tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Israel juga harus mendapatkan keamanan sebagai negara. Menurut Prabowo perdamaian di Palestina hanya dapat terwujud apabila semua pihak menghormati dan juga menjamin keamanan Israel.
Menurut Prabowo, pengakuan terhadap Israel menjadi satu-satunya jalan agar kedamaian dapat terjadi. Pengakuan tersebut dinilai tak cuma berasal dari Indonesia, melainkan negara lain juga dinilai harus mengakui Israel sebagai negara.
"Saya juga terang-terangan mengatakan perdamaian hanya bisa datang kalau semua orang mengakui, menghormati, dan menjamin keamanannya Israel. Israel pun harus dijamin keamanannya, baru kita bisa dapat perdamaian," kata Prabowo kepada awak media di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025).
Sementara itu, Prabowo mengaku telah menyampaikan dukungan kepada Israel saat berpidato di sidang umum PBB. Kepala negara lain disebut menilai positif pernyataan Prabowo.
"Banyak sekali yang positif ya, karena juga kita dianggap realistis, kita dianggap seimbang," kata dia.
Di satu sisi, Prabowo mengaku merasa terhormat setelah berpidato di sidang umum PBB. Ia merasa terhormat karena dapat berpidato usai Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva serta Presiden AS Donald Trump. Menurut Prabowo, urutan berpidatonya juga menandakan bentuk penghormatan PBB kepada Indonesia.
"Ya, saya kira ini suatu kehormatan, saya bisa bicara, termasuk dikasih urutan yang terhormat ya, habis Brazil yang selalu nomor satu, Amerika yang selalu nomor dua, baru kasih kesempatan kepada Indonesia, saya kira menghormati Indonesia, menghargai Indonesia," ucapnya.
Prabowo mengaku bersyukur dapat berpidato secara terus terang saat sidang umum PBB. Melalui pidato tersebut, Prabowo mengaku menyampaikan sikap masyarakat Indonesia tentang konflik dunia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menambahkan, Trump sempat memuji pidatonya. Ia menilai pujian itu disampaikan karena latar belakang Trump yang humoris.
"Ya, beliau [Trump] kan humoris ya. Saya sebetulnya nggak terlalu sadar bahwa saya itu ya, mungkin itu gaya saya saja," tuturnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































