Mukhtar Abdullah

Mukhtar Abdullah merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Jakarta. Mukhtar aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan salah satunya LPM Didaktika UNJ. 

Indeks Tulisan

Ekonomi
Jumat, 30 Okt

Victoria Care Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama

VICI juga mengangkat 2 orang komisaris independen, yaitu Firman Parulian Sitanggang dan Antar M.T. Sianturi.
Ekonomi
Jumat, 30 Okt

Hashim: Dolar Bisa Tembus Rp22.000 jika Saham Gorengan Dibiarkan

Hashim memperingatkan dolar AS bisa tembus Rp22.000 imbas saham gorengan. Praktik manipulasi ini dinilai picu kaburnya dana asing dan sorotan MSCI.
Sosial Budaya
Jumat, 30 Okt

Jenazah Anggota BPK RI Fathan Subchi Dimakamkan di Demak

Jenazah Fathan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis petang setelah dipulangkan dari Moskow, Rusia.
Ekonomi
Jumat, 30 Okt

Pihak Terkait Saham BREN, CUAN, dan DSSA Didenda Rp2,1 T ke OJK

OJK menemukan adanya pengaburan informasi identitas pemesan saham yang terafiliasi dengan pengendali saat penawaran umum perdana.
Ekonomi
Kamis, 29 Okt

Bank hingga E-Commerce Resmi Pungut Pajak Digital per 9 November

Rencana ini akan menyasar seluruh perbankan milik pemerintah maupun swasta, perusahaan fintech dan lokapasar.
Ekonomi
Kamis, 29 Okt

Rosan Klaim Singapura Tetap Investasi di Indonesia usai Karhutla

Menteri Investasi Rosan Roeslani memastikan Singapura tetap berkomitmen menanamkan modal di RI meski hubungan sempat memanas akibat kabut asap.
Ekonomi
Kamis, 29 Okt

Rupiah Melemah, BI Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Oke

BI menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan oke di tengah fluktuasi pelemahan nilai tukar rupiah akibat sentimen global.
Ekonomi
Kamis, 29 Okt

Hashim Bantah Utang RI Besar: Cuma 40 Persen dari PDB

Sebut narasi utang besar adalah bohong, Hashim Djojohadikusumo pastikan masa depan ekonomi Indonesia terang karena fundamental yang kokoh.
Ekonomi
Kamis, 29 Okt

Hashim Sebut Pembiayaan Program Beres bila Pajak Sesuai UU

Hashim juga menyoroti rasio penerimaan negara terhadap PDB yang baru sekitar 12 persen.
Ekonomi
Kamis, 29 Okt

Hashim: Sekitar Rp10 Ribu T Ekonomi Indonesia Tidak Tercatat

Hashim menerangkan aktivitas ekonomi tidak tercatat pada masa lalu kerap disebut sebagai pasar gelap atau black market.