tirto.id - Dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan di udara saat menjalankan operasi memadamkan kebakaran hutan yang melanda wilayah barat Athena, Yunani pada Minggu (2/8/2026).
Insiden tabrakan tersebut terjadi ketika kedua pesawat sedang berupaya membantu penanganan kebakaran yang dipicu angin kencang di kawasan Psatha, wilayah Attica Barat.
Rekaman video yang beredar menunjukkan salah satu helikopter kehilangan kendali setelah tabrakan dan jatuh ke tanah. Peristiwa itu menyebabkan dua awak meninggal dunia, sedangkan dua awak lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.
Dinas Pemadam Kebakaran Yunani menyatakan, dua korban meninggal terdiri dari satu warga Yunani dan satu warga Denmark yang berada dalam salah satu helikopter. Sedangkan dua awak dari helikopter lainnya, masing-masing berkewarganegaraan Yunani dan Inggris, berhasil selamat. Hingga laporan awal, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan para korban selamat.
Pihak berwenang langsung membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti tabrakan dua helikopter tersebut, termasuk kemungkinan faktor cuaca, kondisi operasi, maupun aspek teknis penerbangan.
Kedua helikopter yang terlibat merupakan jenis Bell dan dimiliki oleh perusahaan Australia, McDermott Aviation, yang disewa oleh pemerintah Yunani untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran.
Pendiri sekaligus Presiden McDermott Aviation, John McDermott, membenarkan bahwa kedua pesawat tersebut merupakan bagian dari armada perusahaan.
"Duka cita dan belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga, teman, dan kolega dari mereka yang terkena dampak insiden tragis ini," kata McDermott dikutip ABC Net, Minggu (2/8/2026).
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis juga menyampaikan turut berduka cita dan memberikan penghormatan kepada para korban.
“Saya menyampaikan duka cita terdalam atas kecelakaan tragis yang melibatkan dua helikopter pemadam kebakaran sewaan yang merenggut nyawa dua petugas garis depan dalam perang melawan kebakaran di bawah kondisi cuaca yang sangat buruk—terutama bagi aset udara kita,” tulisnya di akun X @PrimeministerGR pada Senin (3/8/2026).
Apa Penyebab 2 Helikopter Bertabrakan di Yunani?
Penyebab pasti tabrakan dua helikopter pemadam kebakaran di wilayah Psatha, Attica Barat, Yunani, belum diketahui secara resmi karena penyelidikan masih berlangsung.
Namun, berdasarkan informasi awal dari otoritas Yunani dan kondisi operasi saat kejadian, kecelakaan tersebut terjadi ketika kedua helikopter sedang menjalankan misi pemadaman kebakaran dalam situasi yang sangat sulit, terutama akibat angin kencang yang mengganggu operasi udara.
Kedua helikopter jenis Bell tersebut berada di area udara yang sama saat beroperasi untuk membantu memadamkan kebakaran hutan yang bergerak cepat di wilayah barat Athena.
Saat itu, api di kawasan Porto Germeno dan sekitarnya semakin sulit dikendalikan karena hembusan angin kuat yang membuat kobaran api menyebar ke wilayah baru. Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga membuat pesawat pemadam kesulitan mengambil air dari laut untuk melakukan penyiraman dari udara.
Dalam situasi seperti ini, pilot harus melakukan manuver dengan sangat presisi di ruang udara yang terbatas, sambil menghadapi perubahan arah angin dan jarak pandang yang dapat terganggu oleh asap.
Salah satu dugaan awal yang sedang diperiksa menurut pilot sekaligus pakar penerbangan Pantelis Fragkoulis di laman Tovima, Senin (3/8/2026) adalah kesalahan koordinasi atau jarak operasi antarhelikopter saat melakukan misi pemadaman.
Dalam operasi kebakaran besar, beberapa pesawat biasanya bekerja secara bersamaan di wilayah yang sama, sehingga diperlukan komunikasi yang ketat mengenai jalur terbang, ketinggian, arah pendekatan, dan waktu pengambilan air.
Tabrakan dapat terjadi apabila dua pesawat memasuki jalur penerbangan yang sama atau terjadi kesalahan dalam memperkirakan posisi masing-masing helikopter. Namun, pihak berwenang belum menyimpulkan apakah faktor tersebut menjadi penyebab utama.
Selain faktor koordinasi, kondisi angin ekstrem menjadi salah satu faktor penting yang kemungkinan ikut berperan. Angin kencang dapat menyebabkan perubahan mendadak pada arah dan kestabilan helikopter, terutama ketika pesawat melakukan operasi dekat permukaan tanah, kawasan pegunungan, atau garis pantai.
Helikopter pemadam kebakaran sering harus terbang rendah untuk mengambil air atau menjatuhkan air ke titik api, sehingga ruang untuk melakukan koreksi manuver menjadi lebih terbatas.
McDermott Aviation, perusahaan Australia pemilik kedua helikopter tersebut, menyatakan kedua kru sedang menjalankan tugas mendukung operasi pemadaman kebakaran dan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang menyatakan adanya kerusakan teknis pada helikopter sebelum tabrakan terjadi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































