tirto.id - Pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 kembali membuahkan hasil dengan penemuan satu jenazah di perairan Kalimantan Selatan (Kalsel). Jenazah tersebut ditemukan oleh nelayan sekitar, Selasa (22/9/2026).
"Satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan nelayan pada Selasa (22/9/2026) pukul 15.56 WIB di koordinat 3°33'6.34"S 111°41'33.69"E. Korban selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi," kata Kepala Basarnas, M. Syafii, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Menurut dia, hingga pukul 09.00 WITA, pagi ini, total 127 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia. Sementara itu, 116 orang masih dalam pencarian dari total manifest 243 orang.
Di sisi lain, dia menerangkan, KN SAR Pacitan bergerak menuju lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 06.20 WITA dengan membawa 97 personel. Sebelumnya, proses pemuatan peralatan selam dan satu rubber boat dilakukan dari TB Jaya Dragon untuk mendukung operasi pencarian.
"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti, karena bagi keluarga, setiap korban yang ditemukan adalah harapan untuk mendapatkan kepastian,” ujar Syafii.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menambahkan bahwa tim penyelam dari Basarnas dan TNI AL telah berhasil membuka akses untuk masuk ke dalam bagian KM Virgo Transport 8 sejak kemarin. Kaca yang ada pada dalam kapal beserta jendela di beberapa kamar telah dapat dipecahkan untuk menjadi akses masuk.
Sudayana mengatakan, tim penyelam gabungan telah berupaya untuk menyusuri bagian dalam kapal sejak kemarin. Bahkan, sejumlah korban yang terjebak di dalam badan kapal juga sudah terlihat.
"Evakuasinya belum bisa dilaksanakan karena memang ada perubahan arus, arusnya kuat sehingga airnya keruh. Nah, ini berisiko untuk penyelam, begitu air keruh, arus deras, ini harus segera kita keluar dari area operasi. Jadi utamakan safety," ucap dia.
Disampaikan Sudayana, pihaknya berharap kondisi cuaca dan arus laut pada hari ini bisa lebih baik. Dengan begitu, proses penyisiran dan evakuasi korban bisa dilakukan secara maksimal.
"Sehingga tim akan lebih banyak bisa melaksanakan proses-proses evakuasi di bawah laut, di badan kapal, terutama di kompartemen-kompartemen, khususnya di ruang atau di kamar-kamar tidur para penumpang, baik yang kelas ekonomi maupun kelas eksekutif," tutur dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































