tirto.id - Kapal MT Honour 25 yang dibajak oleh perompak Somalia berhasil dibebaskan pada akhir September lalu. Kasus ini sempat jadi perhatian publik lantaran ada warga negara Indonesia (WNI) yang jadi kru kapal itu dan turut disandera.
Kapal MT Honour 25 itu dapat bebas setelah pasukan maritim dari Negara Bagian Puntland, Somalia, melakukan operasi penyelamatan. Laporan Xinhua menyebut kapal yang ditawan sejak 21 April itu berhasil diambil alih di lepas pantai Bandarbeyla, bagian timur laut Somalia.
Dalam pernyataannya pada 29 September lalu, Kepolisian Maritim Puntland (PMPF) menyebut mereka telah berhasil membebaskan 17 awak kapal MT Honour 25 dengan selamat dan menangkap 16 perompak pelaku penyanderaan. Namun, terdapat lima awak MT Honour yang dibunuh para perompak sebelum operasi dilakukan.
Awak kapal yang terbunuh itu diidentifikasi sebagai tiga warga negara Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar.
PMPF menjelaskan, operasi pembebasan kapal MT Honour 25 dilakukan dengan kerja sama lembaga-lembaga lain. Lembaga itu termasuk dinas intelijen yang melakukan intervensi untuk mengganggu rencana pertahanan para perompak sehingga pasukan PMPF dapat melumpuhkan mereka lewat baku tembak.
Sementara itu, menurut Duta Besar RI untuk Kenya merangkap Somalia Witjaksono Adji, menyebut Indonesia tidak memberikan uang tebusan kepada para perompak yang menawan awak kapal MT Honour 25 itu.
Sebelumnya, kelompok perompak memang meminta uang tebusan agar para awak kapal dibebaskan. Menurut Adji, Indonesia kemudian memilih untuk tidak membayar tuntutan para perompak itu dan mendorong otoritas Somalia untuk bertindak.
“Saya dua kali berkunjung ke Ibu Kota Puntland, Garowe, untuk mendesak mereka untuk memperhatikan kasus yang dihadapi oleh WNI kita,” katana pada Selasa (7/10), dikutip dari Antara.
Adji mengatakan, Indonesia turut menawarkan kerja sama dengan Somalia sebagai bagian dari negosiasi. Kerja sama itu, katanya, berkisar pada kolaborasi di bidang ekonomi biru, pengelolaan perikanan, hingga penegakan hukum laut.
ABK WNI Telah Dipulangkan
Dalam kapal MT Honour 25, terdapat total empat WNI yang bertindak sebagai ABK. Beruntung bagi mereka, semuanya berhasil diselamatkan dan kini telah dipulangkan ke tanah air.
Keempat WNI tersebut telah tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Selasa malam. Antara melaporkan bahwa keempat WNI itu disambut dengan haru oleh para keluarganya begitu sampai di bandara.
Sementara itu, ABK WNI yang sempat ditawan perompak itu berasal dari berbagai wilayah berbeda. Mereka adalah Ashari Samadikun, kapten kapal asal Gowa, Sulsel; Adi Faizal selaku 2nd officer asal Bulukumba, Sulsel; Wahudinanto selaku chief officer asal Pemalang, jawa Tengah; dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.
Kapten Kapal Minta Maaf
Setibanya di Indonesia, kapten kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun, menyampaikan permohonan maaf atas meninggalnya lima ABK selama insiden penyanderaan. Dalam pernyataannya itu, Ashari merasa telah gagal memenuhi janjinya sebagai kapten kapal.
“Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat,” katanya.
Lima ABK yang dimaksud itu adalah para personel non-WNI yang tewas dibunuh para perompak. Pihak kepolisian maritim Puntland menyebut kelimanya dibunuh para perompak sebelum operasi penyelamatan berlangsung.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































