Menuju konten utama

Obat & Makanan Penetral setelah Makan Daging agar Tidak Pusing

Sering merasa pusing setelah makan banyak daging? Ketahui berbagai rekomendasi minuman dan makanan penetral setelah makan daging agar tubuh tetap sehat.

Obat & Makanan Penetral setelah Makan Daging agar Tidak Pusing
Ilustrasi Pusing. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Bingung cara mengatasi pusing setelah makan daging? Keluhan pusing memang kerap dirasakan sebagian orang setelah mengonsumsi daging, terutama dalam jumlah besar seperti saat momen Idul Adha atau barbeque bersama teman. Namun, apakah ada makanan penetral setelah makan daging?

Mengonsumsi daging, apalagi jika berlebihan, sering kali menimbulkan banyak keluhan kesehatan, salah satunya adalah rasa pusing yang membuat tubuh jadi terasa tidak nyaman.

Mengingat daging kerap dituding sebagai penyebab kolesterol dan tekanan darah naik, tak heran banyak orang langsung panik ketika merasa pusing setelah mengonsumsi daging. Padahal, penyebabnya belum tentu demikian.

Di sini, kita akan membahas secara lebih lengkap mengenai penyebab pusing setelah makan daging serta berbagai pilihan makanan dan minuman yang dapat membantu meredakan gejala tersebut menurut ahli.

Kenapa setelah Makan Daging Bisa Muncul Pusing?

Ilustrasi sakit kepala

Ilustrasi Pusing. iStockphoto/Getty Images

Daging merah seperti daging sapi dan kambing merupakan makanan yang kaya akan protein. Namun, daging memang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Bahkan, tidak semua orang bisa “bersahabat” dengan daging sehingga muncul berbagai keluhan setelah memakannya.

Meski daging identik sebagai penyebab kolesterol dan hipertensi, tapi rasa pusing yang muncul setelah mengonsumsi daging tidak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan tersebut.

Porsi Makan Berlebihan yang Memicu Hipotensi Postprandial

Mengonsumsi daging secara berlebihan dalam satu waktu bisa menyebabkan rasa pusing. Menurut laman Cleveland Clinic, makan dalam porsi besar bisa memicu terjadi hipotensi pascamakan yang salah satu gejalanya adalah pusing.

Melalui akun TikTok @dokkcep, dr. Cecep Hermawan, AIFO-K, juga menjelaskan hal serupa. Pusing setelah makan banyak daging jangan langsung mendiagnosis diri “kolesterol naik” karena hal itu bisa jadi gejala hipotensi postprandial.

Penurunan tekanan darah yang signifikan ini bisa terjadi hingga dua jam setelah makan. Kondisi ini disebabkan adanya peningkatan aliran darah ke organ lambung dan usus yang kemudian dapat mengurangi aliran darah ke bagian tubuh lainnya.

Hal ini menyebabkan detak jantung meningkat untuk memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh, sementara pembuluh darah juga menyempit. Kedua faktor inilah yang dapat menyebabkan seseorang merasa pusing setelah makan, terutama jika porsi makannya berlebihan.

Gangguan Pencernaan dan Keracunan Makanan

Kemungkinan lain penyebab pusing setelah makan daging adalah adanya gangguan pencernaan. Situs Verywell Health menjelaskan bahwa gastroparesis (lambatnya pengosongan lambung) dapat menyebabkan pusing setelah makan.

Kondisi ini membuat makanan bertahan lebih lama di lambung sehingga penyerapan nutrisi terganggu dan dapat memicu kelemahan, dehidrasi, hingga rasa pusing.

Sementara itu, Siloam Hospital menerangkan bahwa pusing yang muncul setelah makan daging juga bisa jadi disebabkan oleh keracunan makanan atau ketika daging sudah terkontaminasi bakteri seperti Salmonella, Listeria, atau E. coli.

Ilustrasi gangguan Pencernaan

Ilustrasi gangguan Pencernaan. foto/IStockphoto

Alergi Daging dan Efek Samping Tiramin

Pusing dapat dipicu oleh reaksi alergi daging merah. Hal ini bisa merangsang tubuh memproduksi senyawa histamin secara berlebihan yang akhirnya menimbulkan efek samping berupa pusing.

Di sisi lain, kandungan tiramin dalam daging juga bisa menyebabkan pusing. Tiramin dapat memicu produksi hormon epinefrin yang menyebabkan lonjakan tekanan darah dan denyut jantung. Efeknya bisa berupa migrain, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu

Seseorang yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu (seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau asam urat) juga bisa merasa pusing setelah makan daging.

Daging termasuk makanan yang mengandung lemak jenuh dan garam tinggi. Kandungannya bisa meningkat jika diolah dengan berbagai bahan lainnya, misalnya ditambah santan dan garam yang cukup banyak.

Lemak jenuh berisiko meningkatkan kolesterol yang lambat laun membentuk plak dan menyempitkan pembuluh darah, sementara asupan garam yang tinggi akan menahan cairan di dalam tubuh dan meningkatkan volume darah.

Hal inilah yang bisa memicu lonjakan tekanan darah (hipertensi) dan menimbulkan rasa pusing atau nyeri di kepala sebagai salah satu gejalanya.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

Mengatasi rasa pusing yang muncul setelah makan daging memang harus sesuai dengan akar penyebabnya. Istirahat yang cukup, minum air, serta menghindari makanan-makanan berlemak bisa jadi pertolongan awal, terutama jika pusing yang muncul dirasa ringan.

Namun, jika pusing dirasa sudah sangat mengganggu atau tidak kunjung hilang, jangan ragu untuk segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apabila rasa pusing disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala, nyeri di dada, penglihatan mulai terganggu, lemas, atau bahkan sampai pingsan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

10 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu setelah Makan Daging

VEGETARIAN

Ilustrasi Makanan Sehat. Foto/iStock

Mengonsumsi makanan penetral setelah makan daging sangat penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan. Melalui kanal YouTube pribadinya, dr. Ruly Rahadian menjelaskan bahwa daging membutuhkan waktu cerna lebih lama.

Hal ini pun berisiko meninggalkan sisa makanan yang tidak tercerna secara optimal di saluran cerna. Ketika sisa tersebut berinteraksi dengan bakteri usus, maka akan terbentuk gas yang memicu gangguan pencernaan, termasuk perut kembung, begah, hingga rasa tidak nyaman setelah makan.

Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada orang berusia lanjut karena gerakan usus dan produksi enzim pencernaan tidak lagi seefektif saat masih muda.

Selain faktor usia, beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes dan gangguan asam lambung juga dapat memperlambat proses pengosongan lambung dan pergerakan usus. Akibatnya, makanan bertahan lebih lama di saluran pencernaan sehingga risiko kembung dan gangguan pencernaan meningkat.

Untuk meminimalkan risiko dampaknya, terdapat beberapa minuman dan makanan penetral setelah makan daging yang bisa dikonsumsi, berikut di antaranya:

1. Air Putih

Air putih merupakan pilihan paling sederhana sekaligus paling penting untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman setelah makan daging. Air putih membantu kinerja ginjal dalam membuang racun setelah tubuh mencerna daging yang kita makan.

Kurangnya asupan cairan dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dan menghambat proses pengeluaran racun dari tubuh.

2. Air Jahe

Air jahe dapat menjadi pilihan minuman hangat yang membantu meredakan pusing setelah makan daging, terutama jika keluhan disertai rasa begah atau perut tidak nyaman.

Jahe mengandung senyawa aktif bernama gingerol yang dikenal dapat membantu melancarkan proses pencernaan sekaligus mengurangi rasa kembung akibat penumpukan gas di dalam saluran cerna. Jika rasa jahe terlalu kuat, minuman ini bisa ditambahkan sedikit madu sesuai selera.

3. Teh Herbal (Teh Chamomile atau Peppermint)

Berbagai jenis teh herbal seperti chamomile atau peppermint juga dapat membantu meredakan ketidaknyamanan setelah makan daging. Teh herbal dikenal memiliki efek menenangkan pada saluran pencernaan sehingga dapat membantu mengurangi rasa penuh atau begah.

Ilustrasi Teh Peppermint

Ilustrasi Teh Peppermint. foto/istockphoto

4. Jus Lemon atau Jeruk Nipis

Jus lemon atau jeruk nipis kaya akan vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi dari daging merah. Selain itu, kedua buah ini juga mengandung asam sitrat dalam jumlah tinggi yang dapat membantu proses pencernaan makanan berlemak sehingga tubuh tidak merasa terlalu berat setelah makan.

Tak hanya membantu penyerapan nutrisi, kandungan vitamin C dalam lemon maupun jeruk nipis juga berperan dalam mendukung kerja organ hati dalam memproses lemak dari daging.

5. Bayam

Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang direkomendasikan untuk dikonsumsi setelah makan daging karena kaya akan nutrisi, termasuk serat yang akan membantu memperlancar proses pencernaan setelah makan daging.

Bayam bisa dijadikan minuman dengan cara dijus, tapi dr. Ruly Rahadian lebih menyarankan untuk mengonsumsi sayuran hijau secara langsung untuk menjaga keutuhan seratnya.

6. Nanas

Nanas juga bisa jadi minuman penetral setelah makan daging karena mengandung enzim bromelain. Enzim ini membantu memecah protein pada daging sehingga mendukung proses pencernaan dan makanan lebih mudah diolah oleh tubuh.

Sama seperti sayuran, nanas sebaiknya dimakan langsung karena serat buah sangat bagus untuk melancarkan pencernaan. Nanas juga tetap boleh dijadikan minuman atau dijus sebagai variasi.

7. Seledri

Seledri termasuk salah satu jenis sayuran hijau yang cocok dikonsumsi setelah makan daging karena mengandung serat dan berbagai nutrisi yang mendukung kesehatan pencernaan. Seledri bisa dimakan langsung atau dicampur bersama bayam untuk dijadikan jus sayur.

Seledri sendiri dikenal punya banyak manfaat, termasuk menjaga tekanan darah serta menyehatkan organ-organ tubuh seperti jantung dan ginjal.

Ilustrasi seledri

Ilustrasi seledri. FOTO/iStock

8. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain menyegarkan, mentimun juga mengandung serat yang mendukung proses pencernaan dan membantu mengurangi rasa begah setelah makan daging.

9. Jus Kombinasi Sayur dan Buah

Jus kombinasi sayur dan buah dapat menjadi pilihan lain untuk membantu menyeimbangkan pola makan setelah mengonsumsi daging. Perpaduan sayuran hijau dan buah-buahan menyediakan berbagai vitamin, mineral, antioksidan, serta serat yang mendukung kerja sistem pencernaan.

Dengan mempertimbangkan rekomendasi sayur dan buah yang sudah disebutkan sebelumnya, jus kombinasi yang bisa dipilih misalnya timun dan lemon, bisa juga mengombinasikan bayam, nanas, dan timun.

10. Kombucha

Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh yang mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan usus.

Kandungan probiotik ini dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan sehingga risiko perut kembung dan tidak nyaman setelah makan daging dapat berkurang. Selain itu, kombucha juga mengandung enzim yang membantu pencernaan protein daging.

Manfaat lain dari minuman kombucha juga terletak pada kandungan asam organiknya yang bisa menetralkan racun setelah makan daging, sementara kandungan antioksidannya mampu melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang dapat memicu peradangan.

Obat yang Dapat Digunakan jika Keluhan Tidak Nyaman Muncul

Ilustrasi Antibiotik

Ilustrasi Obat. FOTO/iStockphoto

Meski sebagian besar keluhan setelah makan daging dapat mereda dengan istirahat, konsumsi air putih yang cukup, serta memilih makanan yang lebih ramah untuk pencernaan, ada kalanya rasa tidak nyaman tetap muncul.

Beberapa orang mungkin mengalami perut kembung, begah, nyeri ulu hati, hingga asam lambung yang meningkat setelah mengonsumsi daging dalam jumlah banyak. Dalam kondisi seperti ini, penggunaan obat tertentu dapat membantu meredakan gejala yang dirasakan.

Obat Maag dan Pereda Kembung

Jika keluhan yang muncul berkaitan dengan asam lambung, obat maag atau antasida dapat menjadi pilihan. Namun, penggunaan obat ini sebaiknya tetap mengikuti aturan yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran dokter.

Sementara itu, untuk keluhan berupa perut kembung dan banyak gas, salah satu obat setelah makan daging yang bisa dikonsumsi adalah obat pereda kembung yang mengandung simetikon.

Dilansir dari laman Citra Hospital, simetikon adalah obat golongan agen antibusa yang bekerja dengan mengurangi tegangan permukaan gelembung gas di lambung dan usus sehingga gas lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa atau buang angin.

Namun, hal penting yang harus selalu diingat adalah pemilihan obat wajib disesuaikan dengan penyebab keluhannya. Tidak semua keluhan seperti pusing dan rasa tidak nyaman setelah makan daging berasal dari satu penyebab yang sama.

Jangan Sembarangan Minum Obat Penurun Kolesterol dan Tekanan Darah

Selain itu, hindari mengonsumsi obat-obatan seperti penurun kolesterol atau penurun tekanan darah secara sembarangan hanya karena merasa pusing setelah makan daging. Penggunaan obat-obatan tersebut harus berdasarkan diagnosis serta rekomendasi dokter.

Jadi, jika merasa pusing atau tidak nyaman setelah makan daging, lakukan penanganan pertama dengan risiko minimal, seperti istirahat cukup, minum air putih, atau mengonsumsi makanan/minuman penetral lainnya.

Apabila gejala pusing sangat mengganggu, tidak kunjung membaik, atau disertai gejala lain yang terasa parah, segera ke rumah sakit atau konsultasi dengan dokter.

Cara Mencegah Pusing dan Tidak Nyaman setelah Makan Daging

Ilustrasi memasak

Ilustrasi memasak daging. FOTO/Istockphoto

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pusing atau rasa tidak nyaman setelah makan daging dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari makan dalam porsi berlebihan, gangguan pencernaan, hingga risiko alergi. Untuk mencegahnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan.

1. Hindari Makan Daging dalam Porsi Berlebihan

Daging merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan beberapa jenis makanan lainnya. Mengonsumsi daging dalam jumlah besar sekaligus dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat dan memicu rasa begah, mual, hingga pusing pada sebagian orang.

Cobalah mengonsumsi daging dalam porsi yang wajar dan seimbangkan dengan sayuran, buah, atau sumber serat lainnya. Selain membantu proses pencernaan, kombinasi makanan yang lebih seimbang juga akan membuat tubuh merasa lebih nyaman setelah makan.

2. Pilih Metode Pengolahan yang Lebih Sehat

Cara memasak daging juga bisa berpengaruh. Daging yang digoreng dengan banyak minyak atau diolah menjadi makanan tinggi lemak cenderung lebih sulit dicerna dan dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung.

Daging sebaiknya diolah dengan lebih sederhana, misalnya tanpa santan atau tidak menggunakan terlalu banyak garam. Cara ini dapat membantu mengurangi kandungan lemak berlebih tanpa menghilangkan nilai gizi daging.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Minum air putih yang cukup membantu menjaga proses pencernaan tetap lancar. Kekurangan cairan dapat memperlambat kerja sistem pencernaan dan membuat tubuh lebih rentan mengalami keluhan seperti sembelit, perut kembung, atau rasa tidak nyaman setelah makan.

Jadi, usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan harian dan minum air putih secara bertahap setelah makan. Namun, hindari minum dalam jumlah sangat banyak sekaligus karena dapat membuat perut terasa penuh.

4. Konsumsi Makanan Kaya Serat

Serat sangat membantu memperlancar pergerakan makanan di saluran pencernaan sehingga dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan setelah mengonsumsi daging. Sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian merupakan sumber serat yang baik untuk dikombinasikan dalam menu makan.

5. Makan Perlahan dan Kunyah dengan Baik

Mengunyah makanan secara perlahan hingga halus memberi kesempatan bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan lebih baik. Kebiasaan ini juga membantu mengontrol porsi makan sehingga tidak berlebihan.

6. Kenali Tubuh Sendiri

Rasa pusing bisa muncul akibat kondisi kesehatan yang sudah dimiliki sebelumnya, mulai dari alergi hingga hipertensi. Jadi, sebelum memutuskan makan daging, kenali tubuh dan perhatikan kesehatan diri sendiri terlebih dulu, lalu pertimbangkan masak-masak apakah makan daging merah adalah keputusan yang tepat.

Jika masih ragu-ragu (belum tahu apakah tubuh memiliki alergi atau penyakit lain, tapi merasakan gejala tertentu), segera konsultasikan dengan dokter.

Itulah beberapa rekomendasi makanan penetral setelah makan daging agar tidak pusing, tubuh tetap nyaman, dan terhindar dari risiko berbagai penyakit. Jangan lupa untuk selalu menjaga pola makan yang seimbang dan menerapkan gaya hidup sehat.

Konsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, tidur yang cukup, dan mengelola stres dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih optimal. Dengan kondisi tubuh yang lebih sehat, risiko munculnya keluhan seperti pusing, mual, atau rasa tidak nyaman setelah makan daging juga dapat berkurang.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani