tirto.id - Suasana haru mengiringi pemakaman jenazah Aman Rahmandana di kampung halamannya, Desa Suka Negara, Belitang III, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Pemuda berusia 19 tahun itu merupakan salah satu korban tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Rumah duka dipenuhi ribuan pentakziah, baik dari warga setempat, kepolisian, TNI, maupun pemerintah setempat. Begitu peti jenazah tiba, tangis pilu keluarga, kerabat, dan teman sepermainan korban pun pecah.
Jenazah tiba di rumah rumah duka, Rabu (30/9/2026) sore. Setelah dilakukan serah terima secara resmi dan disalatkan di masjid desa setempat, jenazah langsung dimakamkan di hari itu juga.
Almarhum Aman merupakan anak yatim. Sejak maih anak-anak sudah ayahnya, Sukardi, sudah meninggal. Hingga remaja dia tinggal bersama ibunya, Sulistianti, serta kakek dan neneknya.
Untuk menghidupi keluarga, almarhum memutuskan merantau ke Bali dan Jakarta sejak beberapa tahun lalu. Kemudian dia berangkat ke Banjarmasin dengan harapan ingin mengubah nasib.
Rencana almarhum Aman tersebut tidaklah mudah. Ia harus menjual sepeda motor kesayangannya untuk ongkos merantau ke pulau Kalimantan.
Takdir Pilu di Laut Jawa dan Penyerahan Santunan
Prosesi pemakaman jenazah korban tenggelam kapal Virgo Transport 8 di OKU Timur, Sumsel. FOTO/Dokumen polisi

Takdir ternyata berkata lain. Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang ditumpangi almarhum dilaporkan tenggelam di Laut Jawa. Aman menjadi satu dari sekian banyak korban yang sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Kami sangat salut dengan perjuangan almarhum, hidup sebagai anak yatim dan berusaha sekuat tenaga cari nafkah untuk keluarganya di kampung. Kami berdoa almarhum husnul khatimah," ungkap Ahmad, kerabat almarhum, Jumat (2/10/2026).
Dia menyebut selama ini keluarga selalu berdoa agar almarhum segera ditemukan dalam keadaan sehat. Namun kabar mengejutkan diterima keluarga yang menyatakan jasad almarhum berhasil dievakuasi dan teridentifikasi atas nama Aman Rahmandana.
"Keluarga dapat kabar jenazah dipulangkan ke kampung. Kami sudah siap-siap sejak dapat kabar itu," kata dia.

Kasi Humas Polres OKU Timur AKP Supardi mengatakan, serah terima dan pemakaman jenazah dihadiri pejabat kecamatan, Polsek Belitang III, Babinsa Koramil, kepala desa, dan Jasa Raharja. Pada saat itu juga dilakukan penyerahan santunan asuransi kepada ahli waris.
"Alhamdulillah pemakaman berlangsung lancar dan terkendali," kata Supardi.
Supardi menjelaskan, jenazah diterbangkan dari bandara Banjarmasin dan mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (30/9/2029) pukul 13.30 WIB. Kemudian jenazah dibawa menggunakan ambulans dan tiba di kampung halaman pukul 17.15 WIB.
"Jelang Maghrib, jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat," kata Supardi.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































