKP Petamburan ada tambahan pasal pembakaran yaitu pasal 187 KUHP. 
19:50
Fadli Zon meminta warga yang demonstrasi di Bawaslu pulang. Hal ini dia katakan langsung di hadapan massa, di atas mobil komando.

"Kita kembali ke tempat kita masing-masing, ke markas kita masing-masing, untuk berkonsolidasi. Nanti tunggu instruksi dari tokoh-tokoh ulama kita," katanya.

Fadli bilang kalau dia dan tim kampanye Prabowo-Sandiaga belum menyerah untuk menang Pilpres 2019.

Saat Fadli berorasi, polisi mulai beristirahat/tidak bersiaga.
19:46
Suara letusan gas air mata terdengar beberapa kali dari arah polisi di Jalan Slipi 1, Slipi, Jakarta Barat. Warga yang mayoritasnya remaja pun terdesak mundur. Beberapa dari mereka lari ke dalam gang.

Tapi ada yang coba bertahan, dan mengajak yang lain begitu.

"Jangan lari!" kata mereka.
19:45
Sejumlah warga di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai berjaga dan bersiaga di depan gang yang merupakan markas dari Front Pembela Islam (FPI).

Berdasarkan pantauan Tirto pukul 19:45 WIB, sejumlah massa yang sebelumnya sempat bentrok dengan aparat kepolisian yang bermarkas di asrama brimob Petamburan yang terletak di Jl. KS Tubun 3 itu telah melakukan berbagai persiapan.

Persiapan yang dilakukan seperti memegang bambu runcing dan beberapa peralatan lainnya. Namun, di tengah gang Petamburan yang merupakan markas FPI itu, sudah terdapat beberapa anggota TNI yang berjaga.

Salah satu demonstran pun meminta massa aksi lainnya untuk merapatkan barisan. 

Lebih lanjut, dari jarak 100 meter massa aksi di Petamburan, terlihat mobil baraccuda kepolisian sudah berjaga di pinggir jalan.
19:35
Warga RW 03 Kecamatan Slipi, Jakarta Barat, menjadi sasaran sweeping aparat keamanan sekitar pukul 00.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

“Mereka cari oknum massa, cari orang yang bakar mobil di depan Asrama Brimob Petamburan siang tadi,” ujar penjaga pos RW 03, Agus kepada reporter Tirto.

Sebelumnya ada 13 mobil yang dibakar massa, 10 mobil milik warga dan tiga milik jajaran Brimob.

Siang tadi, 10 personel Marinir berjaga di kawasan RW 03. Selain itu, ada unit intel dari aparat yang berpura-pura menyamar sebagai warga.

“Mereka cari oknum, warga RW 03 tidak ikut-ikutan (jadi massa perusak),” jelas Agus.
19:32
Massa kembali melakukan pembakaran di depan pos polisi perempatan Sarinah. Asap membumbung tinggi.

Polisi bergerak cepat dengan memadamkan api.

Selain itu lemparan baru juga terus saja datang dari arah massa. Dua orang wartawan terkena batu di pelipis kiri dan belakang kepala.
19:24
Massa kembali melempar sampah dan botol plastik ke arah Gedung Bawaslu. Polisi kembali menyiagakan tameng di atas kepala mereka.

Wartawan di lokasi berhamburan mundur menjauhi massa.

Massa kemudian menerikkan nama Prabowo berulang kalil, setelah beberapa menit sebelumnya terdengar yel-yel "turun Jokowi".

Di selasar atas Sarinah, mereka mengibarkan bendera Indonesia yang ukurannya besar
19:19
Polisi meminta warga yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, untuk meminta warga masuk ke dalam rumahnya.

"Hitungan ke tujuh, semua warga masuk," ujar salah satu polisi.

Setelah beberapa menit, polisi mendobrak barisan massa yang berada di arah Tanah Abang. Terdengar suara letupan gas air mata. Asap mengepul.

Dalam hitungan detik, massa sudah tak terlihat.

Slipi adalah titik yang cukup ramai pada aksi 22 Mei. Mereka dipaksa tetap ada di tempat dan dilarang pergi ke Bawaslu, pusat aksi.
19:14
Suasa kembali menegang di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat. Massa kembali berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian.

Polisi membuat blokade di depan flyover Slipi, tepatnya di depan Mess Riau. Sementara massa berkumpul di depannya.

Sebagai pertahanan dari gas air mata, warga membakar aneka sampah dan menghasilkan kobaran api yang cukup besar.

Sejak sore tadi massa memaksa polisi membuka blokade agar bisa pergi ke Bawaslu, lokasi demonstrasi.
19:10
Gedung Bawaslu mendapat pengamanan ketat dari petugas. Polisi memakai peralatan lengkap mulai dari tameng, helm, dan tongkat.

Sementara TNI Angkatan Darat sudah bersiaga di sebelah mobil water canon. Mereka sudah berbaris tanpa mengenakan alat lengkap seperti Polri.

Sampai sekarang massa belum membubarkan diri. Mereka malah menambah perlengkapan dengan mengibarkan bendera Indonesia di selasar atas Sarinah Mall.
18:55
salah satu wartawan dirawat tim medis di kantor Bawaslu, Jakarta. Wartawan yang belum jelas identitasnya tersebut terkena lemparan batu di pelipis kiri dalam aksi demonstrasi 22 Mei 2019.

Sampai sekarang massa juga belum membubarkan diri dan malah semakin banyak.
18:48
Massa yang berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu mulai menyanyikan yel-yel turun jokowi.

"Turun, turun, turun Jokowi. Turun Jokowi, sekarang juga!"

Yel-yel ini tak diteriakan seluruh massa, namun suara teriakan yel ini terdengar jelas.
18:36
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan meminta massa yang berdemonstrasi di depan kantor Bawaslu, untuk berhenti melempari polisi dengan botol. 

Bersamaan dengan itu, polisi mulai menyiagakan mobil baja dan mobil water cannon di bawah JPO depan Bawaslu

Di seberang Bawaslu, tepatnya di depan Burgerking, Sarinah, massa mulai melakukan pembakaran. Belum diketahui pasti benda apa yang dibakar, tapi api terlihat besar.
18:35
18.35 Mobil Dilarang Lewat

Sejumlah orang di perempatan KS Tubun mencegat mobil yang berbelok ke arah Jalan Brigjen Katamso. Pasalnya, jalan di dekat flyover Slipi diblokade massa dengan tumpukan ban dan ranting-ranting yang dibakar.

"Gabisa lewat gabisa lewaat.. stop. Gabisa bang," ujar beberapa orang yang berjaga-jaga di median jalan.

Tampak beberapa angkot dan kendaraan pribadi tak mengindahkan teriakan sejumlah orang dan memaksa masuk meski akhirnya harus mundur dan putar arah.

"Gabisa lewat oi.. mau ancur mobil lu!"

Sejumlah orang lain membantu memberi arahan ketika mobil mundur.
18:30
Setelah salat magrib dan berdoa, massa yang sebelumnya berdemonstrasi di depan kantor Bawaslu, mulai melempar botol ke arah polisi dan Bawaslu RI.

Polisi yang awalnya berjaga santai mulai merapatkan barisan. Lemparan batu dan botol plastik ini meluncur diiringi teriakan salawat.

Saat massa melempar juga terdengar suara petasan.
18:16
Polisi telah selesai menutup Jalan Medan Merdeka Barat baik arah Harmoni maupun M. H. Thamrin. Dengan demikian akses ke Istana Negara kini tertutup sepenuhnya.

Penutupan dilakukan dengan memasang dinding beton dan kawat berduri.

Polisi juga memasang dinding tambahan yang terbuat dari besi dengan tinggi mencapai dua meter. Dinding itu diletakkan dengan bantuan sebuah mobil yang dilengkapi water canon.
17:43
Menjelang magrib, massa aksi dari arah yakni Pasar Slipi dan Kemanggisan masih menggempur polisi yang berjaga di atas flyover Mal Slipi Jaya. 

Dari pantauan reporter Tirto di lokasi, kumandang salawat dari toa masjid sekitar kalah kencang ketimbang sorak sorai massa maupun polisi.

Hujan batu dan gas air mata belum juga surut. Helikopter berisi water bomb berkali-kali datang dan menyiram kerumunan massa dari dua arah tersebut. Namun massa tak kunjung membubarkan diri.

Menurut salah seorang anggota kepolisian, kericuhan ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

"Bisa sampai malam nanti. Atau besok," ujarnya.

Sementara di Jalan Brigjen Katamso, massa mulai mundur teratur.

"Magrib... magrib" teriak salah seorang dari mereka yang mundur ke arah perempatan KS Tubun dan Jati Baru.

17:30
Jumlah korban kerusuhan aksi 22 Mei di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan kini menjadi 86 orang.

Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan dr. Muhammad Rifki., Sp.OG mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, 78 orang telah diperbolehkan pulang.

"Untuk luka tembak operasi yang satu orang tadi, operasinya sudah selesai," ujar Rifki kepada Tirto, Rabu (22/5/2019).

Rifki memperkirakan, dua dari tiga orang korban yang dirawat inap di rumah sakit ini diperbolehkan pulang Kamis, (23/5/2019).

"Untuk yang satu, karena luka tembaknya cukup parah, karena pembuluh darah besarnya kena, jadi butuh waktu perawatan lebih panjang," ungkap Rifki.

Direktur Utama Rumah Sakit Budi Kemuliaan dr. Fahrul., Sp.A., MARS mengatakan seluruh biaya perawatan pasien ditanggung oleh pemerintah DKI Jakarta.

"Menurut arahan Pak Anies, bagi pasien yang memiliki BPJS Keseahatan, bisa memakai kartunya. Sedangkan yang tidak punya BPJS, akan dibayar pemerintah provinsi DKI Jakarta seperti biaya pertanggungan BPJS Kesehatan. Itu berlaku baik bagi warga Jakarta maupun luar Jakarta," jelas Fahrul.
17:12
Memberikan orasi di atas mobil komando di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019), Amien Rais mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban yang meninggal dunia dalam aksi 22 Mei.

Dia berharap bahwa bukan aparat kepolisian yang melakukan penembakan itu. "Mudah-mudahan yang menembaki adalah orang yang bukan resmi Polri," kata Amien. 

Meski begitu, Amien menegaskan pihaknya akan mengejar sampai tuntas siapapun yang melakukan penembakan. Dia menyatakan tidak ada yang bisa menakuti masyarakat.

"Tidak ada yg kita takuti sama sekali. Tidak ada yang kita takut kecuali Allah," tegasnya.

Amien juga mengimbau masyarakat agar meniru demonstrasi 212 dan tidak merusak suatu apapun. Kericuhan dini hari tadi, menurutnya, tidak bisa dianggap benar.

"Terus berjuang [dengan cara] non-violent. Tidak ada kata kekerasan, tidak rusak bangunan, tidak injak rumput seperti Aksi Bela Islam," tegasnya.

Ketika Amien naik ke mobil komando, saat itu juga polisi bertameng bersiaga di depan kawat berduri. Sebelumnya, polisi sedang duduk beristirahat.
17:10
Jenazah Widiyanto Rizky Ramadhan, salah satu korban kericuhan 22 Mei dini hari tadi, dimakamkan di Karet Bivak, Pejompongan, Jakarta Pusat sore ini.

Prosesi pemakaman diiringi isak tangis  anggota keluarga serta sejumlah teman korban.

Jenazah Rizky tiba di pemakaman pukul 16.50 WIB menggunakan mobil pengantar jenazah hitam. Sebelumnya jenazah ada di RSUD Tarakan.

Rizky, yang juga merupakan siswa kelas 11 SMK 60 Jakarta, tewas akibat luka tembak di bagian leher.
16:56
Setelah sebelumnya sempat dipukul mundur massa, polisi bisa membalikkan keadaan di flyover Mal Slipi Jaya. Sebelumnya hujan batu dari massa aksi dibalas polisi dengan gas air mata dan tembakan peringatan.

Polisi (termasuk Brimob) berhasil mendesak mundur massa aksi hingga terpecah menjadi dua kelompok. Satu berada di sisi Kemanggisan, dan lainnya bertahan di dekat Pasar Slipi.

Beberapa warga yang kebetulan tinggal tak jauh dari lokasi diminta pihak kepolisian untuk berada di dalam rumah.

"Masuk kalian. Masuk. Kunci pintunya," teriak salah satu polisi.
16:46
Suasana kawasan Slipi, terutama di sepanjang ruas Jalan Brigjen Katamso menuju KS Tubun, masih banyak dijumpai material puing-puing kaca, kayu, bebatuan, dan beberapa titik api akibat ban yang dibakar sejumlah massa.

Salah seorang warga di bibir Gang Aipda KS Tubun II a mengatakan jalanan mulai dipenuhi bakaran ban sekitar pukul 14.00 WIB.

Banyak warga setempat yang keluar berjaga-jaga di sepanjang jalan. Helikopter dengan membawa air tampak mondar-mandir memadamkan api di ruas jalan.
16:45
Seorang warga asal Petamburan mengatakan dia dan kelompoknya akan berangkat ke Bawaslu untuk berunjuk rasa bakda magrib. 

"Buka puasa dulu, baru ke Bawaslu," kata dia kepada reporter Tirto.

Dia akan berangkat bersama FPI. Sore ini FPI membagikan makanan dan minuman ke pengunjuk rasa.

Selain itu sejumlah orang juga mulai mempersiapkan atribut aksi. Mereka juga mulai melapisi wajah dengan pasta gigi--trik yang dipercaya bisa meminimalisir dampak gas air mata.
16:45
Prabowo Subianto berharap TNI-Polri tak digunakan sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaan. Mantan Danjen Kopassus ini berharap agar para petinggi TNI-Polri ingat bahwa TNI-Polri adalah milik rakyat.

"Adik-adikku, para pejabat dan petugas di TNI-Polri yang masih aktif, saya mohon kita ingat bersama seragam makanan dan senjata yang Anda sekarang gunakan dibiayai oleh rakyat," ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

"Saudara-saudara adalah milik rakyat, semuanya milik rakyat, mendamaikan, saudara mengayomi rakyat, melindungi rakyat, semuanya saudara adalah harapan kita saudara-saudara."

Oleh karena itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini meminta agar aparat TNI-Polri tak menyakiti rakyat, apalagi memukul dan menembak.

"Mari sama-sama kita jaga rakyat agar tetap damai dan bergembira," tutur dia.
16:40
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) saat ini terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan, termasuk SOP pengamanan dan pengendalian massa dari semalam sampai dini hari.

Ketua Komisioner Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjanjikan pengumpulan fakta hingga penarikan kesimpulan tak akan lebih dari satu bulan. Menurutnya yang terpenting saat ini adalah menurunkan bentrokan yang ada oleh semua pihak.

Ia menambahkan, Komnas HAM belum bisa menarik kesimpulan dari kasus kerusuhan yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, Ahmad mengklaim bahwa sebagian besar korban luka yang dilarikan ke RS Budi Kemuliaan dan RS Tarakan adalah korban luka tembak peluru karet.

Ahmad mengatakan, korban umumnya mengaku berasal dari daerah Tanah Abang, tapi di luar daerah bentrokan. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, tak semua korban merupakan demonstran, sebab ada beberapa orang yang mengaku penduduk setempat.

"Pengakuan mereka [korban dari warga], ada yang sedang istirahat, ada yang bilang pangkalan ojeknya di situ. Tapi kan bukan di situ persoalannya. Bahwa ada orang yang terluka, kita perlu tahu kenapa orang ini terluka. Siapa pun orang itu," kata Ahmad kepada Tirto di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.

Ahmad menyampaikan, keterangan resmi tentang adanya kemungkinan penggunaan peluru tajam itu akan disampaikan setelah korban meninggal di autopsi. Jika korban tak mau di autopsi, maka Komnas HAM akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kasus ini.

Namun, hingga kini, Ahmad mengaku belum melakukan koordinasi dengan Kapolri terkait kerusuhan yang terjadi di Jakarta tersebut.

Ada empat rumah sakit yang merawat korban kerusuhan aksi 22 Mei, yakni RS Budi Kemuliaan, RS Tarakan, RS Pelni, dan RS Cipto Mangunkusumo.
16:30
Prabowo Subianto mengatakan kepada seluruh pihak agar tidak memukul dan menembak rakyat sendiri. Kepada pendukungnya, Prabowo menyampaikan agar menghindari kekerasan fisik.

"Saya juga tegaskan kepada semua yang masih mau mendengar saya, para pendukung saya, sekali lagi saya tegaskan: hindari kekerasan fisik, berlakulah sopan dan santun, hormatilah pejabat penegak hukum, dan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan," kata Prabowo saat jumpa pers di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (22/5).

Prabowo menyebut menghindari tindakan kekerasan itu berat untuk dilakukan dan ia memahaminya. Kepada pendukungnya, Prabowo menyerukan tidak melawan apabila dipukul.

"Ini berat, tapi ini harus kita lakukan. Apapun yang terjadi, demi negara dan bangsa, demi seluruh umat, demi semua agama, hindari kekerasan," ujar Prabowo.

Dalam konferensi pers tersebut, Prabowo didampingi Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljuffri, cawapres Sandiaga Uno, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal.
16:29
Dalam konferensi pers di Istana Negara, Rabu (22/5/2019) sore, Presiden Joko Widodo mengatakan kalau situasi di Jakarta selama aksi 22 Mei masih dapat dikendalikan. Namun, dia menegaskan TNI dan Polri bakal menindak para pelaku kerusuhan.

"Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita. Tidak ada pilihan. TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata Jokowi.

Jokowi mengimbau pihak-pihak yang tidak sepakat dengan hasil pemilu agar mengajukan tuntutan secara resmi melalui Mahkamah Konstitusi.

Kerusuhan terjadi sejak dini hari tadi di beberapa titik di Jakarta. Kapolri Tito Karnavian mengatakan sudah ada enam orang meninggal dunia.

"Informasinya ada yang kena luka tembak dan ada yang kena senjata tumpul," katanya.
16:25
Belasan ibu-ibu melakukan aksi damai di depan barikade polisi di jalan Imam Bonjol, dekat gedung KPU RI, Jakarta Pusat. Aksi tersebut dilakukan untuk mendukung KPU yang telah mengumumkan hasil real count pada Selasa dini hari lalu.

"Keputusan KPU kita dukung apa pun keputusannya. Kami ibu-ibu rumah tangga biasa, kami ingin keributan-keributan selesai, kami dukung polisi yang buat suasana tentram, nyaman," kata salah satu orator aksi.

Mereka memampangkan poster dan spanduk yang berisi seruan untuk menciptakan kondisi damai pasca pengumuman pemenang Pilpres 2019.

Mereka juga membawa beberapa tangkai mawar dan melati untuk diberikan kepada polisi yang tengah berjaga di depan kantor KPU.
16:20
Polisi yang bersiaga di flyover Mal Slipi Jaya sempat dipukul mundur massa aksi yang berada di Jalan Kemanggisan arah Tahan Abang.

Massa yang jumlahnya ratusan itu mengandalkan bebatuan, petasan, dan benda tumpul lain untuk mendorong barisan polisi.

Akibatnya dua polisi mengalami luka timpukan batu.

Tapi polisi tak mundur. Bersama Brimob, mereka mengusir dan mengejar massa. Massa pun kocar kacir tak tentu arah.
16:15
Massa aksi di depan Bawaslu RI menyanyikan lagu #2019GantiPresiden, lagu yang kerap terdengar di kampanye-kampanye Prabowo-Sandiaga.

Massa aksi antusias menyanyikan lagu tersebut dengan dipimpin seseorang orator.

Para demonstran menutut Bawaslu mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf. Makin sore, jumlah peserta aksi terpantau semakin banyak. 
16:06
Massa aksi 22 Mei yang berada di Jalan Kemanggisan arah Tahan Abang menuntut polisi membuka akses jalan. Polisi menutup flyover Mal Slipi Jaya. 

"Bukain. Bukain. Bukain," teriak massa aksi. Mereka berniat ke Bawaslu, bergabung dengan demonstran lain.

Massa aksi di flyover terus maju mendekati barikade polisi. Sementara yang di bawah flyover melempari polisi dengan batu. Yang ada di bawah juga membakar tenda polisi.
15:42
Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta agar narasi soal penangkapan sejumlah orang terkait upaya makar diredam terlebih dahulu.

"Saya minta narasi tangkap pidana makar di-cooling down dulu, adem dulu," kata Zulkifli saat ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa jika memang ada permasalahan, baik dalam Pilpres dan Pilkada, sudah terdapat prosedur hukum untuk menyelesaikannya, yakni melalui Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Biar ini nanti dibuka curang di mana, BPN menyampaikan ... biar rakyat menilai, TKN dan KPU menjelaskan, sehingga hakim dengan profesional bisa memutuskan," kata Zulkifli. "Itulah cara-cara yang kita harapkan bisa dilalui, supaya demokrasi kita bisa menghasilkan kejayaan."
15:40
Seorang orator dari Himpunan Mahasiswa Muslim (HMI) memimpin massa aksi di depan Bawaslu RI menyanyikan lagu "Darah Juang." Massa aksi ikut menyanyikan lagu tersebut.

Sang orator lantas berbicara banyak mengenai keadaan Indonesia saat ini--yang menurutnya penuh ketidakadilan.

Pantauan wartawan Tirto di lapangan, tiga bendera HMI yang motifnya hijau-hitam berkibar di antara kerumunan orang.
15:35
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi wilayah kerusuhan di Flyover Mal Slipi Jaya. Anies datang untuk memastikan pengamanan berjalan.

"Sekarang sedang ditangani, saya tadi bertemu Pangdam dan Kapolda. Kami sama-sama sedang memantau," ujarnya di depan Wisma 77 Tower, Jakarta Barat.

Anies tidak menyambangi para warga yang bertikai. Setelah pertemuan tersebut ia bersama jajaran Pemprov lainnya langsung pergi.

Sebelum pergi ia menyatakan bahwa wilayah Slipi saat ini akan ditutup untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

"Wilayah ini sedang dijaga, karena masih ada suasana kerusuhan. Dipastikan tertib dan aman, jadi tempat ini ditutup," ujarnya.
15:25
Puing-puing sisa kerusuhan di Tanah Abang malam tadi mulai dibersikan pasukan oranye/petugas PPSU. Syaiful, seorang petugas, bilang ada 63 petugas dari Kelurahan Cideng yang bertugas.

Mereka diperintahkan membersihkan dua lokasi, di Jatibaru dan di Cideng Barat. Mereka dibagi ke dalam tiga sif: dari subuh hingga jam 12 siang, dari jam 12 siang hingga malam, dan dari malam hingga subuh.

"Lingkungan harus bersih," kata Syaiful.

Syaiful mengaku kalau sebelum bekerja dia dan rekan-rekannya sudah diwanti-wanti agar lebih berhati-hati. Dia pun berharap ini akan segera berakhir. Selain karena ribut-ribut itu tak bagus, peristiwa ini juga bikin dia perlu kerja ekstra.

"Harapannya Indonesia damai selalu," ujarnya.
15:20
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Bawaslu RI, tempat orang-orang berdemonstrasi.

Belum jelas apa maksud kedatangannya, namun ia dikawal ketat oleh sejumlah petugas keamanan dan humas.

Anies langsung masuk ke dalam kantor. Media tak diberi kesempatan bertanya karena pintu langsung ditutup. Tapi seorang petugas mengatakan Anies nanti akan berbicara kepada media.

Di saat yang bersamaan massa aksi sedang melaksanakan salat asar dan salat jenazah berjemaah.
14:58
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan mendatangi RSUD Tarakan untuk menemui sejumlah korban kericuhan 22 Mei 2019. Dia lantas menyoroti peluru yang dipakai aparat. 

"Tadi ada [beberapa korban yang] terkena peluru karet," kata Taufan. 

Taufan belum bisa memastikan apakah ada korban penembakan peluru tajam tau tidak. Memang ada dua orang yang meninggal, tapi karena keluarga enggan otopsi, penyebab kematian jadi tidak pasti.

"Belum [bisa memastikan], peluru karet atau tajam, tapi ada yang meninggal, di sini dua," ujarnya.

Setelah ini Taufan bilang Komnas HAM akan melakukan pengecekan lagi ke sejumlah korban lain serta berkoordinasi dengan aparat. Dia berharap tak ada kejadian serupa. 
14:20
Menko Polhukam Wiranto mengatakan pemerintah membatasi penggunaan internet. Pengguna internet tidak akan bisa mengirim dan mengunduh foto atau video lewat aplikasi perpesanan instan.

“Semata-mata demi keamanan nasional,” kata Wiranto. Dia bilang ini dilakukan untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat menyulut disinformasi dan kerusuhan dalam konteks aksi menentang hasil pemilu 21-22 Mei.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Rudiantara bilang pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap. Lima provider besar yang dihubungi pemerintah butuh waktu untuk melakukan pembatasan tersebut.

Dibanding di media sosial, kata Rudiantara, berita lebih sering tersebar lewat messaging system seperti WhatsApp. Harapannya dengan membatasi akses internet, sumber informasi yang didapat masyarakat betul-betul lewat media mainstream.

“Kami sangat menghargai media mainstream,” katanya.

Rudiantara menyebut UU ITE adalah landasan hukum kebijakan ini.
14:00
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau agar masyarakat Jakarta untuk tenang dan meminta seluruh pihak untuk menahan diri.

"Saya imbau semua tetap berkegiatan seperti biasa agar Jakarta tetap tenang dan aman," kata Anies saat ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5/2019). "Tempat yang ada kejadian di sekitar Thamrin dan Tanah Abang. Di luar tempat itu semuanya dalam kondisi baik, tenang," kata Anies.

Ia menegaskan agar semua pihak agar tidak terbawa informasi provokatif yang banyak beredar . "Sudah cukup ada korban, satu saja sudah terlalu banyak," kata Anies. "Jika ada pihak yang memancing terjadinya kericuhan sampai keributan justru dihentikan, jangan ikut terbawa."
13:55
Ratusan anggota TNI mengamankan demonstrasi di kantor Bawaslu. Mereka naik truk yang jumlahnya tiga unit.

Saat datang, para tentara disambut teriakan takbir oleh demonstran. Para TNI lantas menyalami demonstran.

Semakin sore suasana di kawasan MH Thamrin semakin padat oleh massa pendukung calon presiden 02. Mereka menuntut agar Joko Widodo didiskualifikasi. 
13:45
Dalam jumpa pers, Rabu (22/5) pukul 13.45, Menko Polhukam Wiranto menyatakan negara tidak boleh kalah dengan "aksi-aksi jahat" yang berkait dengan aksi 22 Mei.

Dia bilang telah mengetahui dalang aksi tersebut.


"Aparat keamanan dengan segala kekuatan akan bertindak tegas secara hukum," sebut Wiranto.

Tujuan aksi ini, menurut Wiranto, ialah menciptakan kekacauan dan menimbulkan korban. Kemudian, diciptakan narasi bahwa korban jatuh akibat tindakan aparat. Menurut Wiranto, ini hasil pemutarbalikkan fakta.

Wiranto mengatakan perusuh itu ialah preman-preman yang dibayar. Perusuh ini bertato. 
13:43
Koordinator Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau kepolisian dan massa demonstran untuk saling menahan diri.

Imbauan itu untuk menyikapi bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa di kawasan Tanah Abang yang terjadi sejak kemarin malam hingga siang ini.

"Kami atas nama BPN mengimbau semua pihak untuk menahan diri. Kepolisian menahan diri tidak secara demonstratif menggunakan persenjataan dan lainnya [dalam] melakukan penanganan terhadap massa," kata Dahnil di depan Rumah Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Dahnil juga meminta massa demonstran tidak melakukan kekerasan dan provokasi, baik itu perbuatan yang dilakukan melalui kekerasan verbal maupun kekerasan fisik.

"Jadi kami berharap semua pihak saat ini harus menahan diri baik itu bentuk kekerasan fisik maupun kekerasan verbal," katanya.
13:40
Tiga mobil bak terbuka menerobos massa yang berkumpul di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dalam mobil tersebut, tampak terdapat sejumlah orator yang mengenakan sorban putih. Mereka menggemakan dukungan terhadap calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Jumlah massa yang turut dalam aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu sendiri juga bertambah. Pada siang hari, jumlahnya hanya ratusan. Namun, menjelang sore hari, jumlahnya bertambah menjadi ribuan orang.

Mereka menyerukan tuntutan untuk menurunkan Joko Widodo sebagai presiden. 
"Turunkan Jokowi!!!" seru peserta demo yang ada di kawasan MH Thamrin, Rabu (22/5/2019).

Para orator, sementara itu, menyerukan penolakan hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/05/2019) lalu yang menyatakan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.  Ini karena adanya kecurigaan akan kecurangan yang terjadi selama pilpres 2019 pada April lalu.
13:30
Api berkobar di area flyover Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Barat. Massa membakar ban, kayu dan beberapa puing di tengah jalan.

Aparat kepolisian pun mengerahkan helikopter untuk memadamkan api. Berdasarkan pantauan Tirto, helikopter awalnya berputar di sekitar flyover. Massa yang berada di atas flyover pun antusias mengabadikan momen tersebut.

Helikopter kemudian terbang rendah di atas kali Ciliwung yang berlokasi di sebelah stasiun Tanah Abang untuk mengambil air. Kemudian helikopter kembali terbang ke atas kobaran api dan mengguyur kobaran api.

Helikopter tersebut setidaknya melakukan lima kali putaran.

Beberapa warga pun tampak berlari menembakkan kembang api ke arah helikopter yang tengah terbang rendah mengambil air. Namun, tembakan kembang api tersebut tidak mengenai helikopter.
13:27
Putra, seorang pelajar SMP Tomang, Jakarta Barat, luka-luka usai bentrok dengan polisi di flyover Jati Baru, Tanah Abang. Putra adalah salah satu demonstran aksi 22 Mei.

"Umur 15 tahun, tinggal di Kota Bambu,"ujar Putra kepada reporter Tirto.

"Kena sasaran sama polisi. Posisi lagi di belakang, terus jatuh," tambahnya. 

Putra mengenakan pakaian muslim berwarna cokelat dengan celana biru SMP. Darah terlihat jelas di pakaiannya. Dia terluka di sekujur kaki; kepalanya juga bocor. 

Dia akhirnya diangkut ke mobil ambulans.
13:25
Sebuah helikopter tiba-tiba datang ketika massa 22 Mei bentrok dengan aparat kepolisian di flyover Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sebelum tiba di lokasi, helikopter itu terlebih dahulu mengambil air ke kali Ciliwung yang berada di bawah flyover. Heli itu kemudian mengarah ke massa aksi 22 Mei dan langsung menyiram air yang dibawa ke kerumunan demonstran.

Salah satu peserta aksi massa sempat berteriak. "Awas disiram air," serunya. Peserta aksi lain yang mendengar arahan tersebut langsung berhamburan menjauhi helikopter.
13:25
Gubernur DKK Jakarta Anies Baswedan kembali mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, salah seorang kerabat korban bentrok yang tewas di daerah Petamburan bernama Lidia menyampaikan tragedi yang menimpa kerabatnya kepada Anies. 

Ia berjumpa dengan Anies saat berjalan menuju ruang mayat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5/2019). Keduanya lantas memasuki ruang jenazah tersebut.

Para wartawan tidak diperkenankan ikut masuk.

Hingga pukul 11:45,  RSUD Tarakan menerima 120 korban ricuh di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Humas RSUD Tarakan Reggy Sobari mengatakan mengatakan dua orang meninggal dan delapan orang luka berat.
13:20
Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap semua pemimpin bangsa, termasuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, menenangkan situasi setelah terjadi kericuhan pada 21-22 Mei 2019.

"Semua pemimpin bangsa ini, termasuk Prabowo dan Sandi, untuk ikut serta menenangkan bangsa ini," sebut JK saat berjumpa pers di kediamannya, Rabu (22/5).

Bila kerusuhan tidak berhenti, menurutnya, masyarakat jugalah yang merugi.

JK juga mengatakan kepada semua pihak untuk mengingat peristiwa kerusuhan Mei 1998. Saat itu, krisis terjadi dan semua orang kena akibatnya.

Ketika ditanya apakah akan menemui Prabowo, JK menjawab, "saya lagi usahakan untuk ada pertemuan tokoh-tokoh."
13:16
Tiga orang laki-laki berseragam pramuka dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Mereka jadi korban bentrokan di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

Belum diketahui pasti letak luka. Namun berdasarkan keterangan dari pengantar yang enggan disebutkan namanya, mereka adalah korban yang berasal dari kerusuhan di sekitar Masjid An-Nur, Petamburan.

Hingga pukul 13.16, mobil ambulans terus berdatangan mengangkut korban luka.
13:15
Massa aksi 22 Mei yang berkumpul di depan Bawaslu menyerukan nama "Prabowo" dalam yel-yel serta orasi.

"Prabowo... Prabowo..." kata mereka.

Massa didominasi laki-laki berkopiah, tapi ada pula perempuan yang kebanyakan menggunakan gamis. Di antara massa berkibar bendera tauhid.

Selain yel yel, mereka juga beberapa kali meneriakkan tuntutan agar Joko Widodo turun dari jabatan.

"Turun, turun, turun Jokowi, turun turun Jokowi sekarang juga."

Hingga berita ini ditulis, jumlah demonstran semakin banyak.
13:06
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal menduga aksi kerusuhan di depan Bawaslu dan Jalan KS Tubun, Petamburan, adalah aksi terencana.

"Peristiwa dini hari tadi adalah bukan massa spontan, bukan peristiwa spontan, tapi by design," Kata Iqbal. Dugaan tersebut muncul dari sejumlah temuan polisi di lapangan. 

Misalnya, ada ambulans partai yang isinya ternyata batu-batu. Ada pula penemuan uang yang diduga untuk membayar massa. 

Meski begitu dia belum menyampaikan siapa aktor intelektual di balik aksi itu. Dia hanya bilang polisi dengan menelusuri lebih jauh.

Mantan Wakapolda Jatim ini menegaskan polisi akan segera mengungkap dan menyampaikannya ke publik.
12:56
Massa aksi 22 Mei terlibat bentrok dengan pihak polisi di flyover Jati Baru, Kota Bambu, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Beberapa orang peserta massa aksi tersebut terluka akibat terkena peluru karet.

"Ketembak peluru nih," kata salah satu peserta massa aksi saat di lokasi kejadian, Rabu (22/5/2019).

Berdasarkan pantauan Tirto, massa aksi yang tertembak itu langsung dibawa dari lokasi bentrok ke ambulan yang ada di flyover dengan menggunakan sepeda motor.

Sejak pukul 12:40 WIB, sejumlah ambulan memang tak henti-hentinya mengantarkan korban yang terluka.
12:50
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak merasa pihaknya tak perlu bertanggung jawab atas ricuhnya Aksi 22 Mei. 

Kata Dahnil, yang harus bertanggung jawab adalah pihak-pihak yang melakukan provokasi sehingga kericuhan terjadi sejak malam kemarin hingga siang hari ini.

"Yang bertanggung jawab adalah tentu mereka-mereka yang lakukan provokasi, mereka yang lakukan kekerasan," ujar Dahnil di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Dahnil mengklaim cara-cara yang dilakukan pihaknya sesuai dengan instruksi Prabowo Subianto yakni menggunakan cara-cara konstitusional dalam memprotes hasil Pemilu 2019.

"Karena sejak awal Pak Prabowo memutuskan jalur konstitusional, mendukung segala upaya konstitusional dan mendukung gerakan yang damai menggunakan hak demokrasi," jelas Dahnil.
12:43
Polisi menangkap 69 orang yang mereka sebut "provokator" kericuhan aksi 21-22 Mei 2019 dini hari. 58 orang diduga provokator aksi di Bawaslu, sisanya, 11 orang, untuk peristiwa di KS Tubun, Petamburan.

Dalam demo di Bawaslu, aparat dilempari molotov dan batu. Sementara di KS Tubun pun sama. Sepanjang jalan KS Tubun terlihat pecahan pot dan sisa batu bekas kerusuhan semalam.

"Saat ini [yang ditangkap] sedang didalami (diperiksa) Polda Metro Jaya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal.
12:43
Total jumlah korban akibat bentrokan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan menjadi 46 orang .

dr. Muhammad Rifki, Sp OG, Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan menyampaikan, 40 pasien di antaranya sudah diperkenankan pulang.

"Tiga orang di rawat di sini, dua orang di rujuk, salah satu yang di rujuk itu yang meninggal tadi pagi," ujar Rifki kepada Tirto, Rabu (22/5/2019).

Rifki mengatakan bahwa hingga kini ada 18 orang yang diduga terkena peluru, dengan rincian 16 orang diduga terkena peluru karet dan 2 orang diduga terkena peluru tajam.

"Satu orang yang meninggal tadi itu untuk kepastiannya harus autopsi, tapi patut dicurigai tembakan tajam karena tembus ke belakang, lubang lukanya 1-1,5 cm," tandasnya.
12:22
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno tiba di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Setelah membuka kaca pintu mobilnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada para wartawan. Mobil yang membawanya langsung masuk ke dalam halaman rumah Prabowo.

Pun begitu turun dari mobilnya, Sandiaga yang mengenakan kemeja berwarna biru kembali hanya melempar senyum. Ia juga tak memberikan jawaban apa pun ketika disinggung soal kericuhan yang terjadi pada aksi demo sejak kemarin malam hingga siang hari ini.

Sebelumnya, Prabowo juga tidak memberikan komentar apapun ketika tiba di kediamannya sekitar pukul 11:13. Mantan petinggi Polri Komjen (Purn) Sofyan Jacob yang juga tampak di kediaman Prabowo hanya menyampaikan bahwa rapat tengah dilangsungkan.
12:10
Bentrok antara Massa peserta aksi 22 Mei dan aparat kepolisian di Fly-over Jati Baru arah Slipi, Jakarta Pusat terhenti sesaat karena azan zuhur.

Saat azan berkumandang, sekitar 40 orang dari massa tersebut turun untuk menunaikan salat zuhur berjamaah. Sebagian lain tetap berada di fly-over, ada pula yang sekadar duduk di pinggir atau tengah jalan.

Di sisi lain, aparat kepolisian tampak menepi untuk sekadar beristirahat. Sejak beberapa jam sebelumnya mereka berbaris membentuk barikade, lengkap dengan tameng dan kendaraan taktis.
11:58
Bekas Pimpinan KPK Bambang Widjojanto (BW) mendatangi kediaman calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Bambang yang pernah menyatakan dukungannya untuk pasangan Prabowo-Sandiaga tak menjelaskan alasan kedatangannya ke rumah Prabowo. Ia mengatakan hanya mampir dan menumpang untuk melaksanakan ibadah salat zuhur.

"Cuma numpang salat, enggak ngapa-ngapain," jelas Bambang.

Bambang juga tak menjawab saat ditanya apakah kedatangannya terkait dengan persiapan paslon 02 mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
11:45
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menerima 120 korban ricuh di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Humas RSUD Tarakan Reggy Sobari mengatakan mengatakan dua orang meninggal dan delapan orang luka berat.

"Sisanya luka ringan, 79 sudah pulang dari [total] 120 orang," ungkap Reggy, saat ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Reggy menuturkan korban yang mengalami luka berat rata-kara berupa patah tulang.

"Luka berat patah [tulang], saya enggak lihat persis karena di bawa ke ruang operasi," ujarnya.
11:45
Dua mobil polisi dibakar warga di Jalan Kemanggisan, Jakarta Pusat. Mobil itu terparkir di bawah flyover Slipi dekat Wisma BCA.

Saat ini massa aksi dan aparat masih bersitegang. Massa aksi mayoritas remaja, bahkan ada yg menggunakan seragam pramuka SMA.

Pantauan reporter Tirto, suara tembakan peringatan terdengar beberapa kali. Jalan ditutup dari kedua arah.

Masyarakat berkumpul di flyover arah Kemanggisan. Mereka berteriak, "hidup rakyat, hidup rakyat."

Baru saja terjadi letusan tembakan dari aparat, namun mengenai atap flyover
11:42
Dalam konferensi pers Rabu (22/5/2019) siang ini di kantor Kemenko Polhukam, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M. Iqbal mengatakan pihaknya mengamankan satu ambulan partai saat ricuh aksi 22 Mei 2019.

"Ada bukti-bukti, ada satu ambulan, saya tidak sebutkan bahwa ambulannya ada partainya, itu penuh dengan batu dan alat-alat. [Itu] sudah kami amankan," sebut Iqbal.

Selain itu, Iqbal juga menyatakan pihaknya mengamankan amplop berisi uang yang ditemukan saat menggeladah massa yang diamankan.

"Ada juga setelah kami geledah massa-massa tersebut. Massa tersebut ada amplop, ada uangnya. Sudah kami sita. Polda Metro Jaya tengah mendalami itu," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan mayoritas massa tersebut berasal dari luar Jakarta, yakni dari Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah.

"Bahwa peristiwa dini hari tadi bukan massa spontan. Tapi adalah peristiwa by design. Peristiwa settingan," sebut Iqbal.
11:42
Massa aksi 22 Mei yang masih berada di kawasan Gedung Djakarta Theater, sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rabu (22/5/2019) siang ini berkumpul untuk melaksanakan salat zuhur berjamaah.

Mulanya jamaah hanya berisi tiga baris, kemudian terus bertambah. Masyarakat di beberapa titik lain, misalnya di sekitar Sarinah, juga melakukan hal yang sama, meski sedikit terpencar.

Sementara, sebagian polisi yang sejak pagi berjaga di sekitar Sarinah juga tampak melakukan ibadah salat zuhur berjamaah. Kawat berduri di sekitar lokasi bahkan tampak mulai dibuka, kendaraan pun mulai boleh berlalu lalang.
11:40
Polri dan TNI menggelar konferensi pers menjelaskan kronologi bentrok di Tanah Abang dan sekitarnya pada 21-22 Mei 2019. Konferensi pers digelar di Kemenko Polhukam pada 10.40 WIB. 

Setidaknya tiga poin klarifikasi disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen M Iqbal terkait sejumlah isu yang berkembang di media sosial.

Pertama, aparat kepolisian dan TNI tidak pernah menyerang masjid. Kedua, semua personel Brimob yang bertugas merupakan warga negara Indonesia. Ketiga, Kapolri dan Panglima TNI menginstruksikan personel pengamanan dalam demonstasi dua hari ini tidak dibekali dengan peluru tajam.

"Kami yakinkan, kalau ada yang megggunakan peluru tajam , itu bukan personel TNI-Polri," sebut Iqbal.

Dalam konferensi pers, Iqbal mengatakan bahwa demonstrasi telah berlangsung sejak Selasa (21/5/2019) pukul 10.00 WIB. Demonstrasi berlangsung kondusif hingga malam hari, meskipun menurut aturan, demonstrasi dibolehkan hanya sampai pukul 18.00. Kelonggaran itu, menurut Iqbal, diberikan karena melihat aspek sosiologis-psikis massa di bulan Ramadan.

"Setelah tarawih, sekitar pukul 21.00, Kapolres Jakpus memberi himbuauan kepada massa aksi untuk membubarkan diri. Dari beberapa himbauan, korlap bekerja baik, aktif, kooperatif, dan akhirnya membubarkan diri," sebut Iqbal.

Namun, Iqbal mengatakan massa lain datang pada pukul 23.00. Mereka menyerang petugas, melempari petugas dengan molotov dan petasan. Aparat kepolisian terus mengawal massa dan menghimbau kepada mereka untuk membubarkan diri selama 5 jam. Sekitar pukul 3.00, Rabu (22/5), aparat mendorong massa untuk membubarkan diri karena tidak kunjung kooperatif.

"Sewaktu pendorongan, massa pecah menjadi dua. Ada yang ke arah Jalan Sabang dan ke beberapa gang kecil. Dari insiden tersebut Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang diduga provokator. Dugaan sementara mayoritas massa tersebut dari luar Jakarta," ujar Iqbal.

Pukul 3.00, Rabu (22/5/2019), Iqbal menuturkan, 200 orang berkumpul di Jalan K.S. Tubun. "Kami duga massa tersebut sudah disiapkan, disetting. Seperti biasa, kami lakukan himbauan," sebut Iqbal. 

Himbuan dilakukan Polres Jakarta barat dibantu tokoh Front Pembla Islam (FPI) karena lokasi massa dekat markas FPI. Namun, ini tidak mencegas massa bergerak. Mereka berjalan menuju Asrama Brimob Petamburan. Mereka menyerang asrama tersebut dengan melempari batu, molotov, dan petasan.

"Masa bukan mundur, tapi terus masuk melakukan perusakan. Ini yang brutal lagi, membakar kendaraan yang terparkir disana, baik kendaraan pribadi dan dinas," sebut Iqbal.

Iqbal mengakui memang sejumlah massa meninggal dunia. Selain itu, 11 unit mobil rusak dan 14 unit mobil dibakar.
11:31
Salah satu korban meninggal akibat kericuhan aksi 22 Mei di Petamburan merupakan siswa SMK. Namanya Widianto, usia 17 tahun, siswa SMK 60 Jakarta.

Identitas ini dikatakan Liani, tante korban. Korban kini ada di RSUD Tarakan.

"Anak itu lagi magang," ujar Liani saat ditemui di RSUD Tarakan saat hendak menjemput jenazah ponakannya itu.

Liani bilang dia dan keluarga sempat mencari ke beberapa rumah sakit. Informasi soal Widianto tidak jelas.

"Ponakan saya kena tembak di leher, meninggal," ujarnya dengan nada marah.
11:31
Humas RSUD Tarakan Reggy Sobari menyampaikan bahwa sejauh ini mereka telah mengurusi dua orang tewas terkait kericuhan aksi 22 Mei.

Satu korban bernama Adam Nooryan. Kini dia telah dibawa pulang keluarga. Sedangkan satu lagi belum diketahui.

Reggy bilang jenazah yang terakhir itu yang akan diurus RS Bhayangkara Polri. 

"Nanti dari RS Bhayangkara Polri yang cek ke sini," kata Reggy di rumah sakit.

Reggy enggan bicara detail penyebab kematian korban. 
11:13
Prabowo Subianto tiba di kediamannya yang ada di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Rombongan mobil yang membawa capres nomor urut 02 itu langsung masuk ke dalam rumah. Prabowo tak mengatakan apa-apa ke awak media yang sudah menunggu di depan rumahnya sejak pagi.

Sebelum Prabowo datang, tak ada aktivitas yang menonjol di dalam maupun di luar rumah. Hanya saja terlihat hilir mudik sejumlah purnawirawan TNI/Polri, di antaranya mantan petinggi Polri Komjen (Purn) Sofyan Jacob--yang hemat memberi keterangan.

Sofyan hanya bilang kalau di dalam sedang ada rapat. 

"Nanti saja ya [wawancaranya], sedang rapat," katanya.
10:40
Dua korban kerusuhan Rabu (22/5/2019) dini hari yang dilarikan ke RSUD Tarakan dinyatakan meninggal. Dari dua korban tersebut, satu di antaranya teridentifikasi atas nama Adam Nooryan, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun.

Berdasarkan papan pengumuman di RSUD Tarakan, diketahui bahwa Ade merupakan warga Tambora, Jakarta Barat. Belum diketahui penyebab atau lokasi tewasnya Adam, yang mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 05.15 WIB.

Hingga pukul 10.35 WIB tercatat sudah ada 85 korban yang dilarikan ke RS tarakan. 20 orang masih menjalani perawatan sementara 63 korban lainnya sudah boleh meninggalkan rumah sakit.
10:30
Sejumlah tentara turun langsung mencengah bentrok massa aksi 22 Mei dengan polisi di Asrama Bareskrim Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tentara berbaret hijau (infantri) itu datang sekitar pukul 10:30 WIB dari arah flyover Jati Baru.
Massa langsung sorak bergembira karena merasa tentara adalah kawan mereka. Mereka lantas menyanyikan lagu Indonesia Raya. 
Para tentara lantas memasuki gang yang menjadi lokasi bentrok. Kemudian massa mengikuti dari belakang. Tentara lantas membuat border. Bentrokan terhindari.
Meski begitu, massa tetap menyanyikan yel-yel untuk polisi dengan nada mengejek. 
"Tugasmu mengayomi, pak polisi... pak polisi... jangan ikut kompetisi..."
10:25
Massa aksi 22 Mei yang melakukan demonstrasi di daerah Jati Baru, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) mulai terlihat ricuh. Berdasarkan pantauan Tirto, sebagian dari mereka membakar ban serta melempar batu dan benda-benda di sekitar mereka ke arah polisi.

Di sisi lain, aparat kepolisian yang berjaga kemudian menyemprotkan gas air mata ke arah massa.

Akibat kericuhan yang terjadi, beberapa fasilitas jalan di kawasan Jati Baru seperti pagar dan beton pembatas terlihat rusak. Puing-puing batu berserakan di jalan.
10:20
Massa aksi 22 Mei yang memadati kawasan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) mulai membubarkan diri sekitar pukul 10.20 WIB.

Selama demonstrasi, massa terkonsentrasi di depan gedung Djakarta Theater. Mereka menyanyikan yel-yel dan berselawat. Sebelum membubarkan diri, massa sempat melakukan sujud tanda berakhirnya orasi.

Sementara, polisi beratribut lengkap masih bersiaga di depan gedung Bawaslu yang letaknya berseberangan dengan Djakarta Theater. Begitu juga kawat berduri yang disiagakan di perempatan jalan M.H Thamrin. 
10:19
Jenazah korban kerusuhan 22 Mei di Tanah Abang, Farhan Syahfero telah tiba di rumah duka, Kampung Rawakalong, Grogol, Depok, Rabu (25/5/2019) pagi sekitar pukul 10.19 WIB. Namun, jenazah diautopsi sebagaimana rencana awal.

Tidak adanya proses autopsi dikarenakan keluarga korban tidak menghendaki hal tersebut.

"Buat apa lagi? Kalau negara masih dikuasai mereka, enggak bakal kita didengar," tutur ayah korban, Syafri.

Syafri bersama adiknya, Rabeni mendampingi proses pemindahan jenazah dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke rumah duka. Ibu korban, Farida berteriak histeris dan pingsan setelah menyaksikan jenazah putranya.

Farhan Syahfero menjadi korban meninggal pertama pada aksi 22 Mei di Pasar Blok A, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu dini hari tadi.
10:15
Jumlah korban luka akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang dirawat di RS Budi Kemuliaan mencapai 32 orang, terhitung sejak dini hari tadi hingga sekitar pukul 10.03.

dr. Muhammad Rifki, Sp.OG, Direktur Pelayanan Medis Rumah Sakit Budi Kemuliaan, menyampaikan di antara mereka ada "tiga orang yang dicurigai kena peluru tajam; satu di antaranya meninggal dan sudah dikirim ke RSCM."

"Dua orang luka tembak dirawat," tambahnya. Satu orang tertembak di leher dan satunya lagi di kaki.

Rifki menambahkan, 11 orang yang dirawat terkena luka tumpul, satu luka sayat, satu trauma di mata. Satu orang yang terkena luka tumpul itu kini masih dirawat inap.

Di antara yang terluka itu ada seorang pelajar SMA yang hendak berangkat sekolah. Jadi dia bukan demonstran. 

"Dua orang sudah kami operasi dan satu orang rencana akan kami operasi," tambah Rifki.

Saat ini 25 orang korban luka telah dipulangkan.
10:09
Rumah duka korban meninggal kerusuhan Tanah Abang pada Rabu (22/5/2019) dini hari, Farhan Syahfero, yang terletak di Gang Perintis, Kampung Rawakalong, Grogol, Depok mulai ramai oleh pelayat.

Persiapan juga telah dilakukan keluarga untuk menyambut jenazah yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sementara istri korban, Kokom didampingi dua putrinya sedang dalam perjalanan menuju Depok. Kokom sebelumnya sedang berada di Cikarang, tempat tinggal terkini Farhan sebelum terlibat dalam kerusuhan.
10:00
Korban dari kericuhan di Tanah Abang terkait aksi 22 Mei yang dilarikan ke RSUD Tarakan mencapai 80 orang. Dua orang di antaranya meninggal dunia.

Informasi ini diketahui dari papan pengumuman yang disediakan manajemen rumah sakit.

Dua korban tewas itu bernama Adam Nooryan, laki-laki berusia 17 tahun. Adam meninggal dunia pada Rabu (22/5/2019) pukul 05.15 WIB.

Satu lagi belum diketahui namanya.

Selain 20 orang lainnya masih menjalani perawatan, dan 58 sisanya sudah diperbolehkan pulang.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jumlah korban meninggal dunia mencapai enam orang. Selain di RS Tarakan, korban juga ada di RS Pelni, Budi Kemuliaan, RSCM, dan RS Angkatan Laut Mintoharjo.
09:55
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memberlakukan rekayasa pola operasi pemberangkatan kereta api guna mengantisipasi massa aksi 22 Mei.

"Biasanya kereta api yang berangkat dari stasiun Gambir tidak berhenti di stasiun Jatinegara. Namun, khusus hari ini, kereta api yang berangkat dari stasiun Gambir akan berhenti juga di stasiun Jatinegara untuk proses naik-turun penumpang," kata Senior Manager Humas Daop 1 PT KAI, Eva Chairunisa dalam pernyataan resmi, Rabu (22/5/2019) pagi.

Oleh sebab itu, penumpang yang dijadwalkan mengakses stasiun Gambir hari ini disarankan agar naik atau turun kereta via Stasiun Jatinegara.

"Hal ini untuk memudahkan calon penumpang kereta api yang kesulitan menuju stasiun Gambir karena terkena imbas kemacetan. Sebagai alternatif, mereka bisa berangkat dari stasiun Jatinegara dengan rekayasa pola operasi pemberangkatan ini," lanjut Eva.
09:55
Terjadi bentrok antara massa aksi 22 Mei dengan polisi di Asrama Bareskrim, Jati Baru, Jakarta Pusat.

Polisi terus menghujani massa dengan tembakan gas air mata. Massa tak mundur dan terus menimpuki aparat dengan batu. Mereka juga menggunakan meja sebagai tameng yang diletakkan di tengah jalan.

Meski tak mundur beberapa dari pendemo mengalami cedera seperti kepala bocor dan sesak napas.

Rumah warga yang berada di sekitar Bareskrim menjadi sasaran perusakan massa. Melihat itu, warga lantas membantu polisi dengan ikut menimpuki massa.
09:50
Pihak Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengumumkan bahwa selama aksi 22 Mei hari ini, pengguna KRL disarankan untuk tidak naik maupun turun di Stasiun Palmerah. Para pengguna layanan yang hendak naik atau turun di stasiun ini disarankan untuk menggunakan stasiun Kebayoran sebagai alternatif.

"Untuk pengguna dengan tujuan Stasiun Palmerah dapat menggunakan Stasiun Kebayoran," Kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba kepada Tirto.

Selain Stasiun Palmerah, sebelumnya pihak KCI juga telah mengumumkan penutupan stasiun Tanah Abang. 

"Sementara pengguna dengan tujuan Stasiun Tanah Abang dapat menggunakan Stasiun Karet, Sudirman, maupun Duri," imbuh Anne.
09:48
Massa aksi 22 Mei kembali menyerang barikade Brimob di depan gedung Bawaslu. Mereka memecah kelompok dan melakukan serangan dari tiga arah: Jalan Wahid Hasyim, Sarinah Mall, dan Jalan MH Thamrin.

Mereka masih menyerang menggunakan petasan, seperti yang dilakukan sejak berjam-jam yang lalu. Sementara polisi masih tetap menggunakan gas air mata.

Beberapa menit yang lalu Brimob juga telah melepaskan gas air mata. Tapi massa tak juga mundur. 
09:30
Lima mobil ambulans datang ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, membawa korban luka bentrokan di kawasan Tanah Abang.

Jumlah pasti korban luka belum diketahui lantaran satu mobil ambulans bisa menangkut lebih dari satu orang.

Pihak pengelola rumah sakit pun belum mau membeberkan jumlah korban bentrokan yang masuk sejak tadi malam.
09:29
Aparat kepolisian yang mengenakan atribut lengkap seperti tameng, helm, dan rompi anti-huru-hara telah bergerak dari kawasan Monas, Jalan Merdeka Barat menuju Jalan M. H Thamrin. Mereka berbaris sembari menjinjing senapan laras panjang.

Hingga saat ini, jalan M. H Thamrin dari arah Monas menuju Sarinah masih ditutup. Sementara, lajur M. H Thamrin di depan Bank Indonesia terpantau masih bisa dilalui kendaraan.
09:10
Polda Metro Jaya mengirimkan tambahan dua kompi polisi ke Jalan KS Tubun, Petamburan. Setelah tiba di lokasi, aparat lantas bergerak serempak menuju arah Jalan Petamburan 5, sekitar markas FPI.

"Jalan ke arah dekat massa," ujar salah seorang aparat, Rabu (22/5/2019) pagi.
09:10
Meski suasana mulai kondusif pasca-kerusuhan di Petamburan, Rabu (22/5/2019) dini hari, massa masih terlihat berkumpul di sejumlah titik yang tak jauh dari markas Front Pembela Islam (FPI).

Berdasarkan pantauan Tirto, titik yang masih terlihat padat adalah Jalan Petamburan 3 serta Jalan Petamburan 5.

"Iya, massa masih pada di dalam," ujar salah seorang personel Brimob yang berjaga di depan Gang Petamburan 3, Jakarta Barat.

Sementara itu, Jalan KS Tambun disterilkan oleh polisi. Saat ini lokasi tersebut dipadati aparat dan wartawan, serta sebagian warga.
08:45
Keluarga telah membenarkan bahwa Farhan Syafero (30) merupakan korban yang tewas dalam kerusuhan di Tanah Abang, Rabu (22/5/2019) dini hari.

"Saya kaget denger dia meninggal. Sempat gak percaya. Baru percaya pas dikasih lihat fotonya. Bener itu dia," kata Anida, kerabat korban.

Anida mengetahui informasi tersebut sekitar pukul 06.00 WIB melalui grup WhatsApp keluarga.

"Dia suka ikut pengajian gitu. Aktif banget. Terakhir ke sini dia jadi imam salat tarawih beberapa hari lalu," cerita Andriani, sepupu Farhan.

Menurut keterangan kerabat, sudah sekitar tiga tahun Farhan tidak tinggal di Kampung Rawakalong, Grogol, Kota Depok. Sejak menikah, ia tinggal di Cikarang, Jawa Barat bersama istri dan kedua anaknya. Ia hanya sesekali berkunjung ke Rawakalong.
08:39
Mabes TNI menurunkan 20.000 personel untuk membantu pengamanan Jakarta pada Aksi 22 Mei.

"20 ribu personel siaga sudah berada di Jakarta," Kata Kapuspen TNI, Mayjen Sisriadi kepada wartawan Rabu (22/5/2019) pagi.

Sekitar 12 ribu personel sudah berada di lokasi demonstrasi sesuai permintaan kepolisian. Namun, Sisriadi belum merinci apakah angka 12 ribu merupakan bagian dari 20 ribu personel yang disiagakan atau bukan.

Sisriadi mengatakan, Panglima TNI akan melakukan monitoring secara dekat di Jakarta. Setidaknya ada empat titik yang menjadi daerah monitoring TNI, yakni Istana Merdeka, Gedung DPR-RI, kantor KPU dan Bawaslu.

"Fokus di empat titik dan monitor secara wide angle seluruh wilayah Jakarta," Kata Sisriadi.
08:20
Dokter RS Budi Kemuliaan, Muhammad Baharuddin menghubungi ibu dari Farhan Syafero (30), korban menginggal akibat tertembak dalam kerusuhan di Tanah Abang, Rabu (22/5/2019) dini hari untuk meminta izin rujukan ke RSUD Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). Langkah ini ditempuh agar jenazah Farhan bisa diautopsi.

"Anak ibu sudah meninggal," kata Baharuddin berbincang dengan ibu Farhan melalui sambungan telepon di depan Ruang IGD RS Budi Kemuliaan.

Terdengar jeritan dan tangis dari ponsel Baharuddin. Beberapa kali terdengar pula suara seorang perempuan meneriakkan takbir.

"Dia [Farhan] punya anak umur empat tahun," ujar Baharuddin kepada Tirto.

Farhan meninggal karena lehernya tertembus peluru hingga punggung. Saat ditanya itu peluru karet atau tajam, Baharuddin dan Direktur RS Budi Kemuliaan Fahrul W. Arbi, belum bisa memastikan.

"Luka tembus ke punggung. Mungkin mengenai paru-paru," pungkas Fahrul.
08:10
Sejumlah penumpang yang turun di stasiun Tanah Abang dialihkan ke stasiun lain. Akses masuk dan keluar dari stasiun Tanah Abang ditutup akibat aksi 22 Mei.

"Pasarnya tutup semua, jangan di sini," ujar salah seorang petugas di Stasiun Tanah Abang.

Sebagian penumpang terlihat berkumpul di pintu utara stasiun. Sebagian penumpang lainnya memilih melanjutkan perjalanan dengan transit di stasiun berikutnya.
07:42
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membantah kabar yang menyebutkan kalau Asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Barat terbakar oleh massa dalam kerusuhan Rabu (25/5/2019) dini hari tadi.

"Kalau asramanya baik-baik saja tidak terbakar," kata Argo saat ditemui di Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu pagi.

Argo tidak menampik kalau kerusuhan memang ada, namun tidak sampai membakar bangunan asrama. Menurut keterangannya, yang terbakar hanya lapangan parkir di depan Asrama Brimob. 10 mobil hangus akibat kejadian ini.

"Tentu ini masih kami dalami, kami selidiki dari pembakaran tersebut," pungkas Argo.

Mobil-mobil tersebut kini sudah dipindahkan ke samping SDN Slipi 01, Jakarta Barat. Tampak pula sejumlah anggota dinas kebersihan DKI Jakarta membersihkan puing-puing dari mobil yang berserakan.
07:40
Sejumlah massa aksi 22 Mei terlihat menimpuki aparat kepolisian dengan batu dan botol minuman. Peristiwa tersebut terjadi di depan Hotel Sari Pasific, Jalan M.H. Thamrin Nomor, Jakarta Pusat.
Kepolisian menghalau lemparan batu dan botol tersebut menggunakan tameng.

Namun, sebagian peserta aksi berhasil menenangkan peserta lainnya agar tak menimpuki aparat yang tengah berjaga.
07:33
Massa aksi 22 Mei yang berdatangan ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus bertambah. Melihat kedatangan tambahan massa dari arah Patung Kuda, Monas, peserta aksi lain yang telah tiba lokasi sejak pukul 06.30 WIB sumringah.

Mereka lantas mengumandangkan selawat dan meneriakkan nama Paslon 02, Prabowo-Sandiaga.

"Prabowo-Sandi Presiden," teriak mereka

Sebagian peserta aksi juga menambah keriuhan dengan berteriak, "Megawati kapan ditangkap? ," hingga menyanyikan yel-yel, "Polisi tugas anda mengayomi, polisi Jangan ikut kompetisi."

Yel-yel itu kemudian ditutup dengan kalimat takbir.
07:07
Abdul Rahman, seorang satpam yang bekerja di BRI Syariah Kantor Cabang Wahid Hasyim mengatakan sejak semalam ada instruksi agar aktivitas di kantornya berhenti sementara. Arahan dari perusahaannya itu ia dapatkan setelah bentrok antara aparat dan massa masih di kawasan Tanah Abang Rabu (22/5/2019) dini hari.

Abdul menambahkan, sebagian karyawan di tempat bekerjanya dipindah ke cabang lain yang paling dekat dengan tempat tinggal masing-masing.

"Suasana masih kayak gini. [Karyawan] diminta kerja di kantor cabang yang paling dekat dari rumahnya," kata Abdul kepada Tirto.
07:07
Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta Barat ditutup aparat kepolisian Rabu pagi. Hal ini merupakan imbas dari kerusuhan yang terjadi sejak Selasa malam tadi.

Berdasarkan pantauan Tirto, jalan ditutup mulai Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat hingga ke RS Pelni.

Sepanjang jalan K.S Tuban terlihat pecahan pot dan sisa batu bekas kerusuhan semalam.

Kendaraan dinas kepolisian juga terparkir di sepanjang jalan K.S Tuban, diantaranya motor dan mobil dinas Polda Metro Jaya.


Sejumlah polisi lengkap dengan helm, tameng, tongkat, dan beberapa membawa senapan berjaga di sekitar lokasi.
06:35
Sejumlah massa peserta aksi 22 Mei kembali berdatangan di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rabu (22/5/2019) pagi. Berdasarkan pantauan Tirto, ratusan massa aksi mulai tampak sekitar pukul 06.30 WIB dari arah Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.

Ketika memasuki di daerah lampu merah dekat Gedung Bawaslu, massa dihadang polisi dan diarahkan untuk belok ke jalan Wahid Hasyim. Namun, kepada polisi, salah satu peserta aksi berteriak, "Kami tetap di sini."

Menolak arahan polisi, mereka lantas menunggu dan duduk di sekitaran lampu merah Gedung Bawaslu, tepat di depan Djakarta Theater. Di sela-sela situasi itu, salah satu peserta meneriakkan yel-yel, "teman kami ditembak sama siapa?"

"Polisi," jawab peserta lain serentak.

"Pantang mundur, kami tidak akan mundur," kata mereka lagi.
06:30
Ratusan peserta aksi 22 Mei di Masjid Istiqlal mulai bergerak ke arah Lapangan Banteng untuk selanjutnya ke Medan Merdeka Selatan dan menuju Gedung Bawaslu. Sebelum berangkat, massa berkumpul terlebih dahulu di depan masjid untuk mendengarkan orasi singkat dari koordinator lapangan.

"Beberapa kawan kami sudah syahid pagi tadi, kami tunjukkan kalau kami tidak bisa terpecah belah," demikian penggalan orasi tersebut, diiringi pekikan takbir.

Meski sebagian massa mulai bergerak, minibus dan mobil pribadi yang membawa massa tambahan masih terus berdatangan di kawasan Istiqlal. Peserta aksi 22 Mei sendiri sudah terpantau berdatangan ke Istiqlal sejak Selasa (21/5/2019) malam.
06:05
Usai bentrok dengan massa aksi 22 Mei pada Rabu dini hari, aparat kepolisian mulai merapikan perlengkapan keamanan seperti tameng, tongkat, dan beberapa peralatan lain. 
Berdasarkan pantauan Tirto, perlengkapan tersebut lantas dimasukkan ke dalam tas besar dan dinaikan ke dalam dua mobil truk. Kedua mobil itu parkir tepat di depan Djakarta Theater, arah Jalan Wahid Hasyim, yang tak jauh dari Gedung Bawaslu RI.

Selain truk, di lokasi yang sama terparkir pula empat bus pariwisata.
05:52
Ratusan massa yang hendak mengikuti aksi 22 Mei 2019 di depan kantor Bawaslu tampak berdatangan ke masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Sebagian di antaranya bahkan sudah menginap di kawasan masjid sejak Selasa malam.

Dari pantauan Tirto, sebagian peserta aksi terpantau tengah beristirahat di selasar lantai 2. Ada pula yang berada di ruang salat utama, yang dapat menampung 61.000 orang jamaah. Umumnya, massa aksi saling berkelompok berdasarkan daerahnya maisng-masing.

"Sampai sekarang, belum ada arahan dari koordinator lapangan," ujar Ricky, salah satu peserta aksi dari Purwakarta, Jawa Barat.

Ricky mengaku tiba di Istiqlal sejak pukul 01.00 WIB. Rombongannya berangkat dengan delapan bus dari Purwakarta. Dia menyebut, sebelumnya dua bus lain dari Purwakarta juga sudah tiba.
05:51
Ratusan massa masih melakukan perlawanan terhadap polisi dengan melemparkan batu, tepat di pertigaan jalan Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta pusat. Sementara, polisi terus melontarkan tembakan ke arah massa.

Peristiwa terjadi sejak pukul 03.30 WIB. Hingga saat ini, situasi di pertigaan jalan AR Fachrudin masih belum bisa dikendalikan. Polisi bertahan di pertigaan AR Fahrudin, menyebar hingga jembatan penyeberangan yang menghubungkan jalan tersebut dengan kawasan Jati Baru. 

"Baju kamu memang dari mana, rakyat," teriak massa dari kejauhan.
05:50
Berdasarkan pantauan Tirto, petugas Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) tampak mulai membersihkan area sekitar Bawaslu yang dipenuhi sampah berserakan. Sampah terdiri dari serpihan kaca, bekas petasan, botol minuman, nasi kotak bekas petugas makan sahur, dan sebagainya.
Massa di area Bawaslu tampak mulai sepi, sebagian petugas aparat pun mulai beristirahat.
05:50
Aparat kepolisian dari kesatuan Brimob mulai mengamankan area sekitaran Bawaslu RI, Rabu (22/5/2019) pagi. Dari pantauan Tirto, sekitar pukul 05.50 WIB, ratusan personel tampak berjaga dengan atribut lengkap dan dilapisi dengan tameng.

Massa peserta aksi 22 Mei juga mulai berdatangan ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Mereka muncul dari arah Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.
04:31
Pasukan Brimob mulai memukul mundur pendemo Bawaslu yang bertahan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dengan menembakkan peluru dari senjata laras panjang ke arah atas massa.

Aparat datang dari arah Jalan Abdul Muiz menggunakan tiga bus dan dua mobil. Personel TNI juga diturunkan terdiri dari tiga truk.

Massa sempat membalas tembakan polisi dengan petasan, lalu mereka berangsur mundur.

"Maju. Ayo maju, jangan takut," teriak massa.
04:10
Polisi mengamankan sejumlah massa perusuh yang berada di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Mereka diangkut ke dalam sebuah truk, kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Diperkirakan total perusuh yang ditangkap sekitar 20 orang terkait bentrok yang berlangsung mulai Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) dini hari.
03:50
Massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak membakar banyak benda-benda di sekitar mereka pada sekitar pukul 03.50 WIB, Rabu dini hari.

Namun, tak jelas benda apa saja yang dibakar massa. Hanya terlihat banyak kobaran api dengan kepulan asap hitam.

Stok petasan tembak yang dipakai massa untuk menyerang aparat kepolisian juga terlihat makin banyak. Massa menembakkan petasan ke arah polisi secara bertubi-tubi.

Di saat bersamaan, polisi sedang berupaya memukul mundur massa dari Jalan Wahid Hasyim menuju Tanah Abang arah Bendungan Hilir.
03:15
Konsentrasi massa pendemo Bawaslu terpecah berbagai arah setelah polisi berusaha membubarkan aksi tersebut pada Rabu dini hari.

Ratusan massa masih bertahan di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mereka mengajak siapapun yang lewat jalan itu untuk ikut menyerbu Gedung Bawaslu. "Ayo bang maju. Maju. Kita hancurin," teriak seorang pendemo kepada Tirto, Rabu dini hari.

Dua lelaki remaja saling merekam video melalui ponsel. Salah satu dari mereka berkata, "Lu kan gangster, ayo majuin," kata remaja itu kepada temannya.

Dari pantauan Tirto, puluhan massa yang lain, berkumpul di Jalan Kebon Jati, tepat di samping Pasar Tanah Abang blok C. Mereka menutup jalur perempatan dengan sampah-sampah yang dibakar.

"Ini bukan warga sini," kata warga yang menonton.
03:00
Kericuhan terjadi antara massa aksi dan polisi di perempatan Hotel Milenium Tanah Abang Jakarta pusat pada Rabu (22/5/2019) dini hari.

Dari pantauan Tirto, massa yang terus menyerang polisi yang datang dari perempatan hotel milenium Tanah Abang. Water Cannon yang sedianya berencana menghalau massa dipukul mundur oleh massa.

Massa terus menyerang polisi dengan menggunakan batu dan petasan.
01:18
Keadaan di perempatan Bank Indonesia/MH Thamrin sudah kembali kondusif, Kamis (23/5/2019) pukul 01.18 WIB. 

Massa aksi dari arah Hotel Millenium sudak tak terlihat dan kemungkinan tak kembali. Sedangkan massa aksi dari arah Jalan Kebon Sirih belum juga membubarkan diri. Mereka masih bertahan di perempatan antara Jalan Kebon Sirih dan Jalan Sabang.

Untuk massa yang disebut terakhir, Brimob hanya memantau dari jauh.

Sebelumnya di tempat ini terjadi kericuhan antara massa-polisi. Dari arah sana massa meleparkan petasan, sementara dari arah polisi terdengar tembakan peluru hampa. 
DarkLight