Menuju konten utama

Kronologi Remaja 14 Tahun Diduga Bakar Mantan Pacar di Nabire

Polres Nabire mengungkap kronologi remaja 14 tahun diduga membakar pacarnya hingga tewas. Simak motif, penyelidikan polisi, dan pasal yang dikenakan.

Kronologi Remaja 14 Tahun Diduga Bakar Mantan Pacar di Nabire
Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek (kedua dari kanan) saat menggelar jumpa pers di Mapolres Nabire, Jumat (31/7/2026) terkait pengungkapan kasus pembunuhan siswi SMP di Nabire. ANTARA/Ali Nur Ichsan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polres Nabire, Papua Tengah, mengungkap kronologi kasus tewasnya seorang siswi SMP berinisial CKC yang diduga dibakar oleh mantan kekasihnya, AWS yang masihberusia 14 tahun. Keduanya sempat menjalin hubungan percintaan sebelum berakhir kandas.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, Polisi menduga pertemuan pelaku dan korban yang awalnya disebut sebagai pertemuan terakhir antara keduanya berubah menjadi peristiwa kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kepolisian kini masih melanjutkan proses hukum dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan fakta hukum dalam perkara tersebut.

Pelaku dijerat Pasal 459 KUHP dugaan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Kronologi Remaja 14 Tahun Bakar Pacarnya di Nabire

Kasus meninggalnya siswi SMP berinisial CKC di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, bermula dari pertemuan antara korban dan seorang remaja laki-laki berinisial AWS pada akhir Juli 2026.

Korban dan AWS sebelumnya diketahui pernah menjalin kedekatan sejak Mei 2026. Hubungan tersebut kemudian berakhir pada Juni 2026 setelah AWS disebut menjalin kedekatan dengan orang lain berinisial E.

Setelah hubungan mereka berakhir, CK dikatakan tidak terima dengan keputusan AWS tersebut dan mengancam akan menceritakan pada orang tua AWS jika selama berpacaran, AWS dan CK pernah berhubungan badan.

AWS merasa takut dan dipenuhi kekhawatiran atas ancaman CK tersebut. Sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri, namun hal itu diurungkan dan memilih untuk memblokir nomor WhatsApp CK.

Menurut keterangan kepolisian, CK diduga meminta AWS bertemu setelah sebelumnya meyakinkan AWS untuk membuka blokiran WA nya dan terjadi komunikasi lagi.

CK mengatakan jika pertemuan itu adalah pertemuan terakhir antara keduanya. Dalam proses penyidikan, polisi menduga AWS datang menemui CK dengan membawa sejumlah barang, yakni pisau dapur dan botol berisi minyak tanah yang disimpan di sepeda motor.

Saat bertemu, terjadi situasi yang membuat korban merasa terancam yakni AWS berniat menikam CK dengan pisau dapur tersebut. Tak berhasil melakukan aksinya karena CK keburu kabur, AWS kemudian meminta CK untuk naik ke motor

Korban bersedia asalkan pisau dapur tersebut dibuang. Setelah pisau dibuang, korban kemudian mendekati AWS karena menganggap situasi sudah lebih aman. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban kemudian dibawa ke area semak-semak di sekitar lokasi dan dicekik hingga membuat korban tidak berdaya.

Penyidik menduga setelah korban tidak berdaya, AWS mengambil minyak tanah yang dibawanya dan menggunakannya untuk membakar korban.

Setelah kejadian itu, korban ditemukan di kawasan Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere, Kabupaten Nabire, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIT. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Menerima laporan tersebut, jajaran Polres Nabire langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 20.15 WIT untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan korban dalam kondisi tertelungkup dan mengalami luka bakar. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk proses pemeriksaan dan identifikasi.

Proses identifikasi korban sempat mengalami kendala karena kondisi fisik korban, terutama bagian wajah, mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Tim identifikasi Polres Nabire kemudian menggunakan pemeriksaan sidik jari serta berkoordinasi dengan instansi terkait hingga identitas korban diketahui sebagai CKC. Setelah keluarga korban berhasil dihubungi dan identitas korban dipastikan, polisi melanjutkan penyelidikan untuk mencari pelaku.

Dalam penyelidikan, polisi mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan korban bersama seorang pria sebelum kejadian. Dari hasil analisis rekaman dan bukti pendukung lainnya, penyidik memperoleh petunjuk yang mengarah kepada AWS.

"Dari hasil rekaman CCTV terdapat petunjuk yang mengarah kepada pacar korban. Dari situ anggota bergerak dan berhasil mengamankan yang bersangkutan," ujar Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek dikutip Antara News, Jumat (31/7/2026).

Tim Polres Nabire kemudian melakukan pencarian dan berhasil mengamankan AWS sekitar pukul 03.00 WIT, hanya beberapa jam setelah laporan awal diterima. Setelah diamankan, AWS menjalani pemeriksaan untuk mengungkap rangkaian kejadian serta motif di balik peristiwa tersebut.

Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra