tirto.id - Usai helikopter Apache milik Amerika Serikat (AS) ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz, militer AS lancarkan serangan ke Iran pada hari ini, Rabu (10/6/2026). Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan masa depan tercapainya kesepakatan damai setelah sebelumnya Iran dan Israel juga kembali saling serang.
Seturut Anadolu, jatuhnya helikopter Apache milik AS itu dilaporkan terjadi pada Selasa (9/6) waktu Indonesia. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut bahwa helikopter itu “jatuh di dekat pantai Oman saat berpatroli di perairan regional”.
“Para prajurit berhasil diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dan dalam kondisi stabil. Penyebab insiden tersebut sedang diselidiki,” tulis keterangan CENTCOM.
Tak lama setelah pernyataan CENTCOM itu, Presiden AS Donald Trump membuat keterangan di media sosial dan menyebut bahwa jatuhnya helikopter tersebut adalah karena serangan Iran. Trump mengonfirmasi keselamatan awak helikopter, namun juga memastikan akan membalas serangan tersebut.
“Saya baru saja mendapat informasi … bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache,” tulis Trump pada Selasa. “Amerika Serikat harus, tentu saja, menanggapi serangan ini.”
AS Lancarkan Serangan Balasan ke Iran
Hal yang disebut Trump sebagai tanggapan itu, terjadi pada hari ini. AS dilaporkan telah melancarkan serangan balasan ke Iran di kota-kota dekat Teluk Persia.
Menukil CNN, media Iran telah melaporkan bahwa ledakan terdengar di beberapa kota, termasuk Bandar Abbas, Sirik, dan Minab. Pulau Qeshm juga disebut sebagai lokasi ledakan terdengar.
Menurut situs berita Axios, serangan AS itu disebut menargetkan sistem pertahanan dan radar milik Iran. Namun, fasilitas distribusi air milik perusahaan Hormozgan di Iran juga dilaporkan mengalami serangan, membuat distribusi air di distrik Bamani dan Kuhestak dihentikan.
Donald Trump, dalam pernyataannya untuk ABC News, menyebut serangan ini merupakan “tanggapan atas apa yang mereka [Iran] lakukan”.
“Saya percaya tanggapannya harus sangat kuat, sangat dahsyat, dan itulah yang terjadi,” kata Trump.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran mengeluarkan ancaman ke AS pada Rabu. Ia tak secara terang-terangan menyebut serangan terbaru AS, namun menyebut bahwa Iran “tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan”.
Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami,” tulis Araghchi di X. “Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman.”
Keterangan senada juga sebelumnya diungkap ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Pada Selasa, beberapa menit sebelum Trump pertama kali berkomentar tentang helikopter yang jatuh, Ghalibaf menyiratkan Teheran tidak akan segan membalas serangan.
“Kami lebih menyukai bahasa diplomasi, tetapi kami juga berbicara bahasa lain dengan lebih fasih. Langgar komitmen Anda, dan kami akan beralih ke bahasa yang paling kami kuasai,” katanya di media sosial.
Ketegangan yang terjadi pada Selasa dan Rabu ini merupakan eskalasi konflik terbaru. Sebelumnya, pada Minggu (7/6) dan Senin (8/6), Iran lebih dulu saling serang dengan Israel yang terus menggempur Lebanon selatan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































