Menuju konten utama

3 Negara Barat Dukung Kedaulatan Palestina di Sidang Umum PBB

Prancis, Inggris, dan Kanada mendukung kedaulatan Palestina. Inggris dan Kanada bahkan telah memberikan dana dalam membantu rakyat di sana.

3 Negara Barat Dukung Kedaulatan Palestina di Sidang Umum PBB
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 di Markas Besar PBB di New York, pada 22 September 2026. (Foto oleh TIMOTHY A. CLARY / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Prancis, Inggris, dan Kanada secara terbuka mendukung kedaulatan Palestina dalam Sidang Umum PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (22/9/2026). Situasi krisis kemanusiaan di Gaza disorot para pemimpin ketiga negara tersebut dalam pidato mereka di agenda sidang.

Menukil Al Jazeera, Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan telah membacakan pidato yang berapi-api tentang situasi Palestina dalam sidang PBB tersebut. Ia menyoroti situasi di Gaza dalam pidatonya dan mengutuk kegagalan dunia dalam bertindak untuk mencegah blokade Israel atas wilayah Palestina itu.

“Kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus tidak melakukan tindakan apa pun dalam menghadapi Gaza?” katanya.

Dalam kesempatan itu, Macron menyebut hingga kini kondisi di Gaza masih memprihatinkan. Terus berlangsungnya kondisi itu, kata Macron, adalah “kejadian yang mempermalukan kita” sebagai warga dunia.

“Beberapa orang membanggakan perdamaian, namun perdamaian ini belum membuka kembali jalur kemanusiaan sedetik pun,” katanya.

Pernyataan Macron itu diucapkan selang beberapa jam setelah pidato Presiden AS Donald Trump di mimbar yang sama. Berbeda dengan Macron, Trump memuji rencana perdamaian Gaza sebagai kemenangan diplomatik.

Tak lama setelah Macron berpidato, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan untuk menampik kritik Presiden Prancis itu. Mereka menyebut bahwa tidak ada yang berbuat lebih banyak untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan selain Trump.

Namun, situasi mengenaskan yang tengah terjadi di Gaza bukan satu-satunya topik yang disorot Macron dalam pidatonya. Ia juga turut menyoroti peningkatan pelanggaran Israel di Tepi Barat yang diduduki.

“Semua orang yang mengeklaim bahwa keamanan Israel bergantung pada pelanggaran kedaulatan semua negara tetangganya adalah kesalahan fatal, melemahkan keamanan Israel untuk hari ini dan esok hari,” katanya.

Pernyataan itu tampak merupakan kritik Macron terhadap kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sejak Netanyahu berkuasa, ia telah mengintensifkan “serangan preventif” di sekitar perbatasan, yang tampak telah menciptakan zona penyangga di perbatasan Israel dengan negara lain. Hal ini telah dilakukan, terutama, di Gaza dan Lebanon.

Inggris dan Kanada Siapkan Aksi Khusus bagi Palestina

Selain menyampaikan pidato yang berapi-api terkait situasi Palestina, Macron dilaporkan juga turut serta dalam pertemuan khusus Majelis Umum PBB mengenai kenegaraan Palestina. Penyelenggaraan agenda ini dipimpin oleh Macron dan diikuti Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Perdana Menteri Kanada Mike Carney, dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud.

Dalam agenda khusus tersebut, Prancis, Inggris, dan Kanada kompak memberikan dukungan terhadap kedaulatan Palestina. Para pemimpin negara Barat itu menggunakan agenda khusus itu mendorong komunitas internasional untuk mulai mendukung Palestina lewat aksi nyata di lapangan.

Burnham menggunakan kesempatannya dalam agenda itu untuk menggalang aksi konkret negara-negara dunia untuk mendukung solusi dua negara. Menurutnya, situasi kiwari telah menuntut warga dunia tak sekadar mendukung solusi itu lewat kata-kata belaka.

"Kita semua hidup di era rendahnya kepercayaan terhadap politik. Banyak orang di ruangan ini, banyak politisi di seluruh dunia, telah berbicara selama beberapa dekade tentang solusi dua negara," katanya. “Tetapi jika kita tidak mendukung kata-kata tersebut dengan perbuatan, kita akan semakin merusak kepercayaan terhadap proses politik, diplomatik dan internasional.”

Burnham menyebut Inggris telah mulai melakukan hal tersebut lewat penerapan sanksi perdagangan para produsen komoditas dari permukiman Israel di Tepi Barat. PM Inggris itu menyebut proyek permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal dan dilakukan sebagai “upaya yang disengaja untuk menghalangi solusi dua negara”.

Proyek pembangunan yang dikenal sebagai proyek pemukiman E1 itu disebut Burnham secara sengaja dilakukan untuk membagi wilayah Tepi Barat yang diduduki jadi dua dan menjauhkannya dari Yerusalem Timur milik Palestina. Hal ini disebut merupakan siasat Israel untuk memecah-mecah wilayah yang diharapkan jadi titik pusat Palestina di masa depan.

Sementara itu, PM Kanada Mike Carney menyebut bahwa pihaknya akan memberikan bantuan senilai 100 juta dolar Kanada kepada Palestina untuk menjaga “kemungkinan solusi dua negara”. Bantuan itu disebut Carney akan digelontorkan Kanada untuk dua tujuan utama.

Sekitar 80 persen dari total bantuan itu, kata Carney, akan digunakan sebagai bantuan kemanusiaan langsung. Sementara 20 persen sisanya akan dialokasikan untuk “mendukung perdamaian dan keamanan”, termasuk inisiatif multi-tahun Kanada untuk melatih polisi Palestina di Tepi Barat.

Carney juga turut mengecam proyek permukiman E1 dalam keterangannya, ia menyebut Kanada juga akan mengikuti langkah Inggris untuk menerapkan sanksi ekonomi kepada permukiman Israel di Tepi Barat. Hal ini ia ungkapkan sembari menyoroti situasi warga Gaza yang terus menanggung “penderitaan manusia yang sangat besar”.

Akan tetapi, dalam kesempatan itu, Carney turut menyalahkan Hamas dan Iran. Menurutnya, Israel kini menghadapi “ancaman nyata dari Hamas dan dari Iran serta proksinya”.

Baca juga artikel terkait SIDANG UMUM PBB atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar