tirto.id - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menanggapi insiden pengunjung festival musik The Sounds Project yang melantunkan hafalan Al-Qur'an untuk menukarkannya dengan sebotol minuman keras (miras).
Nasaruddin mengatakan, insiden itu merupakan cerminan dari kegembiraan, tetapi dibungkus dengan hal yang sensitif.
“Tapi kan kita sudah berikan peringatan bahwa hal-hal seperti itu agak sensitif kan,” kata Nasaruddin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Ia mengingatkan agar kegembiraan yang dirasakan tidak terlalu berlebihan, agar kemudian tidak membuat langkah yang keliru.
“Boleh gembira, tetapi jangan sampai nanti salah dalam membuat satu langkah ya,” ucapnya.
Nasaruddin menyebut, ia hanya akan menunggu dan menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan di kepolisian.
Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama dalam promosi miras di acara festival musik The Sounds Project, kawasan Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026) malam.
Penangkapan ini bermula dari sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan adanya tantangan melafalkan Surah Ad-Duha demi mendapatkan miras gratis.
Plh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito, menjelaskan penangkapan dua orang berinisial R (perempuan) dan E (laki-laki), didasari tindak lanjut atas insiden yang terjadi pada malam tersebut.
Saat ini, kedua orang tersebut menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Jakarta Utara. Pihak kepolisian sejak awal mendorong pihak terkait untuk membuat laporan resmi agar kasus ini dapat diusut secara hukum.
"Setelah kejadian penistaan agama hari Minggu malam, kemudian viral di hari Seninnya, kami dari pihak Polri mengupayakan ada pihak yang bisa melaporkan. Alhamdulillah pada hari Senin sore, MUI Kecamatan Pademangan hadir untuk memberikan laporan polisi," ujar Oki kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































