Menuju konten utama

Profil Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Baru Pengganti Listyo

Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto diketok palu DPR RI sebagai calon Kapolri. Ia menggantikan Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat Kapolri 5 tahunan.

Profil Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Baru Pengganti Listyo
Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto menyampaikan pemaparan saat konferensi pers terkait kasus penembakan bos rental mobil di Markas Koarmada TNI AL, Jakarta, Senin (6/1/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Komjen Pol Suyudi Ario Seto lolos dalam fit and proper test, atau uji kelayakan, untuk calon Kapolri yang dilakukan Komisi III DPR RI dalam sidang pleno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026). Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu diagendakan untuk dilantik sebagai Kapolri, Kamis siang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah berkirim surat usulan pemberhentian jabatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Komisi III DPR RI. Surat ini tertanggal 30 September 2026.

Tak hanya itu, Komisi III DPR RI juga sekaligus diminta langsung menjalankan uji kelayakan. Sosok tunggal diusulkan adalah Komjen Pol Suyudi Ario Seto yang tengah menjabat Kepala BNN

"(Presiden) menugaskan Komisi IlI untuk melaksanakan uji kelayakan," kata Habiburokhman, Kamis.

Saat uji kelayakan, Suyudi menyebut pergantian Kapolri bukan berarti mengulangi perjalanan lembaga dari awal. Ia ingin melanjutkan program yang sudah berjalan secara baik hingga menyederhanakan berbagai hal yang tumpang tindih.

"Saya tidak ingin setiap pergantian Kapolri selalu dimaknai sebagai memulai kembali dari nol," kata Suyudi.

Setelah Suyudi selesai menjalani uji kelayakan, Komisi III DPR RI menyetujuinya sebagai calon Kapolri secara aklamasi.

"Aklamasi disetujui?" tanya Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman kepada peserta sidang pleno.

"Setuju," jawab peserta sidang.

Komjen Pol Suyudi Ario Seto,

Komjen Pol Suyudi Ario Seto, saat menjalani uji kelayakan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026). Foto/ Dok Istimewa.

Sementara itu, beberapa menit setelah sidang pleno Komisi III, sidang paripurna DPR RI digelar. DPR lantas menyetujui pencalonan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri melalui ketuk palu dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Insya Allah setelah Zuhur calon Kapolri akan segera dilantik oleh Bapak Presiden," ujar Puan, Kamis.

Penunjukan serba cepat itu menandai berakhirnya masa kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Listyo, yang merupakan mantan Kapolresta Solo, sebelumnya menjabat sebagai Kapolri sejak 21 Februari 2021 lewat penunjukan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Sejak itu, Listyo terus mengepalai lembaga kepolisian hingga kini. Per 1 Oktober 2026, Listyo telah menjabat selama 5 tahun, 8 bulan, 10 hari dan menjadikannya pejabat Kapolri terlama pasca-reformasi.

Sosok Suyudi Ario Seto, Rekam Jejak, dan Kekayaan

Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi polisi berpangkat komisaris jenderal. Sebelum kini, ia dikenal sebagai perwira yang mengepalai Badan Narkotika Nasional (BNN)

Lahir pada 1973, Suyudi menjadi polisi setelah lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI, yang sebelum kini jadi Akpol) tahun 1994.

Selama berdinas sebagai polisi, Suyudi memiliki latar belakang di bidang reserse. Pengalamannya di bidang reserse itu tampak dari rekam jejaknya sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat. Ia juga sempat menjabat Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Dari reserse, Suyudi kemudian mendapat sejumlah posisi kepemimpinan di lembaga kepolisian. Rekam jejak kepemimpinan Suyudi didominasi berada di tingkat daerah, seperti di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Di tingkat kabupaten/kota, Suyudi pernah menjabat sebagai kepala sejumlah Polres di Jabodetabek. Beberapa di antaranya adalah Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Jakarta Pusat. Sementara di tingkat provinsi, Suyudi pernah ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2023 lalu dan Kapolda Banten pada 2024.

Karier kepolisian Suyudi kemudian menanjak lagi pada Agustus 2025. Jelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden, Suyudi ditunjuk sebagai Kepala BNN. Hal itu beriringan dengan pengangkatannya menjadi jenderal polisi bintang tiga.

Setahun setelah menjabat sebagai Kepala BNN, Suyudi kemudian dijadikan calon Kapolri yang baru pada Oktober 2026. Ia menjadi calon tunggal pilihan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

Sebelum resmi diganti, Listyo telah lama menghadapi dorongan publik untuk mengundurkan diri. Tepatnya pada Agustus 2025 lalu, Kapolri sejak era Jokowi itu dituntut publik untuk mengundurkan diri imbas peristiwa tewasnya pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan Brimob.

Kala itu, tuntutan agar Listyo diganti santer dikumandangkan seiring gelombang aksi protes masyarakat sipil yang tengah berlangsung. Selain penggantian Listyo, berbagai koalisi masyarakat sipil juga menuntut perubahan pendekatan polisi pada penanggulangan aksi massa.

Kala itu pihak Istana membantah adanya rencana perubahan pejabat Kapolri. Setahun berselang, Listyo tiba-tiba dicopot dari jabatan sebagai Kapolri dan Presiden Prabowo mengusulkan calon tunggal untuk menggantikannya, yakni Suyudi Ario Seto.

Sementara itu, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK milik Suyudi, Jenderal Polisi bintang tiga itu melaporkan kepemilikan harta senilai Rp5,8 miliar selama periode 2025 lalu.

Total kekayaan itu terdiri dari beberapa kelompok aset. Kelompok aset kekayaan terbesar adalah tanah dan bangunan yang terdiri dari dua aset dengan total nilai mencapai Rp4,6 miliar.

Baca juga artikel terkait KAPOLRI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar