Menuju konten utama

Sepak Terjang Iran dalam Membantu Perlawanan Houthi Yaman

Iran tidak terang-terangan membantu perlawanan kelompok Houthi. Namun, Iran diam-diam membekali Houthi dengan pelatihan hingga asistensi serangan.

Sepak Terjang Iran dalam Membantu Perlawanan Houthi Yaman
Militan Houthi mencoba memblokir warga memasuki jalan dimana wilayah kepresidenan dihantam serangan udara di Sanaa, Yaman, Senin (7/5/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/Khaled Abdullah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jalannya pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan jejak bantuan Iran untuk kelompok bersenjata di Yaman itu. Sejak lama, Houthi disebut menjadi proksi Iran dan eskalasi konflik terbaru turut mengindikasikan bagaimana afiliasi tersebut terjadi.

Satu bulan terakhir, Houthi juga mengintensifkan pengaruh militer mereka di pesisir Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Sejumlah wilayah kunci di kawasan pesisir dilaporkan sudah direbut Houthi pada September dan membuat distribusi komoditas energi Saudi makin terancam.

Aktivitas militer Houthi itu membuat Saudi sibuk menggalang dukungan dari para sekutu regionalnya. Hal ini terjadi seiring sekutu utama mereka, Amerika Serikat (AS), tampak tak memiliki niat untuk terlibat dalam eskalasi konflik terkait Laut Merah.

Iran Aktif Membantu Houthi

Menukil AP, kemampuan Houthi untuk meningkatkan pengaruh militernya dalam sebulan terakhir rupanya tak datang dari organisasi itu sendiri. Iran dilaporkan turut andil dalam eskalasi ini, kendati tak secara langsung terlibat dalam pertempuran.

Iran membantu operasi militer Houthi sebulan terakhir melalui andil para penasihat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Mereka dikerahkan ke medan pertempuran dan mengarahkan jalannya serangan.

Keterangan itu didapat AP dari 10 sumber anonim yang diidentifikasi sebagai pejabat di antara pihak-pihak yang bertempur. Dari 10 sumber anonim ini, salah satu di antaranya merupakan pejabat senior Houthi.

Dari keterangan sumber, para penasihat IRGC aktif membekali pasukan Houthi dengan taktik serangan sepanjang September. Taktik itu digunakan Houthi untuk menembus komunikasi internal pasukan Yaman dan merebut sejumlah pelabuhan penting di pesisir Laut Merah.

Taktik-taktik militer itu menandai bantuan yang makin langsung dari Teheran terhadap organisasi bersenjata di Yaman tersebut. Bantuan yang diberikan Iran meluas hingga mengintervensi jalannya pertempuran di lapangan.

Sebelumnya, Iran dilaporkan cenderung memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan dan logistik. Menurut Mzahem Alsaloum, seorang analis keamanan yang berfokus pada isu kelompok proksi Iran, hal ini kerap dilakukan pada 2025 lalu.

Tahun lalu, Houthi mendapatkan bantuan persenjataan dan pelatihan dari Iran. Bantuan persenjataan itu termasuk pasokan teknologi rudal, drone, dan kapal serang tanpa awak yang lebih canggih.

Sebelumnya, bantuan berupa asistensi penentuan rencana serangan tak dilakukan Iran. Namun, menurut pejabat Houthi yang tak disebut namanya itu, para penasihat IRGC sekarang kerapg “hadir di semua tingkatan” komando Houthi.

Alsaloum menyebut kehadiran para penasihat IRGC merupakan bantuan yang bermakna bagi Houthi. Masukan dari para penasihat telah memberikan kemampuan yang selama ini tidak dimiliki kelompok bersenjata itu.

Hal itu, setidaknya, tergambar pada bagaimana Houthi mampu menganalisis komunikasi musuh dan data intelijen satelit. Analisis ini disinyalir menjadi faktor penting dalam keberhasilan Houthi merebut sejumlah titik strategis di wilayah pesisir Laut Merah.

Baca juga artikel terkait HOUTHI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar