tirto.id - Polri menyatakan terdapat satu korban yang masih dalam proses identifikasi usai peristiwa penembakan dan pembakaran di kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Dalam kasus ini, total lima korban meninggal dunia.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan sementara, dari peristiwa tersebut terdapat lima orang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
“Berdasarkan pendataan sementara, lima orang dinyatakan meninggal dunia yang diakibatkan luka tembak dan luka penganiayaan berat, dan lima orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," ucap dia dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Yusuf menerangkan, satu korban meninggal dunia yang tengah dalam proses identifikasi merupakan masyarakat asli Papua. Sementara, lima korban selamat yang dievakuasi dalam keadaan selamat masing-masing berinisial WR, SS, HM, SU, dan JJM.
"Para korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ungkap dia.
TPNPB Klaim Tembak Agen Intelijen yang Menyamar
Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membenarkan bahwa mereka bertanggung jawab atas peristiwa pembakaran dan penembakan itu. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pun telah menerima laporan resmi dari Mayor Terinus Enumbi bersama Mayor Botak Wanimbo dan pasukan TPNPB Kodap XXVIII Yambi dari Batalyon Yamo yang melakukan aksi.
"Bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan terhadap 5 orang agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai tukang bangunan di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara saat kami melakukan operasi pembersihan terhadap agen intelijen militer pemerintah Indonesia pada 2-3 Agustus 2026," tutur Sebby Sambom selaku Jubir TPNPB dalam keterangan resmi.
Desakan Penarikan Warga Imigran dari Tolikara

Sebby mengemukakan, ditegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perang akan berlangsung secara berturut-turut selama 10 tahun ke depan. Dia pun mendesak segera ditariknya seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia dan orang imigran Indonesia yang berprofesi sebagai sebagai tukang ojek, tukang bangunan, tenaga kesehatan, guru-guru dan PNS di wilayah Tolikara.
Dia menegaskan juga mengenai perang ini kepada semua pihak bahwa perang dilakukan untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua. Seluruh pasukan dibawah pimpinan Jenderal Goliath Tabuni dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen dipastikan siap.
"Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang beroperasi di wilayah-wilayah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua agar segera kembali ke kampung halamannya masing-masing demi keamanan dan perlindungan terhadap warga sipil. Hal ini perlu kami sampaikan sesuai dengan hukum humaniter internasional yang berlaku maka himbauan ini harus menjadi perhatian serius oleh semua pihak," ungkap Sabby.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































