Menuju konten utama

Utang Rp37 T Kopdes Mau Jatuh Tempo, Suahasil Cari Cara Bayarnya

Suahasil Nazara memastikan cicilan pembiayaan KDKMP Rp37,7 triliun yang jatuh tempo 25 September 2026 telah dianggarkan dalam APBN.

Utang Rp37 T Kopdes Mau Jatuh Tempo, Suahasil Cari Cara Bayarnya
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memastikan pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk membayar cicilan pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Cicilan pertama senilai Rp37,7 triliun akan jatuh tempo pada 25 September 2026.

Menurut Suahasil, anggaran untuk pembayaran pembiayaan KDKMP telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak awal penyusunan anggaran 2026.

"Pembayaran utang yang digunakan untuk membangun Koperasi Desa/Koperasi Kelurahan Merah Putih itu telah dianggarkan di dalam APBN, telah dianggarkan, jadi anggarannya ada. Dari sejak kita membuat APBN, anggarannya itu ada, tersedia," tuturnya saat konferensi pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).

Suahasil memastikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membayar cicilan tersebut. Namun, proses pembayaran tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan melalui verifikasi atas pembangunan KDKMP yang telah dilakukan.

"Dari sejak pertama APBN masuk ke 2026, jadi pasti dibayar. Dalam proses membayar ini, kita cari cara membayarnya karena kan tentu harus ada verifikasi atas apa yang sudah dibangun, berapa yang sudah dibangun," urainya.

Verifikasi tersebut melibatkan sejumlah kementerian/lembaga yang akan memastikan pembangunan KDKMP di lapangan sesuai dengan kebutuhan dan pekerjaan yang telah dilakukan.

"Ada proses validasi, ada kementerian/lembaga yang perlu memantau di lapangan, ada di desa yang tempat itu dibangun," lanjut dia.

Suahasil juga mengapresiasi kerja Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Pangan Nusantara dalam pembangunan KDKMP. Ia kembali menegaskan bahwa pembayaran cicilan telah memiliki alokasi anggaran dalam APBN.

"Teman-teman di Kementerian Koperasi saya tahu persis melakukan ini dengan sangat kerja keras, teman-teman di Agrinas melakukan pembangunannya dengan sangat kerja keras. Ini yang dibangun sedemikian hingga nanti pembayarannya akan berlangsung, akan berlangsung pasti dibayar karena anggarannya sudah ada," sebut dia.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana