tirto.id - Luky Alfirman kembali ke Kementerian Keuangan setelah mendapat kepercayaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Dalam sambutannya setelah dilantik, Luky mengaku kembali dengan perasaan campur aduk karena harus segera beradaptasi dengan dinamika dan tantangan yang dihadapi Kementerian Keuangan.
Luky mengaku merasa bersyukur dapat kembali berada di lingkungan Kementerian Keuangan. Namun, dia menyadari perlu waktu untuk mengejar berbagai perkembangan setelah sempat berada di luar kementerian.
“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tak hentinya mengucapkan syukur alhamdulillah, atas kehendak-Nya saya bisa kembali lagi ke sini,” kata Luki dalam sambutannya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
Tidak hanya itu, perasaannya juga bercampur antara antusias dan terkejut dengan amanah baru tersebut. Sebab, tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan merupakan pekerjaan yang berat, terlebih Kementerian Keuangan tengah menghadapi berbagai tantangan pengelolaan keuangan negara.
“Kalau ditanya, perasaan saya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya. Berat yang pasti ya, Pak Menteri,” imbuh dia.
Apalagi, Luky kembali setelah menjalani "hibernasi" cukup lama dari jabatan struktural di Kementerian Keuangan.
Sebagai informasi, Luky sebelumnya sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan sejak Mei 2025. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kemudian mencopotnya dari jabatan itu pada April 2026.
“Kemarin, saya ada masa hibernasi, Pak Menteri,” kata Luky sambil bercanda dengan disambut tawa hadirin.
Meski menyebut dirinya perlu waktu untuk kembali mengikuti perkembangan, Luky mengatakan optimistis dapat menjalankan tugas tersebut dengan dukungan jajaran Kementerian Keuangan.
Dia meminta dukungan dan bantuan dari para pegawai agar dapat segera catch up dan mengikuti perkembangan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.
“Saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak Ibu sekalian untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar (perkembangan) yang terkini,” pungkasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































