Menuju konten utama

Harga Minyak Naik Usai Trump Bantah Longgarkan Sanksi Iran

Qatar mendorong perundingan perdamaian setelah harga turun pada sesi sebelumnya akibat pemulihan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.

Harga Minyak Naik Usai Trump Bantah Longgarkan Sanksi Iran
Gambar ini yang diposting di akun X Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menunjukkan kapal tanker minyak mentah Centuries, yang terakhir berlabuh di Venezuela, saat ditangkap oleh Penjaga Pantai AS pada 20 Desember 2025. Amerika Serikat "menangkap" sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada 20 Desember, serangan terbaru dalam kampanye tekanan terhadap Caracas, kata pemerintah AS. Ini adalah kali kedua dalam dua minggu pasukan AS mencegat sebuah kapal tanker di wilayah tersebut, dan terjadi beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan blokade "kapal minyak yang dikenai sanksi" yang menuju dan meninggalkan Venezuela. (Foto oleh Handout / Departemen Keamanan Dalam Negeri AS / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak naik pada Rabu (30/9/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membantah dirinya bersedia melonggarkan sanksi terhadap Iran.

Sementara itu, Qatar mendorong perundingan perdamaian setelah harga turun pada sesi sebelumnya akibat pemulihan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,14 dolar AS atau 1,11 persen menjadi 103,73 dolar AS per barel pada pukul 01.31 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 34 sen, atau 0,38 persen, menjadi 89,72 dolar AS.

Brent menuju kenaikan bulanan sekitar 14 persen atau menjadi kenaikan terbesar sejak Juli 2026. Sementara itu, WTI berada di jalur kenaikan 4 persen setelah menembus 106 dolar AS untuk pertama kalinya sejak Mei 2026.

Rencana potensial AS untuk membatasi ekspor diesel dapat menciptakan kelebihan pasokan di pasar domestik dan menyebabkan penyuling AS mengurangi pengolahan minyak mentah.

Saat ini, Trump sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan penjualan diesel berwarna merah, alih-alih memberlakukan larangan ekspor guna memberikan sedikit keringanan harga kepada konsumen menjelang pemilihan paruh waktu pada November 2026.

"Bukti lebih lanjut mengenai pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz, harapan akan munculnya alternatif terhadap pembatasan ekspor diesel AS, dan tidak adanya eskalasi signifikan dari Iran dalam 24 jam terakhir telah membuat harga sedikit turun," kata Saul Kavonic, kepala riset energi di MST Marquee, dikutip dari Reuters, Rabu. (https://share.google/vRrJ7vHesEWzcKbjV)

"Situasi tersebut tetap bergejolak, logistik minyak mahal dan terbatas," tambahnya.

Qatar mengaku berharap diplomasi antar jemput antara Iran dan AS dapat menghasilkan terobosan.

"Kami bertukar pesan antara kedua pihak, dan kami bekerja untuk membangun titik temu guna mencapai kesepakatan yang akan menyelamatkan kita semua dari dampak konflik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari.

Namun, Trump membantah laporan Axios yang mengutip pejabat AS bahwa dirinya bersedia memberikan keringanan sanksi kepada Iran dan mencairkan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas langkah-langkah konkret dari Teheran terkait program nuklirnya.

"Ini tidak benar. Saya tidak menawarkan apa pun kepada mereka," tulis Trump di Truth Social.

Pada Selasa (29/9/2026) waktu setempat, Arab Saudi kembali melakukan pemuatan kapal tanker minyak dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah mengaktifkan kembali operasi Pipa East-West.

Di satu sisi, ekspor minyak mentah dari produsen Timur Tengah telah kembali meningkat pada September 2026 menjadi 16,328 juta barel per hari atau menjadi yang tertinggi sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari 2026.

Persediaan minyak mentah dan bensin AS meningkat, sementara stok produk distilat turun pada pekan lalu.

Persediaan minyak mentah naik 1,02 juta barel pada pekan yang berakhir 25 September 2026.

Data resmi persediaan dari Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis pada pukul 10.30 EDT atay 14.30 GMT.

Analis yang disurvei Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah dan produk olahan akan turun.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher