Menuju konten utama

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS dan IHSG Hari Ini Dibuka Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga IHSG hari ini dibuka melemah. Simak penjelasannya berikut ini.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS dan IHSG Hari Ini Dibuka Melemah
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.009 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp17.963 per dolar AS. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka melemah pada Kamis (1/10/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.06 WIB, rupiah bergerak melemah 33 poin atau 0,18 persen, membuat nilai 1 dolar AS berada di level Rp17.927.

Pelemahan ini tampak menjadi situasi umum bagi mata uang negara-negara ASEAN. Ringgit Malaysia juga bergerak melemah 0,13 persen, baht Thailand melemah 0,26 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,14 persen, pun dolar Singapura melemah 0,16 persen.

Mata uang kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan pola serupa. Yen Jepang mengalami depresiasi 0,49 persen, won Korea melemah 0,24 persen. Namun, yuan Cina mencatatkan penguatan 0,02 persen.

Melemahnya mata uang garuda ini terjadi setelah sebelumnya sempat menguat pada perdagangan hari Rabu (30/9). Penguatan pada perdagangan kemarin itu terjadi seiring adanya sinyal positif dalam konflik bersenjata di Asia Barat.

Seturut Reuters, pada Rabu tersebut, militer AS secara resmi menarik pasukan terakhir mereka dari Irak. Hal ini menandai berakhirnya operasi memerangi ISIS yang berlangsung sejak 2014 dan kembali berakhirnya keberadaan pasukan AS di Irak sejak 2003.

Selain itu, perkembangan positif juga terjadi dalam Perang AS-Iran. Pada Rabu, Iran menyatakan telah menerima jawaban AS terkait proposal pembukaan Selat Hormuz selama sepekan yang sebelumnya diberikan Teheran.

Kendati belum ada keputusan yang diambil sejauh ini, namun pertukaran proposal tersebut mengindikasikan upaya diplomasi yang terus berjalan. Proposal yang dikirim Teheran sebelumnya berisi rencana pembukaan Hormuz secara terbatas sebagai ganti pelonggaran tekanan ekonomi.

Akan tetapi, penguatan rupiah yang berlangsung kini, terjadi di tengah pekan yang berat. Pekan ini, perdagangan rupiah relatif terus tertekan oleh penguatan dolar AS.

Masih tingginya harga minyak mentah dunia dan ekspektasi tinggi para investor terkait kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) memenuhi tajuk berita tentang tren penguatan dolar pekan ini.

Potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober juga sebelumnya sempat disinggung Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti pada awal pekan ini. Ia menyebut bahwa The Fed berpotensi besar kembali menaikkan suku bunga pada kuartal IV tahun ini.

IHSG Hari Ini di Sesi Pagi 1 Oktober

Tak beda dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi hari ini juga dibuka melemah. Namun, indeks bergerak fluktuatif sejak awal dengan adanya rebound dari zona merah ke zona hijau.

Seturut RTI Business, IHSG dibuka melemah pada level 6.062,894. Namun, per pukul 09.25 WIB, IHSG berhasil menguat dan bergerak di zona hijau ke level 6.088,464.

Selama periode awal perdagangan sesi pagi ini, IHSG telah bergerak dalam rentang level 6.050,587 hingga 6.095,234. Sepanjang pergerakan itu, terdapat 338 saham yang menguat, 219 saham melemah, dan 184 saham stagnan.

Sejauh ini, IHSG mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp1,76 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 9,34 miliar saham melalui 299.644 kali transaksi.

Baca juga artikel terkait KURS RUPIAH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar