Menuju konten utama

Apa Saja Keunggulan dan Kelemahan Memakai Internet Starlink?

Berikut ini sejumlah keunggulan dan kelemahan menggunakan jaringan internet Starlink milik Elon Musk.

Apa Saja Keunggulan dan Kelemahan Memakai Internet Starlink?
Konsep konektivitas global dengan jalur koneksi jaringan komunikasi di seluruh dunia di sekitar planet Bumi dilihat dari luar angkasa. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Ada sejumlah keunggulan dan kelemahan Starlink yang sebaiknya Anda ketahui sebelum menggunakan layanan internet tersebut. Berikut ini keunggulan dan kelemahan memakai internet Starlink.

Apabila Anda berada di kawasan pedesaan dan pedalaman yang tidak memungkinkan terjangkau kabel internet, Starlink menjadi salah satu solusi supaya tetap dapat berselancar di sosial media dan sebagainya.

Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit dari SpaceX, perusahaan Amerika Serikat yang berada di bawah arahan Elon Musik.

Sebagai konstelasi satelit pertama dengan low Earth orbit, Starlink mampu memberikan layanan internet broadband yang mendukung streaming, game online, hingga panggilan video meskipun Anda berada di lokasi pedalaman.

Apa Keunggulan Starlink?

Starlink memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi alasan, seseorang dapat memakai layanan internet tersebut. Berikut ini keunggulan Starlink dibandingkan layanan internet satelit lainnya:

  • Konektivitas Starlink mampu menjangkau hingga lokasi paling terpencil di dunia.
  • Starlink menyediakan penggunaan kuota tanpa batas dengan kecepatan internet yang tinggi.
  • Uji coba dapat dilakukan selama 30 hari, Anda dapat mengembalikan Starlink dan mendapatkan pengembalian dana penuh semisal tidak puas.
  • Penggunaan Starlink tidak ada kontrak yang memungkinkan Anda dapat membatalkan kapan saja dengan alasan apa pun.
  • Starlink dirancang tahan dengan berbagai kondisi seperti salju mencair, hujan es, hujan lebat, hingga angin kencang.
  • Konektivitas Starlink lebih cepat dibandingkan jaringan nirkabel tetap 4G, internet satelit konvensional, ADSL, VDSL, dan paket fiber dasar.
  • Starlink memiliki latensi (lag) yang rendah sehingga kualitas layanan internet lebih baik.
  • Pemasangan perangkat Starlink lebih mudah. Cukup dengan menyambungkan perangkat ke listrik dan mengarahkannya ke langit.

Apa Kelemahan Starlink?

Selain kelebihan, Starlink memiliki sisi kelemahan yang dapat menjadi pertimbangan Anda sebelum menggunakannya. Berikut ini sejumlah kelemahan yang dimiliki layanan internet satelit Starlink:

  • Biaya penggunaan Starlink lebih mahal dibandingkan layanan internet nirkabel.
  • Perangkat Starlink harus mengarah langsung ke langit dan bebas halangan. Untuk menentukan lokasi pemasangan lebih baik, Anda dianjurkan mengunduh aplikasi Starlink.
  • Pemasangan instalasi Starlink dilakukan secara mandiri. Anda mungkin harus merogoh kocek apabila meminta seseorang memasangkannya.
  • Anda tidak dapat menghubungi layanan pelanggan melalui telepon.
  • Perangkat keras Starlink terbaru menggunakan sekitar 40 Watt. Hal dimungkinkan meningkatkan pembayaran listrik Anda.
*Data kelemahan di atas, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti peningkatan kualitas layanan Starlink.

Cara dan Biaya Berlangganan Starlink di Indonesia

Anda dapat berlangganan Starlink dengan mengunjungi laman https://www.starlink.com/id dan melakukan proses pemesanan sesuai paket pilihan. Berikut ini biaya langganan Starlink di Indonesia:

1. Pribadi

A. Residensial (terhubung di rumah):

  • Biaya layanan Rp750.000 per bulan
  • Biaya perangkat keras Rp7.800.000
  • Biaya pengiriman dan penanganan Rp345.000
B. Jelajah (terhubung saat bepergian):

  • Biaya layanan Rp990.000 per bulan
  • Biaya perangkat keras Rp7.800.000
  • Biaya pengiriman dan penanganan Rp345.000
C. Kapal (terhubung di perairan):

  • Biaya layanan mulai Rp4.345.000 per bulan
  • Biaya perangkat keras Rp43.721.590
  • Biaya pengiriman dan penanganan Rp345.000
2. Business

A. Lokasi Tetap (konektivitas untuk bisnis):

  • Biaya layanan mulai Rp1.100.000 per bulan
  • Biaya perangkat keras Rp7.800.000
  • Biaya pengiriman dan penanganan Rp1.400.000
B. Mobilitas Darat (konektivitas saat bepergian di darat):

  • Biaya layanan mulai Rp4.345.000 per bulan
  • Biaya perangkat keras Rp43.721.590
  • Biaya pengiriman dan penanganan Rp1.400.000
C. Maritim (konektivitas di perairan):

  • Biaya layanan mulai Rp4.345.000 per bulan
  • Biaya perangkat keras Rp43.721.590
  • Biaya pengiriman dan penanganan Rp1.400.000.

Baca juga artikel terkait STARLINK atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Teknologi
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yandri Daniel Damaledo