tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka menguat pada Jumat (2/10/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.06 WIB, rupiah bergerak menguat 19 poin atau 0,11 persen, membuat nilai 1 dolar AS berada di level Rp17.947.
Penguatan ini membuat situasi mata uang di ASEAN cukup fluktuatif. Selain rupiah, peso Filipina juga menguat 0,22 persen. Namun, ringgit Malaysia bergerak melemah 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen, dan dolar Singapura melemah 0,04 persen.
Mata uang kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan pola serupa. Yen Jepang mengalami depresiasi 0,02 persen, yuan Cina juga mencatatkan pelemahan 0,02 persen, namun won Korea menguat 0,17 persen.
Dalam sepekan terakhir, rupiah secara konstan relatif dalam keadaan yang tertekan. Faktor eksternal berupa penguatan dolar AS disinyalir merupakan faktor yang mendominasi tekanan tersebut.
Hal tersebut tampak seperti dalam perdagangan hari Kamis (1/10) kemarin. Rupiah ditutup melemah kendati Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan per Agustus 2026.
Pada Rabu, BPS merilis laporan neraca perdagangan Indonesia per Agustus 2026. Dalam laporan itu, terdapat surplus mencapai USD26,61 miliar, naik 6,72 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Akan tetapi, kendati itu menjadi dapat mendongkrak sentimen pasar terhadap nilai rupiah, mata uang garuda tetap tertekan. Tekanan pada Rabu itu disinyalir merupakan dampak dari kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS (US Treasury).
IHSG Hari Ini di Sesi Pagi 2 Oktober
Berbeda dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi hari ini dibuka menguat. Namun, laju indeks tertekan cukup dalam setelah penguatan di awal perdagangan.
Seturut RTI Business, IHSG dibuka menguat pada level 6.018,081. Namun, per pukul 09.23 WIB, IHSG justru berbalik melemah dan terjerembab ke level 5.993,467. Hal ini membuat IHSG kembali menyentuh level psikologis 5.000-an
Selama periode awal perdagangan sesi pagi ini, IHSG telah bergerak dalam rentang level 5.981,443 hingga 6.044,258. Sepanjang pergerakan itu, terdapat 257 saham yang menguat, 344 saham melemah, dan 151 saham stagnan.
Sejauh ini, IHSG mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp2,81 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 52,34 miliar saham melalui 337.704 kali transaksi.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































