Menuju konten utama

Potensi Uranium & Mineral di Madinah 110 Ton Bijih, Buat Apa?

Kota Madinah memiliki potensi 110 ton bijih unsur tanah jarang dan uranium yang terdeteksi dalam proyek Jabal Sayid.  Saudi akan menggunakan secara damai.

Potensi Uranium & Mineral di Madinah 110 Ton Bijih, Buat Apa?
Ilustrasi - Logam Tanah Jarang (LTJ). (FOTO/iStockphoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan penemuan 110 juta ton bijih uranium dan mineral unsur tanah jarang di Madinah. Pihak Kerajaan Saudi menyebut bahwa temuan ini akan penting bagi upaya mereka mencapai diversifikasi bauran energi, salah satunya melalui nuklir.

Penemuan 110 juta ton bijih uranium dan unsur tanah jarang itu diumumkan Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Senin (14/9/2026) lalu. Dalam Konferensi Umum IAEA di Wina, pangeran itu menyebut bijih uranium dan unsur tanah langka itu ditemukan dalam proyek Jabal Sayid.

“Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah telah mengungkapkan perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih mengandung konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, khususnya unsur tanah jarang berat, disertai dengan konsentrasi uranium yang menjanjikan,” ujar Pangeran Abdulaziz, dikutip dari Gulf News.

Abdulaziz juga menjelaskan perusahaan bahan bakar nuklir Prancis, Orano, telah menganalisis penemuan tersebut. Hasil analisis, kata Abdulaziz, menyebut operasi penambangan dan pengolahan sumber daya di Madinah layak secara ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah berupaya untuk mengejar bauran energi nasional yang lebih beragam dan luas. Belakangan nuklir menjadi salah satu arah pembangunan Saudi di sektor energi.

Sementara itu, Abdulaziz menyebut pihak kerajaan telah menetapkan program untuk mengeksplorasi sumber daya uranium. Penemuan cadangan uranium, seperti di Madinah, kemudian akan diekstrak oleh Saudi untuk mendapat nilai ekonominya.

Abdulaziz mengatakan, Riyadh kini berambisi untuk memproses bahan baku uranium hingga tahap lebih lanjut. Ia menyebut kerajaan tak hanya mengejar ekstraksi bahan mentah dan ekspor konsentrat, melainkan membangun rantai industri terintegrasi dari eksplorasi hingga pemurnian.

Saudi Ingin Terapkan Energi Nuklir Secara Damai

Seiring penemuan bahan baku uranium di Madinah tersebut, Saudi kini diproyeksikan akan mulai menggenjot pembangunan sektor nuklir mereka. Dalam keterangannya di Wina, Pangeran Abdulaziz menyebut pihaknya akan mengembangkan energi nuklir itu secara damai.

Arah pengembangan program nuklir Saudi , kata Abdulaziz, termuat dalam peta pembangunan yang telah dirancang oleh pihaknya. Ia menyebut Saudi tidak akan mengembangkan program nuklir secara rahasia.

Menurutnya, program nuklir Saudi tak akan terisolasi dari komunitas internasional. Hal ini, katanya, termasuk “melalui kegiatan yang dilakukan secara rahasia atau fasilitas yang disembunyikan jauh di dalam pegunungan”. Pernyataan ini tampak ditujukan kepada Iran yang dilaporkan telah melakukannya selama beberapa dekade.

“Kerajaan Arab Saudi mengikuti pendekatan yang jelas yang didasarkan pada transparansi, keterbukaan, dan kerja sama internasional,” tuturnya, dikutip dari Al Arabiya.

Abdulaziz juga menyebut program nuklir sipil Saudi akan dikembangkan sesuai dengan isi Perjanjian 123, “pengaturan pengamanan sukarela khusus”, dan pengawasan IAEA. Pernyataan ini disampaikan Abdulaziz guna menepis kritik dan kekhawatiran dunia internasional terkait pembangunan program nuklir Saudi.

Ambisi Saudi atas energi nuklir sebelumnya telah tersiar dalam beberapa tahun terakhir. Ambisi itu kemudian mencapai babak baru pada Juli lalu, ketika pihak Saudi dan Amerika Serikat (AS) meresmikan Perjanjian 123.

Perjanjian itu telah memungkinkan AS untuk berbagi teknologi, keahlian, dan peralatan nuklir sipil dengan Arab Saudi. Sebagai gantinya, perusahaan AS dapat berpartisipasi dalam pengembangan energi nuklir Saudi dan berpotensi mengamankan investasi senilai miliaran dolar selama beberapa dekade mendatang.

Baca juga artikel terkait SAUDI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar