tirto.id - Tim SAR gabungan telah menemukan 174 orang dari total 243 penumpang dalam manifes KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat dan 66 orang meninggal dunia, sementara 69 orang lainnya masih dalam pencarian, Senin (28/9/2026).
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, perkara kecelakaan KM Virgo Transport 8 kini dilimpahkan dari Polda Kalimantan Selatan kepada Mabes Polri melalui Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri.
Kadivhumas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengatakan pelimpahan perkara tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan proses penanganan kecelakaan yang sejak awal dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan.
"Sejak awal kejadian, Polri bersama Basarnas, TNI, dan stakeholder terkait telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan secara terpadu, baik dalam mendukung operasi SAR, evakuasi dan pelayanan kepada korban maupun keluarga korban, maupun dalam proses penyelidikan dan penyidikan," ujar Johnny dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Johnny mengatakan proses hukum selanjutnya akan dilakukan oleh Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.
"Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan," katanya.
Sebelum perkara dilimpahkan, Polda Kalimantan Selatan melalui jajaran Ditpolairud telah memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap nakhoda, anak buah kapal (ABK) yang selamat, serta pihak terkait lainnya.
"Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," jelas Johnny.
Sementara itu, operasi SAR terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih dilakukan tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lain.
Hingga Senin (28/9/2026), sebanyak 69 orang masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan dan pesisir yang menjadi area operasi.
Polri turut mendukung pencarian melalui unsur kapal dan udara serta Tim Disaster Victim Identification (DVI). Tim DVI melakukan identifikasi terhadap korban meninggal dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem korban.
Johnny mengatakan penanganan korban dan keluarga menjadi perhatian seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR.
"Polri menyampaikan empati dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kami memahami bahwa keluarga membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan," tuturnya.
Proses pencarian korban dan penanganan hukum berjalan bersamaan. Polisi masih mendalami fakta dan alat bukti terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 setelah perkara dilimpahkan ke Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.
"Penanganan kemanusiaan dan proses hukum berjalan secara beriringan. Seluruh unsur terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing dalam satu upaya penanganan terpadu. Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," pungkasnya.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































