Menuju konten utama

Rupiah Menguat dari Dolar AS, tapi IHSG Dibuka Melemah Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan pagi ini. Ada pun IHSG hari ini agak melemah dalam sesi pembukaan pagi.

Rupiah Menguat dari Dolar AS, tapi IHSG Dibuka Melemah Hari Ini
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka menguat pada Rabu (30/9/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.08 WIB, rupiah bergerak menguat 61 poin atau 0,34 persen, membuat nilai 1 dolar AS berada di level Rp17.920.

Penguatan juga tampak pada nilai mata uang kawasan Asia Tenggara secara umum. Di ASEAN, ringgit Malaysia menguat 0,12 persen dan baht Thailand melemah 0,07 persen. Peso Filipina kali ini justru jadi mata uang ASEAN yang melemah dengan tingkat 0,08 persen.

Mata uang kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan hal serupa. Nilai yen Jepang mengalami penurunan 0,35 persen, yuan Cina melemah 0,04 persen. Namun, won Korea tampil menguat 0,45 persen.

Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu ini terjadi setelah sebelumnya relatif terus tertekan pada Selasa (29/9). Dalam perdagangan kemarin, rupiah melemah hingga 1 dolar AS menembus Rp18.000, sebelum akhirnya ditutup di level 17.960.

Seturut Antara, analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah pada Selasa tersebut dipengaruhi oleh tren penguatan dolar. Harga minyak mentah dunia dan ekspektasi tinggi para investor terkait kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) disinyalir jadi faktor yang melatarinya.

“Karena tingginya harga minyak, para pelaku pasar memperhitungkan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya tanggal 15-16 September lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun terakhir,” katanya pada Selasa (29/9).

Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan Oktober bahkan diperkirakan mencapai 70 persen, berdasarkan data CME FedWatch. Perkiraan ini menyusul serangkaian pernyataan bernada hawkish dari para pejabat The Fed pekan lalu.

Potensi kenaikan suku bunga The Fed itu sebelumnya juga sempat disinggung Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (28/9), Destry menyebut ada kemungkinan The Fed akan kembali menaikkan suku bunganya pada triwulan IV tahun ini.

IHSG Hari Ini di Sesi Pagi 30 September

Berbeda dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi hari ini dibuka melemah. Hal ini menambah catatan negatif IHSG pada bulan September ini.

Seturut RTI Business, IHSG dibuka melemah pada level 6.118,048. Namun, per pukul 09.22 WIB, IHSG berhasil menguat dan bergerak di zona hijau ke level 6.171,818.

Selama periode awal perdagangan sesi pagi ini, IHSG telah bergerak dalam rentang level 6.118,048 hingga 6.173,502. Sepanjang pergerakan itu, terdapat 436 saham yang menguat, 164 saham melemah, dan 158 saham stagnan.

Sejauh ini, IHSG mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp1,72 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 16,43 miliar saham melalui 300.745 kali transaksi.

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar