tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka melemah pada Kamis (17/9/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.10 WIB, rupiah bergerak melemah 66 poin atau 0,37 persen, membuat nilai 1 dolar AS terangkat ke level Rp17.762.
Depresiasi mata uang pada pembukaan perdagangan hari Kamis tak hanya terjadi pada rupiah. Secara umum, mata uang kawasan Asia juga kompak melemah.
Di ASEAN, peso Filipina melemah 0,37 persen, ringgit Malaysia melemah 0,57 persen, dan baht Thailand melemah 0,13 persen. Namun, dolar Singapura tampil perkasa dengan penguatan 0,03 persen.
Sementara itu, di kawasan Asia Pasifik, situasi juga tak jauh berbeda. Yen Jepang mengalami depresiasi 0,03 persen, sementara won Korea terdepresiasi 0,44 persen. Yuan Cina juga terdepresiasi sebesar 0,04 persen.
Fluktuasi nilai mata uang yang terjadi pada Kamis itu tampaknya belum banyak berubah dari situasi perdagangan hari Rabu (16/9) lalu. Kemarin, mata uang kawasan Asia juga kompak terdepresiasi di tengah penguatan dolar AS.
Penguatan dolar tersebut dilaporkan terjadi karena harga minyak dunia yang tak kunjung terkendali dan memicu dampak turunan berupa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Para investor kini berekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Kamis.
Seturut Antara, situasi tersebut kemudian berdampak pada pasar Indonesia. Para investor disebut cenderung memperlambat investasi mereka dan mengamati perkembangan situasi terkait keputusan The Fed.
IHSG Hari Ini di Sesi Pagi 17 September
Sementara rupiah dibuka melemah pada Kamis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada sesi perdagangan pagi hari ini. Hal ini menjadi sinyal positif bagi bursa setelah dua hari terakhir menunjukkan performa yang cenderung melemah.
Seturut RTI Business, IHSG dibuka menguat pada level 6.455,031. Indeks kemudian terus bergerak di zona hijau kendati beberapa kali mengalami koreksi. Per pukul 09.24 WI, IHSG berada di level 6.475,282.
Selama periode awal perdagangan sesi pagi tersebut, IHSG telah bergerak dalam rentang level 6.450,933 hingga 6.500,407. Sepanjang pergerakan itu, sebanyak 384 saham menguat, 169 saham bergerak melemah, dan 167 saham stagnan.
Sejauh ini, IHSG telah mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp2,59 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 4,69 miliar saham melalui 300.378 kali transaksi.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





































