Menuju konten utama

Kapal Dibajak Perampok Somalia, Nasib Kapten Asal Gowa Terancam

Ashari diketahui menjadi kapten kapal yang mengangkut minyak mentah dari Oman melintasi perairan Somalia.

Kapal Dibajak Perampok Somalia, Nasib Kapten Asal Gowa Terancam
Keluarga Kapten Kapal Honour 25 yang Disandera Perompak Somalia Minta Bantuan Presiden Prabowo Subianto. foto/Dok. Pihak Keluarga
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kapal Tanker Minyak Honour 25 dilaporkan dibajak perompak Somalia. Salah satu dari 4 WNI yang menjadi awak kapal, Ashari Samadikun (33), warga Gowa, Sulawesi Selatan.

Ashari diketahui menjadi kapten kapal yang mengangkut minyak mentah dari Oman melintasi perairan Somalia sebelum dilaporkan dibajak kawanan perompak.

Syamsuddin (67), warga Desa Paccelekang, Gowa, Sulawesi Selatan, ayah kandung Ashari, mengaku kaget saat pertama kali dihubungi oleh putra ketiganya itu pada Selasa pekan lalu, yang melaporkan kapalnya diserang oleh kapal milik perompak. Setelah itu, ia beberapa kali mencoba menghubungi anaknya, namun baru tersambung beberapa hari kemudian.

Laporan yang diterima dari anaknya, para perompak tersebut meminta tebusan sejumlah uang sebelum membebaskan 17 ABK kapal Honour 25. Namun, Syamsuddin tidak mengetahui lebih lanjut terkait pihak mana yang harus menyiapkan uang tebusan tersebut.

“Komunikasi terakhir anak saya dalam kondisi baik di atas kapal, namun kami tetap khawatir dengan keselamatannya jika uang tebusan yang diminta perompak tidak bisa terpenuhi, kami mohon doanya agar anak saya dan rekannya selamat dari penyanderaan ini,” kata Syamsuddin, saat dihubungi, Selasa (28/4/2026).

Syamsuddin menambahkan dirinya telah dikunjungi oleh aparat pemerintah setempat, yang meminta data-data terkait putranya terkait penyanderaan tersebut.

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat membantu proses pembebasan anaknya bersama rekan-rekannya yang sekarang disandera di atas kapal oleh perompak.

“Kami berharap pada bapak presiden, Prabowo, agar mampu menolong anak kami yang saat ini disandera perompak Somalia, kami sangat khawatir dengan keselamatannya dan rekan-rekannya di kapal,” kata Syamsuddin.

Syamsuddin mengaku terakhir berjumpa anaknya sebelum berangkat berlayar pada Januari lalu. Ashari yang merupakan lulusan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar ini, diketahui bekerja di beberapa kapal asing sejak 2015.

Baca juga artikel terkait PEMBAJAKAN KAPAL atau tulisan lainnya dari MN Abdurrahman

tirto.id - Flash News
Kontributor: MN Abdurrahman
Penulis: MN Abdurrahman
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama