Menuju konten utama

Instagram Blokir Konten Meta Glasses yang Rekam Orang Tanpa Izin

Instagram mulai melarang konten Meta Glasses yang merekam orang tanpa izin. Akun pembuat video prank dan berunsur pelecehan juga diblokir.

Instagram Blokir Konten Meta Glasses yang Rekam Orang Tanpa Izin
Meta Glasses/Foto: Instagram @metaglasses
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Instagram mulai memperketat pengawasan terhadap video yang direkam menggunakan kacamata pintar Meta (Meta Glasses) dan menampilkan pelecehan terhadap orang asing di ruang publik, termasuk video prank (mengerjai orang) yang dinilai mengganggu.

Melalui unggahan di Instagram Stories, Kepala Instagram Adam Mosseri menyatakan bahwa konten semacam itu kini akan dilarang di platform tersebut.

"Jika Anda mengunggah konten yang memanfaatkan orang lain atau melecehkan mereka, seperti banyak video bertema pickup line [rayuan] yang telah kami lihat dan dengar, maka kami akan menghapus konten tersebut," kata Mosseri, diberitakan Business Insider,Kamis (23/7/2026).

"Kami tidak ingin orang diam-diam merekam orang lain, melecehkan mereka, lalu mengunggah videonya ke platform kami. Karena itu, kami akan berupaya menghentikan praktik tersebut dengan segala cara yang kami bisa."

Meta mulai memblokir akun Instagram yang menggunakan kacamata pintar buatannya untuk diam-diam merekam orang lain demi membuat konten.

Karena Meta merupakan induk perusahaan Instagram, langkah ini dianggap sebagai pengakuan atas masalah yang sudah lama disadari banyak orang, yaitu semakin banyak pengguna memanfaatkan Meta Glasses untuk merekam orang lain tanpa persetujuan mereka.

Pengguna Instagram kemungkinan sudah sering menjumpai konten semacam ini. Banyak di antaranya menampilkan kreator konten yang mengerjai pekerja layanan publik sambil diam-diam merekam menggunakan Meta Glasses atau perangkat serupa. Tak sedikit dari aksi tersebut yang dinilai sudah mengarah pada pelecehan.

Ada pula video yang memperlihatkan pria merekam interaksi mereka dengan perempuan di ruang publik. Para perempuan tersebut umumnya tidak menyadari bahwa mereka sedang direkam.

Mengutip laman End Gadget, Kamis (23/7), kondisi ini membuat kacamata pintar Meta mendapat julukan negatif seperti "kacamata mesum" (pervert glasses) dan "kacamata predator" (predator glasses). Julukan tersebut tentu bukan citra yang baik bagi merek maupun keberlanjutan penjualan produk tersebut.

Belum diketahui berapa banyak video yang telah dihapus berdasarkan kebijakan baru ini. Namun, Business Insider melaporkan bahwa sedikitnya dua akun populer yang rutin mengunggah video perempuan di ruang publik tanpa persetujuan telah dinonaktifkan.

Meta juga mengonfirmasi kepada media tersebut bahwa kedua akun tersebut diblokir karena mengunggah konten yang mengandung unsur pelecehan dan direkam menggunakan kacamata pintar Meta.

Modus Perekaman Ilegal: LED Ditutupi

Langkah ini bukan satu-satunya upaya Meta untuk menekan penyalahgunaan kacamata pintar. Perusahaan baru-baru ini merilis pembaruan perangkat lunak yang akan menonaktifkan kamera apabila lampu LED penanda perekaman telah dimanipulasi.

Sebelumnya, sejumlah pengguna menutupi lampu indikator tersebut dengan selotip, lapisan film, bahkan melubangi bagian tertentu agar lampu tidak terlihat saat proses perekaman berlangsung.

Praktik tersebut bahkan memunculkan layanan tidak resmi yang menawarkan modifikasi atau jailbreak pada kacamata pintar agar pengguna bisa merekam tanpa menyalakan lampu indikator.

Meski demikian, pembaruan perangkat lunak terbaru Meta masih tergolong baru sehingga belum diketahui seberapa efektif langkah tersebut dalam mengurangi perilaku penyalahgunaan.

Di sisi lain, lampu LED penanda perekaman memang bukan indikator yang mudah terlihat. Cahaya lampu tersebut cukup kecil sehingga sering luput dari perhatian, terutama ketika digunakan di luar ruangan pada siang hari dengan cahaya alami.

Baca juga artikel terkait META atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Abdul Aziz