Menuju konten utama
Decode

Para Penyebar Hoaks Pemilu, Bagaimana Mereka Berperilaku?

Terdapat sejumlah akun pendukung capres tertentu dengan narasi seragam, serta akun yang hanya aktif ketika masa pemilu.

Para Penyebar Hoaks Pemilu, Bagaimana Mereka Berperilaku?
Header Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

tirto.id - Penelitian Tirto selama empat bulan terakhir mengungkap adanya pola dalam penyebaran misinformasi seputar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Terdapat sejumlah akun pendukung capres tertentu dengan narasi seragam, serta akun yang hanya aktif ketika masa pemilu. Sepanjang masa kampanye, Anies Baswedan tetap menjadi capres yang paling diserang hoaks. Namun, jumlah misinformasi bernada positif tentangnya semakin banyak jelang hari H Pemilu.

Dua bulan lalu, Tirto menjabarkan statistik persebaran misinformasi dan disinformasi di berbagai platform media sosial (medsos) mengenai Pemilu 2024 lewat artikel ini. Isinya merangkum riset tentang data hoaks dari artikel cek fakta Tirto dan Tempo yang dipublikasikan Juni–November 2023.

Hasilnya, terungkap mayoritas hoaks—utamanya yang beredar di Facebook—mengarah ke Anies Baswedan, meski ia juga diserang di platform lain. Video merupakan “format pamungkas” dalam penyebaran hoaks tentang seluruh calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Tirto melanjutkan temuan tersebut dengan mengumpulkan data dari artikel cek fakta Tirto dan Tempo yang tayang Desember 2023–Februari 2024. Tujuannya adalah untuk melihat perbedaan persebaran misinformasi dan disinformasi antara sebelum dan setelah masa kampanye.

Ada 78 artikel cek fakta Tirto dan Tempo terkait Pemilu 2024 di periode tersebut. Beberapa artikel membahas hoaks yang sama sehingga tak diikutsertakan ke pengolahan data. Total, terdapat 68 artikel misinformasi terkait Pemilu pada Desember 2023–Februari 2024, atau selama masa kampanye hingga 15 hari setelah Pemilu.

Jumlah artikel itu lebih sedikit dibandingkan data penelitian sebelumnya (Juni–November 2023, 101 artikel), salah satunya diduga karena periode pengumpulan data yang lebih singkat.

Seperti seri sebelumnya, Tirto mengidentifikasi capres-cawapres yang disebut dalam konten misinformasi dan disinformasi, akun penyebar konten hoaks, format hoaks, isu hoaks, serta platform medsos tempat akun-akun ini menyebarkan misinformasi. Tirto kali ini juga mencari pola penyebaran hoaks di masing-masing platform medsos dan kemungkinan adanya jaringan antar akun medsos penyebar hoaks.

Tirto mengumpulkan akun-akun yang masih aktif hingga 1 Februari 2024, serta mengategorikan akun berdasarkan agenda (capres/cawapres yang disasar) dan platformnya, terutama Instagram, Facebook, dan YouTube. Tirto kemudian mengelompokkan akun yang menyerang atau mendukung capres tertentu untuk diperiksa jaringannya.

Tirto pun mendata takarir (caption) dari tiap unggahan akun sepanjang 25–28 Januari 2024 (sebagai sampel hoaks di masa kampanye) untuk dianalisis pola kesamaannya. Periode sampel dibatasi karena terdapat akun Facebook yang menyebarkan misinformasi dan disinformasi dengan jumlah unggahan tinggi setiap harinya, di atas 15 unggahan.

Ada pula pemantauan kualitatif terhadap akun-akun yang dianggap sebagai outlier, terutama yang paling aktif mempublikasikan hoaks.

Platform

Berdasarkan artikel cek fakta Tirto dan Tempo Desember 2023–Februari 2024, mayoritas hoaks berasal dari Facebook, jumlahnya 42,34 persen dari 111 konten hoaks seputar Pemilu 2024. Proporsi itu lebih kecil dibanding Juni–November 2023 yang mencapai 60,84 persen (dari 143 artikel hoaks).

Modus penyebaran hoaks dengan mengunggah ulang video YouTube di Facebook ataupun Instagram mulai ditinggalkan. Di sisi lain, berdasarkan observasi Tirto, jumlah hoaks konten video pendek yang berformat vertikal semakin marak disebar.

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Meski begitu, proporsi jumlah hoaks yang tersebar di Facebook soal Pemilu tetap masih jauh lebih tinggi dibanding platform lain seperti Instagram, YouTube, TikTok, X, WhatsApp, dan Snack Video. Tren ini serupa dengan hasil perhitungan di periode sebelumnya, pada Juni-November 2023.

Perlu diketahui, banyaknya temuan unggahan hoaks dari Facebook dan Instagram, bisa jadi dikarenakan keterlibatan Tirto dan Tempo sebagai pemeriksa fakta pihak ketiga untuk Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Melalui kerjasama dengan Meta, Tirto dan Tempo punya akses ke dashboard Meta yang menjadi salah satu sumber penemuan unggahan hoaks seputar pemilu di Facebook dan Instagram.

Target

Selama masa kampanye hingga akhir Pemilu 2024 di Februari, Anies Baswedan masih menjadi yang paling banyak dikaitkan dengan hoaks, jumlahnya 33,82 persen (23 dari 68 artikel) pada Desember 2023–Februari 2024. Angka itu lebih kecil dari Juni–November 2023 saat proporsinya 43 persen (44 dari 101 artikel).

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Selanjutnya, ada Prabowo Subianto (32,25 persen) dan Gibran Rakabuming (29,41 persen). Proporsi hoaks tentang pasangan nomor urut 02 ini naik dibanding Juni–November 2023, yang kala itu masing-masing sekitar 20 persen dan 15 persen.

Muhaimin Iskandar kian banyak dikaitkan dengan isu hoaks setelah resmi menjadi pasangan Anies, porsinya mencapai 17,65 persen atau separuh dari temuan hoaks tentang Anies. Di Juni–November 2023, jumlah hoaks seputar politisi yang kerap disapa Cak Imin tersebut hanya berkisar 5 persen.

Pasangan nomor urut 03—Ganjar Pranowo dan Mahfud MD—cenderung sepi isu hoaks, jumlahnya masing-masing 11,76 persen dan 10,29 persen. Di periode Juni–November 2023, 16,38 persen hoaks mengarah ke Ganjar, lebih banyak dari Gibran dan Cak Imin.

"Pilpres 2024 dapat dikatakan sebagai pertarungan Prabowo vs Anies. Keduanya memiliki posisi dan branding yang saling berhadapan. Prabowo mengusung 'keberlanjutan' pemerintahan Jokowi. Sedangkan Anies mengusung 'perubahan', yang mana itu banyak ditafsirkan sebagai anti-tesis dari pemerintahan Jokowi. Posisi dan branding politik Ganjar terlihat lemah," kata analis sosial-politik Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Musfi Romdoni, pada Tirto, Jumat (26/4/2024). Ia juga menyebut soal elektabilitas Ganjar yang konsisten terus turun.

"Faktor-faktor itu yang membuat publik lebih banyak membicarakan Prabowo dan Anies ketimbang Ganjar. Saya rasa elite politik juga menangkap ini," katanya.

Hoaks lebih menyerang pasangan capres-cawapres, bukan perseorangan. Hal tidak lepas dari penetapan pasangan calon yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 11 November 2023.

Anies-Cak Imin menjadi sasaran favorit, hoaks yang membahas keduanya secara “sepaket” dikulik lewat tujuh artikel (sekitar 10 persen). Sementara, Prabowo-Gibran hanya enam artikel (sekitar delapan persen), dan Ganjar-Mahfud ada di dua artikel (tak sampai 3 persen).

Klasifikasi Isu

Hampir setengah (48,53 persen) dari 68 artikel cek fakta seputar Pemilu 2024 pada Desember 2023–Februari 2024 berkaitan dengan isu politik. Di Juni–November 2023 proporsinya 56,44 persen.

Hoaks tentang SARA cenderung meningkat jelang hari pencoblosan. Beberapa di antaranya adalah hoaks soal Anies pindah agama, Prabowo menolak dukungan dari santri, serta Ganjar yang disebut salat di gereja.

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Ada pula peningkatan hoaks seputar kecurangan pemilu, seperti penggunaan cara ilegal saat debat, pembagian logistik Pemilu bergambar salah satu pasangan calon, hingga hasil exit poll yang keluar sebelum waktunya.

Format

Berdasarkan data yang diolah Tirto, unggahan misinformasi berbentuk video dan teks pada Desember 2023–Februari 2024 makin mendominasi, yakni 83,78 persen dari 111 konten. Di Juni–November 2023, proporsinya 70,75 persen dari 147 unggahan.

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Format gambar dan teks juga meningkat (11,71 persen) di periode Desember 2023-Februari 2024, dari 4,76 persen di periode sebelumnya. Pada masa kampanye hingga akhir pemilu, format ini menjadi lebih populer dari hoaks berbentuk video tanpa teks penyerta.

Video tanpa teks, yang sebelumnya mencapai 22,45 persen dari 147 unggahan, pada Juni–November 2023, turun jadi 2,7 persen di periode Desember 2023-Februari 2024.

Sentimen

Ada pergeseran tren sentimen tentang Anies. Di Juni–November 2023, sekitar 67,5 persen dari total misinformasi yang berhubungan dengan Anies tercatat bernada negatif. Pada Desember 2023–Februari 2024, dari 23 hoaks seputar Anies, 12 bernada positif dan 11 bernada negatif. Tingginya persentase kemunculan hoaks bernada positif soal Anies menjelang kampanye ini menjadi salah satu temuan menarik dari analisis Tirto.

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Sentimen negatif terhadap Prabowo melesat dari 55 persen (Juni–November 2023) ke 68 persen (Desember 2023-Februari 2024). Gibran konsisten dicatut dalam hoaks bernada negatif, pembahasan positifnya sangat minim.

Ganjar tak banyak menjadi target, tetapi hoaks tentangnya semakin positif sejak Desember 2023. Misinformasi tentang Ganjar pada Juni–November 2023 cenderung imbang. Namun, saat masa kampanye hingga hari Pemilu, tiga dari empat hoaks terkait Ganjar bernada positif. Tren ini mirip dengan Anies, meski jumlah isu hoaks tentangnya hanya sepertiga Anies.

Mengenai hal ini, Musfi dari ISESS menyatakan, counter narasi positif terkait Anies dan Ganjar mungkin terkait dengan blunder mereka dalam menyerang Prabowo.

"Dalam pengamatan saya, momen debat Pilpres 2024 sepertinya menjadi blunder untuk Anies dan Ganjar. Alih-alih fokus untuk menunjukkan kelebihan programnya, keduanya justru lebih banyak “menyerang” Prabowo," katanya, sambil menyebut momen ketika kedua tokoh tersebut mengkritik Prabowo sebagai Menteri Pertahanan di debat capres.

Menurutnya, strategi ini meleset jauh. Prabowo justru mendapat simpati publik yang melimpah.

"Momen itu saya kira membuat tim Anies dan tim Ganjar sadar bahwa tidak tepat untuk fokus menjatuhkan citra Prabowo. Fokus mereka kemudian bergeser untuk menguatkan citra Anies dan Ganjar secara positif," katanya.

Terkait kemungkinan pengerahan buzzer untuk mempengaruhi sentimen publik terhadap capres, Musfi menyebut, "Itu [penggunaan buzzer] merupakan kelaziman dalam setiap pemilu, khususnya sejak era media sosial. Di sini kita perlu memberi catatan khusus. Pada praktiknya penggunaan buzzer sering kali digunakan untuk melakukan kampanye negatif dan kampanye hitam, daripada fokus untuk menguatkan citra positif."

Ia melanjutkan, "Penggunaan buzzer membuat praktik demokrasi menjadi ilusif karena publik sulit membedakan antara persepsi yang orisinal dengan persepsi buatan dari buzzer."

YouTube: Kanal-Kanal Mempublikasikan Konten Hoaks Identik

Beberapa kanal YouTube, yang teridentifikasi menyebarkan hoaks, telah aktif sejak Juni 2023. Bahkan, beberapa kanal seperti Berita Politik Official, Garis Politik dan INFO RAKYAT, bahkan masih mengunggah konten hingga tulisan ini dibuat. Kanal Seputar Istana sudah terhapus. Pakde TV—yang berganti nama menjadi Panggung Politik—sudah tak aktif per April 2024.

Dari pengamatan Tirto, kanal Berita Politik Official selalu menyerang Prabowo-Gibran dan Anies, begitu juga Garis Politik dan INFO RAKYAT. Ketiganya cenderung mendukung Ganjar.

Tirto sempat mengumpulkan takarir dari unggahan Berita Politik Official dan Garis Politik yang tayang pada 25–28 Januari 2024 untuk menemukan kesamaan. Tirto juga melakukan hal serupa untuk kanal Jurnal Radio yang memiliki agenda yang sama dan telah teridentifikasi menyebar hoaks. Takarir tersebut dianalisis menggunakan Voyant Tools. Namun, tidak ada kesamaan kata kunci, selain kata umum seperti “Jokowi” dan “Prabowo”.

Tirto kemudian memeriksa judul unggahan kanal penyebar hoaks lain yang menyerang Prabowo dan Anies, yakni INFO RAKYAT, Politik Dotco, dan Garis Politik. Hasilnya, sepanjang 25–28 Januari 2024, ada lebih dari lima unggahan dengan judul serupa, sebagaimana terlihat di tangkapan layar:

rangkuman thumbnail-penebar hoaks youtube

rangkuman thumbnail-penebar hoaks youtube. FOTO/Tangkapan Layar

Misalnya, unggahan INFO RAKYAT pada 26 Januari 2024 berjudul “tom buka rahasia kinerja luhut dan bahlil, ternyata”, persis dengan video Garis Politik di tanggal yang sama. Sehari setelahnya, Politik Dotco mengunggah video berjudul “Tom Buka Rahasia Kinerja Luhut Dan Bahlil,Ternyata mereka...?”.

Isi videonya pun sama, mulai dari footage yang disisipkan, sampai kata per kata yang disampaikan narator. Begitu pula dengan thumbnail yang digunakan. Ini mengindikasikan adanya pola koordinasi penyebaran konten misinformasi dengan pesanan narasi yang sama.

Video-video tersebut kerap diunggah ulang (re-upload) ke medsos lain, termasuk Facebook. Contohnya, video kanal Garis Politik berikut diunggah di akun Facebook “Parameter Major” (sudah terhapus, tetapi terangkum di artikel Periksa Fakta ini).

Pengunggahan ulang konten juga ditemukan di akun Facebook Mindblowiing dan Danillaa. Pada kedua akun tersebut, ada pengunggahan ulang konten kanal Panggung Politik. Unggahan di Facebook keduanya telah terhapus, tetapi tangkapan layarnya terangkum dalam artikel Periksa Fakta berikut.

Facebook: Hapus Konten dan Ganti Identitas Akun

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa sejumlah akun Facebook yang teridentifikasi aktif menyebarkan hoaks pada Juni–November 2023, seperti Danillaa, Diirham,Daily Vlogger, Gerard Smith dan Candaan Politik, per 26 April ini tak lagi aktif. Namun, berdasarkan observasi, Tirto menemukan ada pola yang hampir serupa dari aktivitas sejumlah akun itu.

Pertama, sejumlah akun tersebut kini telah menghapus hampir semua unggahan yang berkaitan dengan politik.

Kedua, sejumlah akun tersebut mengganti nama akun. Salah satu contohnya adalah akun Danillaa yang sebelumnya bernama Daily Qinan (diganti pada Desember 2023). Akun tersebut sepanjang Juni–November 2023 telah menyebarkan tujuh narasi hoaks.

Tirto mengamati, akun yang sempat mengunggah narasi hoaks soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Anies sebagai tersangka kasus Formula E itu per April 2024 telah menghapus hampir semua unggahan politik. Hanya ada tiga narasi politik yang tersisa.

Dari penelusuran laman page transparency Danillaa, terungkap akun tersebut telah berkali-kali mengganti nama akun. Berawal dari Games Bacod pada 4 Agustus 2020, menjadi Galih Putra” pada 23 Februari 2023, dan Ailyn Zoila per 9 Juni 2023. Nama berganti ke Daily Qinan pada 13 Oktober 2023, lalu Danillaa sejak 12 Desember 2023.

history nama akun Danillaa

history nama akun Danillaa. FOTO/Tangkapan Layar

Akun itu tampak berubah menjadi akun pribadi, terlihat dari sejumlah unggahan sejak 16 Februari 2024–7 Maret 2024 yang memperlihatkan aktivitas keseharian dari sosok seorang pria yang diduga sebagai pemilik akun.

Pola yang sama juga terlihat di akun “Diirham” (sebelumnya “T8pol”) yang per April 2024 telah menghapus hampir semua unggahan bernarasi politik. Aktivitas terakhir yang tercatat adalah penggantian nama pada 30 November 2023, serta penggantian foto profil pada 21 Februari 2024.

Hal serupa terjadi di akun Candaan Politik (sebelumnya “1925 News”) yang memiliki 15 ribu pengikut. Akun yang sempat menyebarkan narasi hoaks soal ribuan kader Partai Nasdem tolak Anies tersebut bahkan menghapus semua unggahan. Aktivitas terakhir yang tercatat adalah penggantian nama akun pada 4 Januari 2024.

History akun 1925

History akun 1925. FOTO/Tangkapan Layar

Di periode Desember 2023–Februari 2024, Tirto mengidentifikasi akun-akun Facebook yang masih aktif hingga 1 Februari 2024, lalu menganalisisnya untuk melihat pola persebaran hoaks.

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Terungkap, ada 33 akun Facebook yang masih aktif menyebarkan hoaks. 10 akun teridentifikasi menyebarkan narasi hoaks positif (dukungan) terhadap Anies. 16 akun menyebarkan narasi hoaks yang mendukung Prabowo, dua akun lainnya menyebarkan narasi hoaks sentimen positif terhadap Ganjar. Sisanya, lima akun teridentifikasi aktif menyebarkan hoaks narasi negatif ke Prabowo.

Berdasarkan hasil scraping atas 33 akun itu, Tirto melakukan pengamatan khusus terhadap akun Siwi Dewi Sitoresmi dan Sugi Harto karena keduanya tercatat paling aktif menyebarkan narasi hoaks sepanjang Desember 2023–Februari 2024. Terdapat akun Facebook yang menyebarkan misinformasi dan disinformasi dengan jumlah unggahan tinggi setiap harinya, di atas 15 unggahan.

Dalam akun Siwi Dewi Sitoresmi, Tirto menemukan akun tersebut menyebarkan 85 unggahan pada 25–28 Januari 2024. Sementara, akun Sugi Harto mengunggah 28 konten.

Sekitar 44 persen (38 unggahan) akun Siwi Dewi Sitoresmi merupakan hoaks dengan narasi positif tentang Anies. 28 unggahan atau 33 persen dari total unggahan berupa narasi negatif seputar Prabowo. Sisanya, merupakan narasi negatif yang dialamatkan untuk Presiden Jokowi, Ganjar Prabowo, Gibran, hingga Fadli Zon.

Sentimen negatif dari akun Siwi Dewi Sitoresmi untuk Prabowo juga terlihat dari kata yang paling banyak disebutkan dalam takarir. Lewat Voyant Tools, terlihat kata “Wowo” (merujuk pada nama plesetan yang disematkan ke Prabowo) paling banyak disebut, mencapai 10 kali. Disusul “Dinasti” (enam kali), “Amin” (empat kali), serta “Samsul” dan “Mukidi” sebanyak tiga kali.

Pola yang sama juga ditemukan di akun Sugi Harto. Sepanjang 25–28 Januari 2024, 75 persen unggahan atau sekitar 21 konten di akun tersebut merupakan narasi positif (dukungan) terhadap Anies. Contohnya adalah klaim tentang Partai Buruh resmi mendukung Anies.

Namun, Tirto tidak bisa melakukan penelusuran kata lewat Voyant Tools lantaran semua konten di akun itu adalah hasil pengunggahan ulang dari YouTube tanpa tambahan takarir.

Meski begitu, Tirto menemukan pola penyebaran konten yang hampir serupa, kedua akun itu hanya mengunggah ulang konten narasi penyebaran hoaks dari akun atau platform lain.

Perbedaannya terdapat dalam teknis pengunggahan ulang konten. Akun Siwi Dewi Sitoresmi cenderung lebih banyak mengunggah narasi dalam bentuk foto dan video berdurasi pendek dari Tiktok, YouTube, dan Snack Video. Siwi Dewi Sitoresmi memberi keterangan tambahan di takarir untuk menekankan sentimen.

Akun Sugi Harto hanya mengunggah ulang konten video dari YouTube tanpa menambahkan keterangan. Tirto tidak menemukan kesamaan dari segi judul dan konten unggahan Sugi Harto dengan akun lainnya.

Instagram: Penyebar Hoaks Tetap Aktif tapi Hapus Jejak Konten

Selain menganalisis akun penyebar hoaks di Facebook, Tirto juga mencoba menganalisis akun-akun di Instagram dengan metode yang sama. Dari daftar akun penyebar hoaks di Instagram, per 1 Februari 2024, diketahui hanya ada dua akun yang masih getol mengunggah konten, yakni akun "petuahnegeri" dan "yogyaterupdate".

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024

Infografik Periksa Data Analisis Hoaks Pemilu 2024. tirto.id/Quita

Kedua akun itu sebelumnya punya sentimen yang sama: menyerang pasangan nomor urut 1, Anies-Cak Imin. Meski keduanya kini tak lagi mengunggah narasi terkait pemilu, Tirto telah mengarsipkan sejumlah unggahan lawasnya.

Berdasarkan hasil scraping kami selama 25–28 Januari 2024, yang kini telah dihapus oleh kedua akun tersebut, kami tak menemukan adanya kesamaan tagar dalam unggahan kedua akun, selain tagar #aniesbaswedan. Secara umum, akun "yogyaterupdate" kerap menggunakan tagar hari, seperti “malamminggu”, “minggupagi”, “maljum” atau “jumatbarokah”.

Lain dengan akun "yogyaterupdate", akun "petuahnegeri" justru menggunakan tagar sejumlah daerah, termasuk “medan”, “sumut”, “yogyakarta”, dan “semarang”.

Jika ditarik ke belakang sejak 2022 sampai 5 Februari 2024, akun Instagram petuahnegeri diketahui paling banyak menggunakan tagar “Indonesia”,”jokowi”, “aniesbaswedan”, “medan”, “islam”, “Jakarta”, “bali”, dan “muslim” dalam narasinya. Tak jarang akun tersebut juga menyematkan tagar beberapa tokoh agama, seperti #ustadzabdulsomad dan #ustadzadihidayat.

Di bawah tagar kedua tokoh agama itu, konten yang dibagikan umumnya tak berkaitan dengan sosok aslinya. Pada Minggu (4/2/2024) misalnya, akun "petuahnegeri" menyebarkan narasi tentang banyaknya proyek di DKI Jakarta yang tersendat selama kepemimpinan Anies. Per Selasa (23/4/2024), unggahan tersebut sudah diturunkan dan kini hanya bersisa sedikit unggahan terkait pemilu.

Unggahan paling lama yang ada di laman akun Instagram "petuahnegeri" kini yakni sebuah pernyataan yang diklaim bersumber dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Konten itu disebarkan pada 15 Februari 2024 dan tak lupa disematkan tagar #ustadzabdulsomad #ustadzadihidayat.

Salah satu informasi hoaks yang pernah diperiksa Tirto juga tampak tak tersedia lagi di laman akun "petuahnegeri". Mundur ke belakang, pada September 2023, akun tersebut pernah menyebarkan narasi menyesatkan bahwa safari politik Anies terhenti karena mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, diciduk KPK.

Desain tanpa judul - 1

Contoh Unggahan Petuahnegeri. FOTO/Tangkapan Layar

Sementara itu, apabila bergeser ke akun Instagram "yogyaterupdate", sebaran kata dalam tagar yang digunakan sejak 2022 cenderung tajam dan bersifat ejekan, seperti “aniesgabenerpembohong”, “aniesgabisakerja”, dan “bapakpolitikidentas”.

Terdapat pola penggunaan tagar, di mana dua tagar pertama yang disebutkan di atas konsisten disematkan akun "yogyaterupdate" dalam urutan tagar kedua dan ketiga, sejak unggahannya pada 16 Juni 2023 hingga 5 Februari 2024.

Dalam postingannya sebelum 16 Juni 2023, akun tersebut justru banyak menggunakan tagar #tenggelamkananiesbaswedan dan #indonesiatanpakhilafah. Pertengahan Juni tahun lalu itu menandai momen di mana Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 terkait sistem proporsional terbuka dalam pemilu.

Tagar #aniesgabenerpembohong dan #aniesgabisakerja juga digunakan oleh akun "petuahnegeri", meski hanya satu unggahan. Beberapa tagar lain yang sama-sama dipakai oleh kedua akun ini di antaranya #nkrihargamati dan #indonesiaemas.

Jika ditilik, beberapa unggahan di bawah tagar #nkrihargamati kadang digunakan "yogyaterupdate" untuk narasi-narasi yang berhubungan dengan kinerja Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tapi juga memuat komentar-komentar tokoh publik terhadap pencalonan Anies sebagai presiden di Pemilu 2024.

Akun "yogyaterupdate" konsisten menggunakan tagar #nkrihargamati selama 6 Desember 2022 sampai 11 Januari 2023. Anies sendiri telah resmi dideklarasikan Partai Nasdem sebagai capres yang diusung untuk maju pilpres, pada Oktober 2022.

Sama seperti akun "petuahnegeri", banyak unggahan akun "yogyaterupdate" terkait pemilu yang sudah dihapus. Per Selasa (23/4/2024), linimasa akun tersebut banyak diwarnai oleh informasi yang berhubungan dengan sosok Jokowi atau pemerintahan saat ini. Jokowi kerap digambarkan secara positif, salah satunya saat menegaskan soal utang luar negeri yang masih terkendali.

Associate Professor Public Policy and Management program Monash University Indonesia, Ika Karlina Idris, berpendapat, penghapusan konten yang dilakukan oleh akun-akun semacam ini kemungkinan ditujukan untuk menghilangkan jejak apa yang sudah mereka tulis.

“Karena kemarin itu kan banyak buzzer-buzzer yang beralih, misal @partaisocmed aja, yang tadinya pro-Jokowi, tahu-tahu dia dukung Prabowo-Gibran. Nah, sebenernya banyak tuh waktu lagi pilpres tuh, banyak yang tahu-tahu berubah,” kata Ika, lewat sambungan telepon, Rabu (24/4/2024).

Selain itu, menurut Ika, konten-konten hoaks yang pernah diunggah mungkin terdeteksi oleh platform atau dilaporkan oleh warganet. Alasan di balik beberapa akun hilang bisa jadi karena tujuan pembuatan akun hanya untuk meramaikan sesaat.

Akun "yogyaterupdate" diketahui masih sempat menyebarkan narasi yang menyerang capres tertentu selama periode Desember 2023 - Februari 2024.

Pada 29 Januari 2024 misalnya, akun itu mengunggah reel dengan klaim Partai Nasdem akui Amerika Serikat mendukung Anies di Pilpres 2024 dengan menampilkan dokumentasi kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Republik Indonesia, Sung Y. Kim, ke kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain "yogyaterupdate", muncul juga beberapa “pemain” baru dalam sirkulasi penyebaran hoaks sepanjang Desember 2023–Februari 2024.

Hasil analisis terhadap artikel periksa fakta Tirto dan Tempo pada periode itu menemukan ada sebanyak 27 akun Instagram yang menyebarkan informasi salah selama Desember 2023–Februari 2024, baik dengan sentimen menyerang atau mendukung capres tertentu, dan baik yang masih aktif maupun tidak aktif.

Untuk akun-akun yang menyerang Anies, selain "yogyaterupdate" ada pula akun bernama @gue.hace805, @cipkren_plg, dan @prabowo_jagoanku. Dua akun terakhir itu tampak masih aktif mengunggah narasi soal pemilu hingga April ini.

Saat menelusuri unggahan terdahulu, akun @prabowo_jagoanku diketahui banyak mengunggah soal produk perawatan kulit dan informasi jasa booster game. Lalu pada awal September 2023, akun tersebut baru menyebarkan narasi menyoal Anies dan dibubuhkan tagar #TolakAnies.

Ika menjelaskan, selain karena tawaran uang, akun semacam itu juga memiliki pengikut yang banyak.

“Banyak deh akun game, resep masakan, akun bola. Resep masakan itu ada, aneh banget, populer banget, aku follow dulu, populer banget itu, selalu aku analisis beberapa percakapan politik masa naik dia,” ungkap Ika.

==

Shanies Tri Pinasthi dan Louis Lugas Wicaksono berkontribusi terhadap pembuatan artikel ini.

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Farida Susanty, Fina Nailur Rohmah, Alfons Yoshio Hartanto & Alfitra Akbar

tirto.id - Politik
Penulis: Farida Susanty, Fina Nailur Rohmah, Alfons Yoshio Hartanto & Alfitra Akbar
Editor: Farida Susanty