Menuju konten utama

Jejak Kilat Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri

Suyudi dinilai akan menghadapi reformasi kultural yang belum tuntas, tetapi juga terkait dengan tantangan menghadapi perkembangan teknologi.

Jejak Kilat Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri
Komjen Pol Suyudi Ario Seto bersalaman dengan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrahman, usai menjalani uji kelayakan sebagai calon Kapolri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026). tirto.id/Umay
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama Komjen Suyudi Ario Seto menjadi perbincangan di ruang sidang Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026). Sekitar pukul 09.12 WIB, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengusulkan nama Suyudi sebagai calon Kapolri.

Habiburrahman menyebut, Prabowo memberikan usulan pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri serta penugasan Badan Musyawarah DPR tanggal 1 Oktober 2026 yang menugaskan Komisi III DPR RI untuk melakukan pengusulan dan pengangkatan Kapolri berdasarkan Supres Nomor R3/Pres/19/2026 tertanggal 30 September 2026.

Prabowo mengusulkan Suyudi yang langsung mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan di hadapan Komisi III DPR RI. Suyudi, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), mulai membacakan paparannya dalam uji kelayakan tersebut pada sekitar pukul 09.22 WIB. Dia mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat: Menegakkan Asta Cita, Mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dalam waktu 22 menit, tanpa sesi tanya jawab, Suyudi menyelesaikan uji kelayakannya. Tidak lama berselang, sekitar pukul 09.43 WIB, Habiburrahman langsung meminta persetujuan dari para peserta sidang pleno untuk menetapkan Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri.

"Setuju," sorak peserta sidang atau para Anggota Komisi III menjawab pertanyaan dari Habiburokhman soal pencalonan Suyudi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis.

Usai uji kelayakan, Suyudi menyalami para pimpinan dan anggota Komisi III yang hadir dalam sidang. Dia juga berfoto bersama Habiburrahman sambil bersalaman.

Suyudi enggan memberikan keterangan kepada awak media. Dia langsung meninggalkan ruang sidang pleno menuju ruang sidang Paripurna.

15 menit kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, Ketua DPR RI, Puan Maharani, membuka sidang paripurna. Dia kemudian mempersilahkan Habiburrahman untuk menyampaikan hasil sidang pleno.

Setelah Habiburrahman menyampaikan laporan, Puan kembali mengambil alih sidang. Politikus PDIP itu kemudian mempertanyakan kepada peserta sidang untuk persetujuan pencalonan Suyudi sebagai Kapolri.

"Setuju?" tanya Puan pada anggota rapat yang disusul dengan ketokan palu, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis.

Palu diketok pada sekitar pukul 10.16 WIB. Kemudian, Puan mengatakan akan segera mengirimkan hasil persetujuan parlemen atas pengangkatan Suyudi kepada Presiden, begitu pula dengan persetujuan ihwal pemberhentian dengan hormat pejabat sebelumnya yaitu Listyo. Puan mengatakan, Suyudi akan dilantik setelah ibadah shalat zuhur, Kamis.

"Insyaallah supaya tidak terjadi kekosongan, nanti setelah penetapan ini saya tandatangani sebagai Ketua DPR dan saya kirimkan kepada Bapak Presiden. Insyaallah, setelah Zuhur, calon Kapolri akan segera dilantik oleh Bapak Presiden," ujar Puan.

Dalam paripurna, Puan juga memperkenalkan Suyudi sebagai calon Kapolri serta berfoto bersama Suyudi dan pimpinan DPR lainnya termasuk Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Paripurna selesai. Suyudi langsung meninggalkan ruangan. Dia kembali tidak menggubris awak media yang mengejarnya dan masuk ke dalam salah satu ruangan di Gedung Nusantara II DPR RI.

Berdasarkan pemantauan, proses pengumuman Supres hingga persetujuan Suyudi disepakati sebagai calon Kapolri tidak sampai 2 jam. Bahkan, apabila dihitung lebih spesifik, proses pencalonan Suyudi di DPR hanya berjalan selama sekitar 1 jam 4 menit.

Puan Maharani Sebut Proses Pergantian Kapolri Sesuai Mekanisme

Usai memimpin sidang paripurna, Puan, yang didampingi oleh Pimpinan DPR lainnya, mengatakan proses pergantian ini sesuai dengan mekanisme yang ada. Hal itu merupakan tindak lanjut DPR dari Supres Presiden Prabowo yang diterima pada 30 Semptember 2026.

"Setelah kami menerima Supres dari Presiden, kemudian ditindaklanjuti dengan mekanisme yang ada di DPR, juga melalui mekanisme yang ada di Komisi III melalui fit and proper,” kata Puan usai memimpin sidang paripurna.

Ketika ditanyakan mengapa proses pencalonan ini berjalan dengan cepat, Puan menegaskan, tidak ada hal yang dipermasalahkan di Komisi III sebagai pihak yang melakukan uji kelayakan terhadap Suyudi.

Puan menyatakan bahwa proses pencalonan ini sudah sesuai dengan tata tertib dan bisa saja segera dilakukan selama tidak terjadi permasalahan. Dia juga mengatakan bahwa Prabowo hanya mengusulkan nama Suyudi saja.

"Dari laporan yang kami terima bahwa tidak ada hal-hal yang dipermasalahkan di Komisi III karena memang Komisi III yang melakukan fit and proper, dan Alhamdulillah secara aklamasi tadi di Komisi III menyetujui untuk penetapan pencalonan calon Kapolri yang baru,” ujar Puan.

"Selama tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan ya sesuai mekanisme dan sesuai dengan tata tertib yang ada, ya bisa saja itu segera dilakukan,” tambah Puan.

 Komjen Pol Suyudi Ario Seto

Komjen Pol Suyudi Ario Seto bersalaman dengan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrahman, usai menjalani uji kelayakan sebagai calon Kapolri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026). tirto.id/Umay

Suyudi saat Uji Kelayakan: Tak Mau Anak Takut Liat Polisi

Saat uji kelayakan, Suyudi menyampaikan rencananya jika telah resmi menjadi Kapolri. Katanya, memasuki dekade keempat perjalanan reformasi Polri, transformasi struktural, instrumental, dan kultural bukan pekerjaan mudah. Dia menyebut, kritik dan keluhan publik masih diterima Polri.

"Bagi saya, hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi. Kritik yang berbasis fakta adalah sistem peringatan dini agar institusi mengetahui apa yang harus segera diperbaiki," kata Suyudi saat uji kelayakan di Komisi III.

Suyudi mengatakan, apabila memperoleh amanah, dia ingin melanjutkan pembenahan dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara jernih, sekaligus menjaga daan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu.

Lebih lanjut, Suyudi mengatakan bahwa salah satu masalah yang harus diperbaiki adalah masih adanya masyarakat yang merasa takut atau enggan berhadapan dengan polisi. Polisi, kata Suyudi, seharusnya tidak dipandang sebagai sosok yang menakutkan, tetapi sebagai pihak yang hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan bantuan.

"Cita-cita saya sederhana. Ketika seorang anak melihat polisi, ia merasa aman, bukan takut. Ketika korban datang ke kantor polisi, ia menemukan pertolongan, bukan kerumitan. Ketika masyarakat menyampaikan kritik, polisi mampu mendengar tanpa kehilangan kewibawaan. Ketika kejahatan mengancam, polisi hadir paling depan dengan keberanian dan profesionalisme," tutur Suyudi.

Mantan Kapolda Banten ini juga menawarkan enam prinsip untuk mewujuudkan hal tersebut yaitu hadir, dekat, cepat, adil, terbuka, dan adaptif. Transformasi juga diarahkan pada penguatan kelembagaan, pembenahan SDM dan rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, serta akuntabilitas anggaran.

Pria yang pernah menjadi Wakapolda Metro Jaya ini mengatakan, dalam 100 hari pertama, fokusnya adalah mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, memperbaiki respons layanan 110, menangani penumpukan perkara dan pengaduan, memperkuat Polres dan Polsek, serta meningkatkan pelayanan yang ramah korban. Dalam jangka panjang hingga 2029, perubahan Polri ditekankan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan melalui tindakan nyata.

Suyudi Ario Seto

Komjen Pol Suyudi Ario Seto, saat menjalani uji kelayakan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026)/Dok. Istimewa

Suyudi Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Setelah beberapa kali menghindari awak media dan mengikuti sidang paripurna, Suyudi akhirnya menggelar konferensi pers. Polisi lulusan Akpol 1994 ini mengucapkan terima kasih untuk Presiden Prabowo, Pimpinan DPR, Ketua Komisi III DPR. Suyudi juga mengaku bersyukur telah selesai mengikuti proses fit and proper test.

"Hari ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, dan juga kepada Pimpinan DPR RI, Ketua Komisi III DPR RI, dan alhamdulillah pada pagi hari ini kami telah melaksanakan kegiatan fit and proper test di Komisi III DPR RI dan telah diterima secara aklamasi untuk menjadi Kapolri," kata Suyudi kepada wartawan, Kamis.

Dia juga mengucapkan terima kasih untuk masyarakat Indonesia khususnya kepada insan Bhayangkara atas dukungan selama ini. Dia berharap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

"Juga kami menitip kepada rekan-rekan pers untuk kita bisa berkolaborasi, bersinergi dalam memberikan berita kepada masyarakat yang baik, yang jernih, dan kami juga siap untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan sekalian. Sekali lagi kami mohon dukungan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga apa yang menjadi amanah nantinya dapat kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," ucap Suyudi.

Pria yang pernah Kapolresta Jakarta Pusat itu enggan menjawab para awak media yang ingin mengajukan pertanyaan atas pencalonannya ini. Suyudi dan sejumlah polisi lain yang mendampinginya, langsung meninggalkan lokasi konferensi pers, sementara para awak media terlihat sangat kecewa.

Penggantian Kapolri Wajar, tapi Suyudi Punya Banyak Tantangan

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukmito, mengatakan bahwa pergantian Kapolri merupakan hal wajar. Dia mengatakan, sebuah organisasi besar membutuhkan penyegaran dengan melakukan regenerasi kepemimpinan.

"Jenderal Listyo Sigit juga sudah 6 tahun memimpin Polri dan hampir 2 tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Dengan kinerjanya selama ini tentunya ada yg layak diapresiasi, dan tak mungkin akan selamanya menjadi Kapolri," kata Bambang dalam keteranganya, Kamis.

Dia mengatakan, salah satu prestasi kepemimpinan Listyo adalah disahkannya revisi UU Polri. Kata Bambang, Suyudi memiliki tantangan yang sangat besar. Sebab, dia tidak hanya menghadapi reformasi kultural yang belum tuntas, tetapi juga terkait dengan tantangan menghadapi perkembangan teknologi.

"Akan menjadi problem bila jajaran Polri tidak segera beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat yang tinggi," ujar Bambang.

Dia menyebut, Suyudi juga harus menyelesaikan soal penegakan hukum yang masih tebang pilih dan rawan konflik kepentingan. Katanya, penyelesaian masalah tersebut hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang mengetahui akar masalah dan mampu berjarak dengan kepentingan politik dan personal.

Sementara itu, Analis Intelijen, Pertahanan dan Keamanan, Ngasiman Djoyonegoro, mengatakan bahwa transformaasi Polri tak boleh ikut berhenti setiap tongkat komando berpindah tangan. Ngasiman beralasan, perubahan ancaman keamanan yang semakin cepat, tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, dan kebutuhan akan institusi penegak hukum yang semakin profesional membuat keberlanjutan transformasi menjadi ukuran penting dari kepemimpinan Kapolri baru.

Ngasiman menilai, Suyudi memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melanjutkan agenda transformasi Polri yang telah dibangun selama ini. Katanya, pergantian kepemimpinan di tubuh Polri harus dipahami sebagai estafet, bukan sebagai titik untuk mengulang kembali seluruh proses dari awal.

“Transformasi Polri itu bukan proyek satu Kapolri. Ini proses panjang yang sudah dibangun dari waktu ke waktu. Karena itu, ketika terjadi pergantian kepemimpinan, yang harus dijaga adalah kesinambungannya. Fondasi yang sudah kuat jangan dibongkar, tetapi diteruskan, diperkuat, dan disesuaikan dengan tantangan baru,” kata Ngasiman, dalam keterangan tertulis, Kamis.

 Komjen Pol Suyudi Ario Seto

Komjen Pol Suyudi Ario Seto bersalaman dengan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrahman, usai menjalani uji kelayakan sebagai calon Kapolri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026). tirto.id/Umay

Baca juga artikel terkait KAPOLRI atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - News Plus
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher