Menuju konten utama

KSBSI Sebut Ada Polisi Nakal, Kapolri Langsung Perintah Ditindak

Sejumlah anggota kepolisian di daerah masih saja kerap menunjukkan sikap tidak patut dalam bertindak.

KSBSI Sebut Ada Polisi Nakal, Kapolri Langsung Perintah Ditindak
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan di acara penutupan Rakernas KSBSI di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2026). tirto.id/ Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, menyampaikan secara langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai adanya sejumlah "polisi nakal" di daerah. Hal ini berkaitan dengan aktivitas buruh yang ada di daerah.

Menurut Elly, para polisi di jajaran Mabes Polri kerap berkolaborasi bersama kelompok buruh. Namun, sejumlah anggota polisi di daerah masih saja kerap menunjukkan sikap tidak patut dalam bertindak.

"Kami menyadari masih ada, Pak, tindakan oknum polisi di daerah-daerah. Yang di ruangan sini sih baik-baik semua, Pak. Mereka sangat dekat dengan Tuhan yang di ruangan sini. Tapi, mungkin yang di luar, ada yang mencoreng, Pak," kata Elly di hadapan Kapolri dalam penutupan Rakernas KSBSI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Menurut Elly, para oknum polisi nakal itu mencoreng nama institusi. Padahal, tugas utama aparat kepolisian adalah melayani masyarakat.

"Itu bukan salah Bapak sebagai pemimpin. Seperti saya, ketika ada juga anggota saya melakukan kesalahan bukan atas perintah saya. Kami berharap semoga nanti itu akan menjadi lebih baik dan itu tidak boleh menghapus kerja baik ribuan anggota Polri yang hadir melayani masyarakat," ucap dia.

Listyo Sigit pun langsung merespons laporan yang disampaikan Elly tersebut. Dia menyebut penindakan akan dilakukan oleh internalnya.

"Kalau masih ada yang tidak sejalan, Pak Irhamni catat, luruskan orang-orangnya. Kalau ada Kadiv Propam tadi langsung saya suruh telusuri. Sayangnya, Kadiv Propam gak dateng. Tapi, ada Pak Irhami yang bisa catet itu semua," ujar Sigit.

Kapolri juga menjelaskan Desk Ketenagakerjaan menjadi wadah kolaborasi Polri dan kelompok buruh untuk sama-sama mencari solusi dari permasalahan yang timbul. Dia pun berpandangan bahwa segala ancaman yang ditujukan kepada kelompok buruh harus ditindak.

"Terkait dengan masalah-masalah yang menyangkut ataupun berdampak terhadap kehidupan yang tentunya harus dijaga dan dilindungi buruh dari ancaman-ancaman terhadap kejahatan ataupun kriminalisasi di lingkungan pekerjaan. Dan itu menjadi kewajiban dari Desk Ketenagakerjaan untuk bisa membantu rekan-rekan buruh," ungkap Listyo Sigit.

Dalam acara Rakernas KSBSI ini, Listyo Sigit pun didapuk menjadi anggota kehormatan kelompok buruh. Dia pun memastikan bahwa pemerintah tengah memiliki berbagai program yang akan menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan baru.

Baca juga artikel terkait BURUH atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi