Pegawai RS Budi Kemuliaan Lembur Demi Layani Massa Aksi

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 23 Mei 2019
Petugas kesehatan di RS Budi Kemuliaan bekerja lembur. Mereka bersiaga untuk mengantisipasi munculnya pasien lain korban kericuhan aksi di depan kantor Bawaslu RI.
tirto.id - Petugas kesehatan di RS Budi Kemuliaan bekerja lembur. Mereka bersiaga untuk mengantisipasi munculnya pasien lain korban kericuhan aksi di depan kantor Bawaslu RI.

Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Dokter M Rifky menjelaskan pihaknya sengaja menerapkan pelayanan ekstra.

"Dengan eskalasi pasien seperti itu enggak mungkin biasa," kata Rifky di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, Kamis (23/5/2019), sekitar pukul 01.55.

Sejauh ini RS Budi Kemuliaan menangani 177 pendemo yang terluka. Rifky menjelaskan, dari 177 pasien itu, empat orang dirujuk ke RS lain.

"Tiga ke RSCM dari empat itu. Satu ke RS Tarakan. Satu meninggal," kata Rifky.

Tak hanya petugas kesehatan, petugas keamanan dan kebersihan rumah sakit juga ikut lembur.

Tri Suryawan, petugas keamanan rumah sakit, bahkan mengaku sudah bekerja lembur sejak Senin (20/5/2019).

"Ini baju sampai gini," kata Tri menunjukan bekas keringat yang membantuk seperti peta di bagian punggungnya.

Kericuhan di kawasan Tanah Abang dalam Aksi 22 Mei menolak putusan KPU atas hasil Pilpres 2019 menimbulkan seorang warga tewas. Korban atas nama Farhan meninggal karena luka tembak di leher dan tembus ke belakang di depan Pasar Blok A Tanah Abang pada Rabu dini hari (22/5/2019). Korban sempat dibawa ke rumah sakit Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Abdul Bima, seorang warga, mengaku menggotong Farhan dari ambulans dalam keadaan tidak sadarkan diri. Namun, meski sudah mendapat penanganan dokter, korban tak selamat.

Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo, Dieqy Hasbi Widhana, Arbi Sumandoyo & Andrian Pratama Taher
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Gilang Ramadhan