tirto.id - Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafii, mengungkap proses evakuasi atau salvage bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa diperkirakan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Dia menyebut proses evakuasi kapal paling cepat membutuhkan waktu tiga bulan.
“Paling cepat tiga bulan,” ujar Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Dia menjelaskan bahwa proses salvage membutuhkan sejumlah tahapan. Salah satunya pengurasan bahan bakar dan oli dari kapal untuk mencegah pencemaran laut.
"Kalau mengikuti hukum internasional, bahan bakar, oli, fuel itu harus dikuras dulu," ujarnya.
Menurut Syafii, proses salvage kapal besar memang membutuhkan waktu panjang. Ia mencontohkan kapal pesiar Costa Concordia di Italia yang pernah mengalami kecelakaan dan proses salvage baru selesai beberapa tahun kemudian.
Kasus serupa terjadi pada kapal feri Sewol di Korea Selatan. Kapal yang mengangkut ratusan orang itu mengalami kecelakaan pada 2014 dan proses salvage baru selesai pada 2017.
Saat ditemui usai rapat, Syafii menilai proses salvage ini memang menjadi salah satu alternatif untuk mengoptimalkan pencarian. Namun, katanya, tahapannya juga tidak sederhana.
Untuk KM Virgo, proses salvage saat ini sudah mulai berjalan karena perusahaan telah menghadirkan pihak asuransi yang kemudian melakukan observasi di lokasi. Selanjutnya, pihak asuransi kemungkinan akan menunjuk tim salvage untuk menangani proses tersebut.
“Dan mudah-mudahan karena posisinya jelas di situ, mudah-mudahan lebih lancar dari apa yang kita prediksi bahwa salvage memakan waktu yang cukup lama,” tambah Syafii.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































