Menuju konten utama

10 Mahasiswa FT UGM Dinonaktifkan Sementara Diduga Terlibat KBGO

FT UGM berkomitmen penuh untuk berdiri bersama korban serta memastikan tersedianya pendampingan, perlindungan dan rasa aman bagi korban.

10 Mahasiswa FT UGM Dinonaktifkan Sementara Diduga Terlibat KBGO
Seorang pengendara motor melintas di bundaran Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Rabu (7/11/2018). tirto.id/Irwan A. Syambudi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UGM dinonaktifkan sementara karena diduga terlibat dugaan kasus kekerasan seksual berbasis gender online (KBGO) lewat aplikasi Whatsapp.

Kasus KBGO diduga terjadi dalam sebuah grup Whatsapp yang beranggotakan 40 mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM terbongkar. Kasus dugaan KBGO ini terungkap lewat unggahan akun Instagram @kawanugm. Akun @kawanugm membagikan tangkapan layar berisi percakapan dalam grup Whatsapp tersebut.

Tangkapan layar potongan percakapan ini kemudian viral di media sosial. Berbagai komentar bernada kecaman dan desakan agar ada tindakan tegas berupa sanksi kepada anggota grup Whatsapp tersebut yang terbukti melakukan KBGO.

Merespons viralnya dugaan KBGO ini, FT UGM angkat bicara. Melalui unggahan akun medsosnya @teknikugm menyampaikan tiga sikap. Pertama, FT UGM menyesalkan dan mengecam keras terjadinya tindakan kekerasan berbasis gender secara online di lingkungan civitas akademika. Perbuatan tersebut bertentangan dengan nilai moral, etika, dan integritas yang dipegang teguh oleh insan terdidik.

Kedua, FT UGM berkomitmen penuh untuk berdiri bersama korban serta memastikan tersedianya pendampingan, perlindungan dan rasa aman bagi korban selama proses penyelesaian berlangsung.

Ketiga, FT UGM secara aktif mengawal dan mendorong penanganan perkara ini agar diselesaikan dengan adil, objektif, transparan dan akuntabel sesuai dengan regulasi serta mekanisme tata tertib yang berlaku di UGM. Sanksi akan diberikan pada pelaku secara adil.

Selain itu, Dekan FT UGM, Selo, mengaku FT UGM sudah memanggil 10 mahasiswa yang diduga aktif dalam percakapan di grup Whatsapp itu.

"Kami telah bertemu dengan 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO," kata Selo pada wartawan, Selasa (29/9/2026).

Usai dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan pada mahasiswa, FT UGM menonaktifkan sementara ke-10 mahasiswa tersebut dari kegiatan akademik di UGM.

"Kami siapkan dokumen untuk menonaktifkan sementara semua mahasiswa terduga pelaku KBGO selama 1,5 bulan, sebelum sanksi final ini diketuk oleh Satgas PPKS (Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual) UGM," tutur Selo.

Selo menambahkan masa penonaktifan ini nantinya bisa diperpanjang apabila diperlukan. Termasuk bisa diperpanjang apabila pemeriksaan dari Satgas PPKS UGM belum selesai.

"Tujuannya agar selama proses pemeriksaan Satgas PPKS berlangsung, suasana kampus bisa kembali nyaman, melindungi korban dan menjaga integritas investigasi atau pemeriksaan," pungkas Selo.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN BERBASIS GENDER atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Andrian Pratama Taher