tirto.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tidak akan lagi menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk barang mulai 2027. Seluruh bansos akan diberikan secara tunai atau cash.
"Saya lapor Presiden [Prabowo Subianto], [bansos pemerintah] tidak lagi pada barang. Langsung pada manusia. Jadi, [bansos berupa] cash," ucap Luhut usai rapat terkait program perlindungan sosial (Perlinsos) di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Luhut mengatakan penyaluran bansos secara tunai ditargetkan dimulai pada kuartal I 2027. Namun, pelaksanaannya bergantung pada penyelesaian pendataan masyarakat penerima bansos melalui agen Perlinsos hingga akhir 2026.
Ia belum menyebutkan jumlah penerima bansos yang akan ditargetkan mulai 2027. Menurut Luhut, pemerintah masih akan melihat jumlah masyarakat yang terdata melalui agen Perlinsos.
"2027 kita bagi bansos. Kita akan coba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos. Tapi itu subject kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun [untuk pendataan melalui agen Perlinsos]," tuturnya.
"[Target penerima bansos] ya tergantung pendaftaran. Tidak ada rakyat yang tertinggal. Jadi kalian [wartawan] pun ikut lah jadi agen [Perlinsos]," lanjut Luhut.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah tengah mendigitalisasi data penerima bansos melalui program Perlinsos. Karena itu, masyarakat diminta mendaftarkan diri kembali jika ingin menerima bansos.
Menurut Saifullah, masih ada masyarakat yang tidak berhak menerima bantuan tetapi tercatat sebagai penerima bansos. Pendaftaran ulang diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
"Juga memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk mendaftarkan dirinya jika memang memerlukan bansos dalam rangka perlindungan sosial," ucap Saifullah di lokasi yang sama.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































