Menuju konten utama

Pratikno: Anggota Wantimpres Diisi Beragam Tokoh Nasional

Usai dilantik, Ketua Wantimpres Pratikno tegaskan lembaga tersebut diisi beragam tokoh nasional yang bertugas khusus menasihati Prabowo.

Pratikno: Anggota Wantimpres Diisi Beragam Tokoh Nasional
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Pratikno, saat memberikan keterangan pers usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). tirto.id/M Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Pratikno, menegaskan bahwa susunan anggota Wantimpres periode ini diisi oleh tokoh-tokoh nasional lintas sektor yang bertugas khusus memberi masukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikannya usai prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

"Sebagaimana Anda ketahui bahwa anggota-anggota Wantimpres yang baru ini adalah tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang dari berbagai agama, dari berbagai profesi," ujar Pratikno.

Pratikno menilai keberagaman tersebut menjadi modal berharga bagi Wantimpres untuk menyumbangkan pengalaman terbaik kepada kepala negara.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Presiden dan Wakil Presiden.

Lebih lanjut, Pratikno menggarisbawahi bahwa seluruh telaah dan pertimbangan yang dirumuskan Wantimpres ditujukan secara spesifik kepada satu pihak.

"Jadi tugas kami memang khusus dengan satu beneficiary ya, yaitu Bapak Presiden," tutur Pratikno.

Ia menambahkan, modal kekayaan pengetahuan dan rekam jejak para anggota akan dioptimalkan guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang matang sesuai mandat undang-undang.

Terkait struktur pimpinan, Pratikno bersama Wakil Ketua Hatta Rajasa dan Sekretaris M. Qodari berkomitmen mengawal kinerja seluruh anggota.

"Akan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi seluruh anggota bisa maksimal memberikan saran, masukan, dan pertimbangan kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa menjelaskan perubahan status Wantimpres dari lembaga pemerintah menjadi lembaga negara berdasarkan pembaruan regulasi tahun 2024.

Kendati fokus menyukseskan kepemimpinan Presiden melalui masukan berkualitas, Hatta mengingatkan bahwa substansi nasihat tersebut tidak dapat dipublikasikan.

"Namun, kawan-kawan jangan pernah bertanya nasihat apa yang diberikan kepada Presiden. Karena berdasarkan undang-undang kami dilarang untuk menyampaikan itu," tegas Hatta.

Hatta menekankan komitmen Wantimpres untuk menjaga kerahasiaan komunikasi dengan kepala negara.

"Jadi kami tentu akan silence, apapun yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Wantimpres, M. Qodari, menyatakan kesiapan divisi kesekretariatan dalam menunjang kerja-kerja strategis dewan.

"Tugas Sekretaris adalah mendukung agar organisasi bisa berjalan dengan optimal dan tentunya mendukung Bapak Ketua dan Wakil Ketua," pungkas Qodari.

Baca juga artikel terkait DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah