tirto.id - Empat pekerja proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, ditembak mati oleh kelompok sipil bersenjata pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIT.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menerangkan berdasarkan aksi penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata pimpinan Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. Hal itu berdasarkan hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri.
"Aksi tersebut menyasar para pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut," kata Tri dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Senin (3/82026).
Menurut dia, empat korban meninggal dunia dalam peristiwa itu bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga yang merupakan Orang Asli Papua (OAP), serta Alfonds. Seluruh korban merupakan pekerja proyek PT SHJ, kecuali Barengga yang merupakan masyarakat setempat.
"Sementara itu, sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan, sehingga informasi dapat segera diteruskan kepada aparat keamanan," ucap Tri.
Dia mengemukakan, aparat gabungan yang terdiri atas Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu telah bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan evakuasi. Tri tidak memungkiri bahwa medan yang berat serta potensi ancaman dari kelompok bersenjata menjadi tantangan proses evakuasi.
"Seluruh korban meninggal dunia maupun para pekerja yang selamat berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Saat ini, tiga jenazah disemayamkan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah lainnya berada di RSUD Tolikara untuk penanganan lebih lanjut," tutur Tri.
Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata karena telah merenggut nyawa pekerja pembangunan infrastruktur bagi kepentingan masyarakat Papua. Tindakan tersebut dinilai tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menghambat upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di wilayah Papua.
Saat ini, kata Tri, aparat TNI-Polri terus memperketat pengamanan di wilayah sekitar lokasi kejadian. Dipastikan, pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata itu juga masih dilakukan guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Kehadiran aparat keamanan merupakan wujud komitmen negara dalam melindungi masyarakat, menjaga keberlangsungan pembangunan, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di Tanah Papua," ujar Tri.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































