tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan, penyaluran kredit perumahan rakyat telah mencapai Rp25,29 triliun per 16 September 2026. Menurut dia, kredit tersebut telah diterima sekitar 1,008 juta orang. Mayoritas penerima disebut berasal dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Pada hari ini, 16 September, ada Rp25,29 triliun yang sudah tersalurkan dan yang menikmati 1,008 juta orang dan mayoritas itu UMKM," ucapnya saat konferensi pers di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Ia juga mengatakan, penyaluran kredit tersebut juga telah membantu masyarakat melakukan renovasi rumah. Berdasar catatan, sekitar 80 ribu rumah telah direnovasi melalui kredit perumahan rakyat.
Sebab, program kredit perumahan itu disebut memang ditujukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh pembiayaan. Salah satu skema yang disiapkan, yakni bunga 0,5 persen untuk kredit di bawah Rp100 juta tanpa jaminan.
"Di bawah Rp100 juta, tidak perlu ada jaminan dan bunganya 0,5 persen. [Dibandingkan] rentenir memberikan bunga, sekali lagi, ada yang 3 persen, 5 persen, bahkan 10 persen," sebut Maruarar.
Ia menyampaikan, skema tersebut dibuat untuk mempermudah masyarakat memperoleh pembiayaan. Proses pengajuan kredit dinilai memang harus dilakukan secara cepat dan tidak berbelit-belit.
Kata Maruarar, pemerintah juga telah meningkatkan anggaran untuk program tersebut. Anggaran yang sebelumnya disiapkan sebesar Rp36 triliun kemudian dinaikkan menjadi Rp60 triliun.
"Ini [anggaran] dinaikkan, bulan Juni, dari Rp36 triliun anggaran yang disiapkan, menjadi Rp60 triliun. Kenapa? Karena [program perumahan] berhasil," klaimnya.
Ia menerangkan, peningkatan anggaran tersebut juga dilakukan setelah melihat penyerapan program yang dinilai berjalan tinggi.
Dalam kesempatan itu, Maruarar menekankan, program pembiayaan perumahan harus dibuat berdasar kebutuhan masyarakat maupun tidak menggunakan aturan yang sulit dipahami masyarakat.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































