STOP PRESS! Satu Anggota Polda Sumut Tewas Diserang 2 Orang Tak Dikenal

Jernih, Mengalir, Mencerahkan bersama Tirto.id

Ketika membicarakan sebuah media online, hal pertama yang dibayangkan orang kebanyakan adalah kecepatan. Begitu tercampur dengan kenangan yang diromantisir tentang media cetak, asumsi itu mengembang: jurnalisme media online adalah jurnalisme yang asal mengundang klik, banyaknya halaman dibuka (page views), lepas dari konteks, dangkal, dan tidak enak dibaca. Orang-orang tersebut seakan berpikir bahwa di dunia ini gerak dan manfaat muskil berbaur karena faktor inheren masing-masing.

Tapi pandangan itu tak sepenuhnya benar. Di alam, air menunjukkan bahwa hal-hal itu tidaklah bertentangan. Air mengalir, mengisi ceruk, sekaligus jernih - menunjukkan kedalaman. Air selalu dibutuhkan. Mencita-citakan jurnalisme yang demikian, kami menamai diri Tirto, yaitu alternatif pengucapan dari tirta yang berarti air.

Selain air, nama Tirto juga kami pilih sebagai ungkapan rasa hormat kepada Tirto Adhi Soerjo (1880-1918), Bapak Pers (ditetapkan pada 1973) sekaligus Pahlawan Nasional (Keppres RI no 85/TK/2006). Almarhum Tirto terlibat dalam penerbitan Soenda Berita, Medan Prijaji, dan Putri Hindia, juga pembentukan Sarekat Dagang Islam. Pada zamannya, Tirto yang cerdas dan kritis memanfaatkan surat kabar sebagai sebagai alat perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, menjuluki Tirto “Sang Pemula” sebagai penanda jasa-jasanya mengawali upaya pencerahan—pada masa itu berupa kesadaran kebangsaan—lewat jurnalisme di Indonesia. Keputusan kami untuk memakai *.id yang merupakan kode domain Indonesia dalam jaringan internet global juga tak lepas dari semangat berbangsa tersebut.

Tirto.id menerjemahkan visi mencerahkan itu sebagai keharusan menyajikan tulisan-tulisan yang jernih (clear), mencerahkan (enlighten), berwawasan (insightful), memiliki konteks (contextual), mendalam (indepth), investigatif, faktual, didukung banyak data kuantitatif dan kualitatif – baik skunder maupun primer, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Kami sengaja memakai logo dengan paduan warna biru sebagai perlambang air jernih dan dalam, serta pemilihan huruf kecil sebagai ujud jati diri kami yang rendah hati dan selalu terbuka yang tidak harus merasa paling benar dan jumawa.
Bersama para awak yang berpengalaman dan terampil di bidang ilmu-ilmu sosial, penulisan jurnalistik, riset, dan olah statistik, Tirto.id memilih melaju di rel jurnalisme presisi (precision journalism). Selain memanfaatkan data berwujud foto, kutipan, rekaman peristiwa, serta data statistik yang ditampilkan baik secara langsung maupun lewat infografik dan video infografik, produk-produk Tirto dilengkapi pula dengan hasil analisis ratusan media massa dari seluruh Indonesia yang disarikan ke dalam bentuk tiMeter (pengukuran sentimen) atas tokoh, lembaga, serta kasus yang dibicarakan dalam tiap-tiap laporan mendalam.

Tirto.id percaya bahwa laporan-laporan yang tercipta dari kekuatan data, disampaikan secara baik, namun tak abai pada kecepatan adalah sumber informasi yang layak diperoleh oleh masyarakat Indonesia hari ini, terutama para pengambil keputusan, dan pengendali perubahan.

Tirto.id berdiri di atas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Tirto.id tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun.

Salam

Tim Redaksi Tirto.id