Menuju konten utama

Listyo Sigit Jadi KSP, Kadiv Hubinter Pimpin Pelepasan FPU 8

Absen di pelepasan pasukan PBB, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan dilantik menjadi KSP di Istana hari ini.

Listyo Sigit Jadi KSP, Kadiv Hubinter Pimpin Pelepasan FPU 8
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Untung Widyatmoko, saat menggantikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memimpin Upacara Pelepasan Kontingen Garbha Satgas FPU 8 MINUSCA di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10). foto/hanang
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Untung Widyatmoko, mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Upacara Pelepasan Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas (Satgas) FPU 8 MINUSCA di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Untung mengatakan Listyo Sigit seharusnya menjadi inspektur upacara dalam agenda tersebut. Namun, Listyo berhalangan hadir karena harus menghadiri agenda pelantikan sebagai Kepala Staff Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

"Para hadirin sekalian, pada pagi hari ini izinkan kami membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang pada hari ini sedianya menjadi inspektur upacara, namun karena beliau harus menghadiri pelantikan selaku Kepala Staf Kepresidenan, untuk itu saya mewakili Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia," kata Untung saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kamis (1/10/2026).

Dalam amanat tersebut, Listyo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Divisi Hubungan Internasional Polri, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA.

Menurut Listyo, keterlibatan Polri dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia merupakan bagian dari amanat konstitusi Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Partisipasi Polri dalam misi pemeliharaan perdamaian bukanlah hal yang baru," ujarnya.

Listyo menyebut Polri telah mengirimkan 3.704 personel untuk menjalankan misi perdamaian sejak 1989. Jumlah tersebut terdiri dari 3.371 polisi pria dan 333 polisi wanita.

Ia mengatakan keterlibatan personel Polri dalam misi perdamaian dunia menjadi bentuk komitmen untuk mendukung kebijakan luar negeri pemerintah sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Personel Diminta Jaga Nama Baik Indonesia di Afrika Tengah

Dalam amanat yang dibacakan oleh Untung, Listyo mengingatkan personel Satgas FPU 8 MINUSCA bahwa mereka membawa nama Indonesia dan Polri selama menjalankan tugas di Republik Afrika Tengah.

"Setiap langkah, sikap, dan tindakan kalian merupakan cerminan Indonesia. Kalian adalah duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia dan Polri di daerah penugasan," katanya.

Listyo meminta para personel menjaga kehormatan bangsa dan institusi Polri dengan menjunjung disiplin, profesionalisme, serta integritas. Dia juga meminta personel menghindari berbagai bentuk pelanggaran selama menjalankan tugas.

"Jaga kehormatan bangsa dan institusi Polri dengan senantiasa menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, dan integritas, serta hindari setiap bentuk pelanggaran," ujarnya.

Listyo berharap pelepasan tersebut dapat meningkatkan kebanggaan dan semangat personel Satgas FPU 8 MINUSCA. Dengan demikian, misi yang dijalankan dapat berlangsung optimal dan memberikan dampak positif di wilayah penugasan.

FPU 8 MINUSCA merupakan kontingen Polri yang ditugaskan dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah.

Baca juga artikel terkait JABATAN KAPOLRI atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah