tirto.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026) sore. Kegiatan ini juga bersamaan dengan pelantikan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI.
Ada 25 nama yang dilantik sebagai personel Wantimpres. Di antaranya adalah Praktikno, Qodari, Hatta Radjasa, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Rocky Gerung hingga Yusuf Wananda.
Ada pula Jusuf Hamka yang dikenal sebagai pengusaha jalan tol dalam nama Wantimpres tersebut. Sosok yang dikenal dengan sebutan Babah Alun itu mengaku ditelepon Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk mengisi jabatan tersebut.
“Jam 6.35 [pagi], ditelepon Pak Seskab. Saya kaget. Saya cuma bilang alhamdulilah, Pak, negara mempercayai saya,” kata Jusuf Hamka menjawab pertanyaan wartawan saat datang di Istana Negara, Jumat.
“Kalau diminta negara, enggak boleh ditolak. Kita harus berbakti,” tambahnya.
Profil Jusuf Hamka
Jusuf Hamka merupakan nama seorang pengusaha yang cukup sohor di Indonesia. Ia selama ini dikenal sebagai juragan jalan tol karena kepemilikan sejumlah jalan bebas hambatan di beberapa daerah.
Jusuf merupakan pengusaha kelahiran Jakarta pada 1957. Ia semula lahir dengan nama Jauw A Loen atau Alun Joseph. Namun, namanya resmi berubah jadi Mohamad Jusuf Hamka setelah menjadi mualaf pada 1981.
Proses Jusuf menjadi mualaf kini menjadi kisah yang cukup populer di mata publik. Hal ini lantaran hal itu terjadi akibat kedekatannya dengan sosok sastrawan dan ulama di masa lalu, Abdul Malik Karim Amrullah alias Hamka.
Jusuf menyebut bahwa penulis novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1938) tersebut merupakan sosok yang mengenalkannya dengan Islam. Ia juga adalah sosok ulama yang telah membuatnya mantap menganut Islam pada 1981 lalu.
Sementara itu, dalam dunia bisnis, Jusuf merupakan pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) saat ini. Perusahaan ini bergerak di bidang pengelolaan dan pembangunan jalan tol yang sebelumnya didirikan oleh Tutut Soeharto pada 1987.
CMNP dikenal sebagai perusahaan pengelola sejumlah jalan tol. Beberapa di antaranya adalah ruas Cawang-Tanjung Priok, Tanjung Priok-Jembatan Tiga, juga Tol Depok-Antasari, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan hingga Tol Waru-Juanda.
Meskipun pertama-tama tenar sebagai pengusaha, Jusuf juga punya reputasi di dunia politik. Ia merupakan bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf dalam Pemilu 2019.
Selain itu, ia juga pernah mencoba peruntungannya sebagai politisi dengan masuk ke Partai Golkar. Jelang Pemilu 2024, ia bahkan digadang-gadang masuk bursa calon kepala daerah tingkat provinsi.
Akan tetapi, pada Agustus 2024, Jusuf menyatakan mengundurkan diri dari Golkar. Kala itu, ia menyatakan mengundurkan diri setelah melihat persaingan politik di level elite.
Dua tahun berselang, tepatnya pada Oktober 2026, Jusuf kembali merapat ke politik. Hal ini terjadi karena Prabowo Subianto menunjuknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang baru.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































