tirto.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi mengumumkan Robert Budi Hartono sebagai pemegang saham tunggal baru setelah peralihan pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan (DIA). Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), BBCA menyampaikan bahwa perubahan ini dilakukan sehubungan telah meninggal dunianya Bambang Hartono, yang sebelumnya merupakan pemegang saham pengendali PT DIA bersama Robert.
"Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bapak Bambang Hartono yeng merupakan pemegang saham dari PT Dwimuria Investama (PT DIA) yang juga merupakan pemegang saham pengendali terakhir Perseroan, maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali yang semula Bapak Bambang Hartono dan Bapak Robert Budi Hartono menjadi Bapak Robert Budi Hartono," tulis Corporate Secretary BBCA, Rudy Budiardjo, dikutip Senin (3/8/2026).
Meski terdapat perubahan, Perseroan memastikan saham PT DIA yang digenggam Robert tidak berubah, yakni tetap sebesar 51 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor PT DIA. Sementara, kepemilikan saham PT DIA di BBCA sampai saat ini ialah sebesar 54,942 persen.
"Dengan demikian, pemegang saham pengendali terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono, " tambah Rudy.
Rudy memastikan, perubahan pemegang saham pengendali utama ini tidak menimbulkan dampak material bagi BBCA. Pun, perubahan ini juga tidak akan memengaruhi kegiatan operasional, hukum, kondisi, dan kinerja keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
"Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," tukas Rudy.
Sementara itu, sebelumnya BBCA mengumumkan kinerja keuangan cukup baik pada semester I 2026. BBCA berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp29,5 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut naik 1,8 persen secara tahunan (yoy).
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan operasional BCA tercatat sebesar Rp55,8 triliun, meningkat 2,2 persen (yoy). Meski begitu, pada periode yang sama pendapatan bunga bersih turun 0,6bl persen (yoy), menjadi Rp42,4 triliun, sementara pendapatan non-bunga bersih naik 11 persen (yoy) menjadi Rp13,2 triliun.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit BCA hingga akhir semester I 2026 meningkat sebesar 8 persen mencapai Rp1.036 triliun.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































