tirto.id - Polemik mengenai keaslian ijazah mantan presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah berlangsung selama beberapa tahun dan berkembang dari perdebatan publik menjadi serangkaian sengketa hukum serta persidangan.
Teranyar, beredar unggahan di media sosial mengklaim Jokowi menunjukkan ijazah Sarjana Strata 1 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada miliknya ke muka publik.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Nyong Ewokk” (arsip) pada Senin (28/9/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan Jokowi memakai kemeja putih lengan panjang dengan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta ikat kepala dan mengangkat ijazah dengan tangan kanannya.
“Akhirnya pak jokowi menunjukkan ijazah aslinya.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan dan menyebutkan informasi tersebut nyata serta mengasihani para penggugat yang telah mengeluarkan uang banyak namun kalah.
“Alhasil nyata
Kasian udh keluar uang banyak taunya malah kalah juga…,” begitu narasi dalam keterangan unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (2/10/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 313 tanda suka, 307 komentar dan 17 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian warganet mempercayai informasi dan mendukung Jokowi dan lainnya menyatakan bahwa ijazah aslinya adalah palsu.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Hariandja Situmorang", “Sugeng Isdiyanto,” akun TikTok @Kementerian Tikus, dan Instagram @press_un yang menampilkan gambar serupa dengan klaim Jokowi menunjukkan ijazah aslinya.
Lantas, benarkah klaim dari unggahan tersebut yang menyatakan bahwa foto tersebut memang benar Jokowi yang sedang menunjukkan ijazah aslinya kepada publik?

Penelusuran Fakta
Untuk menelusuri kebenaran fakta, mulanya Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman ANTARA yang menampilkan foto Jokowi yang serupa dengan foto dalam unggahan viral, dengan keterangan bertuliskan “Rakorda PSI di Bandung.”
Foto tersebut juga ditampilkan dalam pemberitaan Tirto “Jokowi Jadi Kader PSI, Grace Natalie: Soal Jabatan Tunggu Beliau.” Foto itu diambil saat Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) didampingi Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa (kiri) dan Ketua Harian PSI Ahmad H M Ali (kanan) menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Kehadiran Jokowi adalah dalam rangka memberikan arahan kebangsaan pada Rakorda PSI yang salah satunya beragendakan penjaketan kader baru DPD PSI Kota Bandung, sekaligus bertemu warga dan relawan.
Faktanya, ketika itu Jokowi memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang telah dimilikinya sejak 14 Oktober 2025, bukan ijazahnya, seperti pada gambar yang beredar.
Sebagai informasi, Jokowi sudah hampir setahun menjadi anggota dari partai yang dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Meski begitu, posisi struktural Jokowi di Partai Solidaritas Indonesia itu masih belum diketahui.
Foto tersebut juga ditemukan dalam unggahan Instagram Grace Natalie @gracenat pada 27 September 2026, yang menjelaskan bahwa Jokowi memperlihatkan KTA PSI saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung.
“Yang suka bertanya tanya di partai mana Pak @jokowi saat ini? Ini jawabannya:
Baru saja Pak @jokowi memperlihatkan Kartu Tanda Anggota Partai♡
Solidaritas Indonesia miliknya di Rapat Koordinasi Daerah Kota Bandung. Beliau resmi bergabung pada tanggal 14 Oktober 2025. Sudah hampir setahun KTA dengan nomor S337220257777777 ini dikantongi Pak Jokowi.
Terima kasih Pak @jokowi, tokoh panutan kami. Karena terinspirasi dengan kepemimpinan Bapak yang melayani-lah, PSI lahir.
Tadi pun Pak Jokowi kembali mengingatkan partai harus melayani dan berdampak baik untuk kehidupan masyarakat.
Sehat selalu Pak @jokowi
#jokowi #partaisolidaritasindonesia.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan Instagram @gracenat.
Lebih lanjut, Tirto mengamati gambar yang beredar dan menemukan beberapa kejanggalan. Terlihat ijazah yang diangkat Jokowi memiliki banyak kesalahan penulisan seperti tertulis “Barakrata, yogyalasta, restor” dan beberapa kata lainnya, serta tidak ada keterangan jurusan. Selain itu, tanggal lulus juga tidak jelas.
Dari kecurigaan tersebut, Tirto lantas memeriksa keaslian gambar dengan menggunakan pendeteksi artificial intelligence (AI) menggunakan Hive Moderation. Hasilnya gambar tersebut 90,9 persen merupakan hasil manipulasi yang dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan.
Dengan demikian foto tersebut memang telah disunting. Hal tersebut terlihat dari perubahan gambar yang terletak pada dokumen yang dipegang Jokowi. Kartu anggota partai dalam foto asli diganti dengan gambar yang menyerupai ijazah Fakultas Kehutanan UGM.
Di sisi lain, melansir laman UGM, pada 11 Oktober 2022, Rektor UGM Ova Emilia menyatakan bahwa Jokowi merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan lulus pada 1985. Hal tersebut berdasarkan dokumen akademik yang dimiliki universitas.
UGM juga pernah menjelaskan bahwa ijazah Jokowi telah diperiksa berdasarkan arsip akademik universitas dan dinyatakan autentik oleh pihak kampus.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa foto tersebut memperlihatkan Jokowi sedang menunjukkan ijazah asli UGM bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Foto tersebut adalah hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI). Faktanya, foto tersebut adalah dokumentasi saat Jokowi menunjukkan KTA PSI dalam kegiatan Rakorda PSI di Bandung pada 26 September 2026.
Selain itu, foto asli yang telah dimanipulasi itu, ditemukan dalam unggahan Instagram Grace Natalie pada 27 September 2026, yang menjelaskan bahwa Jokowi memperlihatkan KTA PSI, saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id

































