tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memfasilitasi kepulangan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di sekitar Perairan Hafun, Somalia, pada April 2026.
Kapal itu membawa belasan awak yang terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu awak dari India dan Myanmar. Seluruh kru, didampingi Duta Besar RI Nairobi, tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (6/10/2026).
Menlu Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa proses pengiriman memerlukan waktu yang lama dan melibatkan diplomasi serta koordinasi dengan berbagai pihak.
“Sejak awal, Kementerian Luar Negeri telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak. Koordinasi kami tidak hanya dilakukan dengan Pemerintah Somalia dan pemilik kapal, namun juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya ikut di dalam kru kapal,” ujar Arrmanatha dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Penyambutan itu dilanjutkan dengan prosesi serah terima kru kapal dari Kementerian Luar Negeri kepada perwakilan keluarga. Selanjutnya, seluruh kru dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.
Sebagai informasi, peristiwa penyergapan kapal tanker MT Honour 25 oleh bajak laut Somalia bermula pada Selasa (21/4/2026) malam, ketika kapal yang dinakhodai oleh Ashari Samadikun tengah berlayar dari Oman menuju Somalia seperti dilaporkan BBC (28/4/2026).
Keempat WNI yang dinyatakan selamat yakni Ashari Samadikun (Nakhoda, asal Gowa), Faisal (Second Officer, asal Bulukumba), Wahyudinanto (Chief Officer, asal Pemalang), dan Fiki Mutakin (asal Bogor).
Fiki dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kaki dan saat ini menjalani perawatan medis darurat di atas kapal. Pusat komunikasi dan koordinasi evakuasi saat ini diarahkan menuju kota pelabuhan Bosaso, wilayah pesisir utara Somalia.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































