Menuju konten utama

Pemerintah Tak Lagi Salurkan Bansos Barang di 2027, Semua Cash

Pemerintah akan mengubah seluruh bansos menjadi tunai mulai 2027. Penyaluran ditargetkan kuartal I setelah pendataan penerima rampung.

Pemerintah Tak Lagi Salurkan Bansos Barang di 2027, Semua Cash
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Wamensos Agus Jabo Priyono (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai Rapat Tingkat Menteri di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Thamrin, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Pemerintah akan meluncurkan sistem perlindungan sosial (perlinsos) berbasis digital pada Oktober 2026. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tidak akan lagi menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk barang mulai 2027. Seluruh bansos akan diberikan secara tunai atau cash.

"Saya lapor Presiden [Prabowo Subianto], [bansos pemerintah] tidak lagi pada barang. Langsung pada manusia. Jadi, [bansos berupa] cash," ucap Luhut usai rapat terkait program perlindungan sosial (Perlinsos) di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Luhut mengatakan penyaluran bansos secara tunai ditargetkan dimulai pada kuartal I 2027. Namun, pelaksanaannya bergantung pada penyelesaian pendataan masyarakat penerima bansos melalui agen Perlinsos hingga akhir 2026.

Ia belum menyebutkan jumlah penerima bansos yang akan ditargetkan mulai 2027. Menurut Luhut, pemerintah masih akan melihat jumlah masyarakat yang terdata melalui agen Perlinsos.

"2027 kita bagi bansos. Kita akan coba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos. Tapi itu subject kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun [untuk pendataan melalui agen Perlinsos]," tuturnya.

"[Target penerima bansos] ya tergantung pendaftaran. Tidak ada rakyat yang tertinggal. Jadi kalian [wartawan] pun ikut lah jadi agen [Perlinsos]," lanjut Luhut.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah tengah mendigitalisasi data penerima bansos melalui program Perlinsos. Karena itu, masyarakat diminta mendaftarkan diri kembali jika ingin menerima bansos.

Menurut Saifullah, masih ada masyarakat yang tidak berhak menerima bantuan tetapi tercatat sebagai penerima bansos. Pendaftaran ulang diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

"Juga memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk mendaftarkan dirinya jika memang memerlukan bansos dalam rangka perlindungan sosial," ucap Saifullah di lokasi yang sama.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana