Menuju konten utama

PT KAI Targetkan Jalur KRL Sampai Cikampek dan Lido Rampung 2028

Bobby menargetkan seluruh pembangunan sarana dan prasarana rampung pada 2028.

PT KAI Targetkan Jalur KRL Sampai Cikampek dan Lido Rampung 2028
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan keterangan terkait angkutan Natal dan Tahun Baru 2026 saat konferensi Pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (25/11/2025). PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan kesiapan penuh menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan menyediakan kapasitas angkut sebesar 49.635.448 tempat duduk atau meningkat 8,9 persen dibanding tahun sebelumnya serta diskon 30 persen untuk perjalanan kelas Ekonomi Komersial, dengan kuota mencapai 1.509.080 pelanggan untuk 156 KA reguler dan 26 KA tambahan. ANTARA FOTO/Fauzan/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wacana perpanjang jalur hingga Cikampek dan Lido disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (23/09/2026).

Bobby menjelaskan perpanjang jalur akan dilakukan di dua jalur, yaitu blue line (lintas Bekasi) dan red line (lintas Bogor). Blue line yang saat ini hanya sampai Cikarang akan diperpanjang sejauh 42 kilometer hingga Cikampek. Sedangkan, red line yang berakhir di Stasiun Bogor akan disambungkan ke Lido, Cigombong.

"Yang untuk Bekasi Line itu kita extend pak, dari Cikarang itu kita extend sampai Cikampek, itu ada sekitar 42 kilometer lagi. Kemudian yang untuk Bogor line itu kita extend yang sekarang sampai Bogor itu akan kita tambah juga sampai Cigombong," terang Bobby.

Bobby menargetkan seluruh pembangunan sarana dan prasarana rampung pada 2028. Ini demi memastikan KRL Jabodetabek dapat melayani 2 juta penumpang setiap harinya.

Khususnya, di jalur Bogor, PT KAI telah merevitalisasi Stasiun Bogor untuk meningkatkan aksesibilitas sarana dan prasarana. Peningkatan dilakukan dengan mengubah 3 peron atau 3 jalur yang tadinya hanya dapat melayani kereta delapan gerbong atau SF 8 menjadi SF 12. Ini kapasitas stasiun lebih besar sehingga dapat melayani lebih banyak penumpang.

"Yang tadinya itu ada 3 peron, ada 3 jalur yang masih SF 8 sudah kita selesaikan menjadi SF 12," ujar Bobby.

Selain itu, Stasiun Bogor juga ditingkatkan kenyamanannya dengan menambahkan overcapping di peron 4 dan 5. Kemudian, demi menjaga keselamatan tidak ada lagi aktivitas penumpang melintas di jalur atau level crossing.

"Kemudian untuk kenyamanan, ada peron 4 dan 5 yang tadinya belum ada overcapping-nya sudah kita laksanakan juga overcapping-nya. Dan juga untuk menjaga keselamatan tidak ada lagi yang namanya rail crossing, kita lempar semua ke concourse di atas," jelasnya.

Revitalisasi turut dilakukan di tujuh stasiun lainnya, yaitu Stasiun Pondokranji, Stasiun Jatake, Stasiun Tenjobaru, Stasiun Juramangu, Stasiun Cawang, Stasiun Duri, dan Stasiun Karet yang akan diintegrasikan dengan Stasiun BNI City.

"Dan begitu juga di Stasiun Pondok Ranji, Stasiun Jatake yang baru kita operasikan enam bulan lalu, Stasiun Tenjobaru yang masih dalam proses pelaksanaan, Stasiun Jurangmangu yang masing dalam proses pelaksanaan, Stasiun Duri, Stasiun Cawang, serta Stasiun Karet yang kita integrasikan dengan Stasiun BNI City," jelasnya.

Baca juga artikel terkait PT KAI atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Bayu Septianto