tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (11/8), bergerak melemah 40 poin atau 0,23 persen menjadi Rp17.795 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS.
Sebelumnya, pada penutupan Senin (10/8), rupiah bergerak menguat 142 poin atau 0,79 persen menjadi Rp17.755 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.897 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah dipengaruhi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada pada level optimistis.
“Konsumen secara umum masih optimistis terhadap kondisi ekonomi, meski tingkat keyakinannya terus menurun dalam tiga bulan terakhir,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa IKK Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026. Penurunan tersebut dinyatakan menjadi yang ketiga secara beruntun.
Tren ini dinilai menunjukkan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam melihat kondisi ekonomi dan menentukan keputusan belanja.
Kendati begitu, level IKK masih berada di atas 100, yang berarti konsumen secara umum masih optimis terhadap kondisi ekonomi.
Jika tren penurunan berlanjut, kata Ibrahim, ruang pertumbuhan konsumsi dapat ikut tertekan karena rumah tangga cenderung menahan belanja dan lebih selektif dalam mengalokasikan pendapatan.
“Dengan demikian, perkembangan IKK pada bulan-bulan berikutnya menjadi penting untuk melihat seberapa kuat daya tahan konsumsi domestik di tengah berbagai tantangan ekonomi,” ungkap dia.
Di samping itu, sentimen lain berasal dari laporan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi kepala bank sentral.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini melihat sekitar 42 persen kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan di bulan September, turun dari sekitar 67 persen sepakan yang lalu.
Selama seminggu ke depan, pasar disebut akan mengamati rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Juli pada Rabu (12/8).
Para ekonom memperkirakan inflasi akan sedikit menurun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen secara tahunan, dengan CPI Inti juga turun dari 2,6 persen menjadi 2,5 persen secara tahunan.
IHSG Menguat Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (11/8) pagi dibuka menguat 18,44 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.383,81.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,88 poin atau 0,30 persen ke posisi 636,01.
Masuk tirto.id







































