tirto.id - Peringatan: Artikel ini memuat informasi terkait bunuh diri. Informasi dalam artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda, teman, kerabat, atau keluarga memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
***
Seorang pelajar kelas 9 SMP Negeri 92 Jakarta berinisial FS ditemukan meninggal dunia di pinggir Kali Poncol Atas, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026). Polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah.
"Benar bahwa pada tanggal hari dan jam tersebut telah ditemukan mayat meninggal dunia yang diduga bunuh diri yang masih menggunakan seragam sekolah SLTP kemeja warna putih dan celana panjang warna biru di pinggir kali," kata Budi kepada wartawan, dikutip Rabu (30/9/2026).
Budi mengatakan penemuan korban bermula ketika seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mendapat informasi dari pemulung yang berada di sekitar pinggir kali.
Petugas PPSU kemudian mendatangi lokasi dan melihat kerumunan warga. Setelah diperiksa, ditemukan seorang pelajar dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada petugas PPSU lainnya melalui grup WhatsApp. Polisi dari Polsek Pulogadung selanjutnya mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari keterangan yang diperoleh, polisi mengetahui korban merupakan siswa SMP Negeri 92. Kepala sekolah juga membenarkan bahwa FS merupakan siswa kelas 9 yang tidak mengikuti ujian pada hari tersebut.
"Kepala sekolah bahwa membenarkan korban adalah siswa SMPN 92 kelas 9 yang pada hari ini tidak mengikuti ujian," ujar Budi.
Anggota dari Polsek Pulogadung bersama Tim Identifikasi dan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur kemudian melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan kabel yang terikat pada pohon dan sebuah pisau di sekitar lokasi. Namun, polisi tidak menemukan luka akibat kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan tengkurap dengan kepala menghadap serong ke kiri.
"Tidak didapati luka akibat kekerasan," kata Budi.
Selain itu, polisi menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi, termasuk tas dan selembar tulisan. Budi mengatakan tulisan tersebut ditujukan kepada orang tua dan teman-teman korban.
"Di samping kaki sebelah kanan terdapat tas korban dan terdapat selembar tulisan yang pesan tersebut ditujukan kepada kedua orang tua, dan kepada teman-temannya," ujar Budi.
Berdasarkan foto yang diterima Tirto, sebagian kertas tersebut tertutup topi merah. Namun, sejumlah tulisan masih terlihat seperti terdapat permintaan maaf kepada orang tua dan ungkapan terima kasih kepada teman-teman sekolah.
Bagian pesan yang terlihat antara lain berbunyi, "Maaf Mah Pah. Maaf kalau aku belum bisa jadi anak yang berbakti. Maaf aku lakuin ini Mah, aku lebih baik begini dari pada hidup rugiin orang lain". Pada bagian lain, korban menuliskan pesan kepada teman-teman sekolah, "pesan untuk teman sekolah makasih yang udah baik sama gua."
Polisi masih menangani kasus tersebut untuk mendalami rangkaian kejadian dan memastikan penyebab kematian korban.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































