tirto.id - Seorang ayah dan anaknya yang masih berusia 2 tahun tewas dibunuh di Palu. Pelaku pembunuhan sadis ini kini tengah diburu polisi. Berikut kronologi pembunuhan dan identitas pelaku yang telah terungkap sejauh ini.
Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu (26/7/2026). Ayah dan anak balita yang jadi korban merupakan warga Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Dalam perkara tersebut, dilaporkan bahwa satu keluarga telah menjadi korban serangan. Sang ayah bernama Jamil (32) tewas bersama anaknya, R (2). Sementara itu, ibu dari R, Nurhanisa (23), dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
Akan tetapi, Nurhanisa kini berada dalam kondisi yang mengenaskan. Ia menderita luka yang parah hingga kritis. Seturut Antara, Nurhanisa kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.
“Saat ini pasien dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU,” tutur Kepala RS Bhayangkara Palu AKBP dr Judy Dermawan pada Kamis (30/7).
Menurut Judy, Nurhanisa mengalami sejumlah luka serius dalam aksi penyerangan pada Minggu. Luka tersebut berkisar dari luka tusuk hingga sabetan benda tajam.
“Nyaris terkena organ vital korban,” tutur Judy.
Meski kondisi fisik Nurhanisa mulai membaik, Judy menyebut bahwa pihaknya mengkhawatirkan kondisi psikologis korban setelah ini. Menurutnya, korban kini berpotensi mengalami trauma berat akibat pembunuhan yang terjadi pada keluarganya.
“Karena yang paling berat setelah kejadian ini adalah trauma,” katanya.
Pihak Polresta Palu menyatakan bahwa kepolisian kini tengah memburu pelaku pembunuhan ini. Hasil penyelidikan polisi kini mengarah ke seseorang berinisial AK. Ia diidentifikasi sebagai rekan kerja korban.
AK diduga merupakan pelaku pembunuhan karena polisi menemukan informasi bahwa ia adalah orang terakhir yang bertemu Jamil. AK diketahui polisi sempat bersama Jamil untuk mengambil motor sesaat sebelum pembunuhan terjadi.
Namun, motif di balik pembunuhan ini belum terungkap seiring proses pengejaran pelaku masih dilakukan. Polisi hanya menyebut bahwa AK dan Jamil tidak memiliki hubungan keluarga.
Kronologi Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu
Seiring kondisi fisik yang membaik, Nurhanisa muncul dalam sebuah video yang beredar di internet. Video itu menampilkan kesaksian korban selamat itu atas peristiwa pembunuhan anggota keluarganya.
Sebelumnya, kasus pembunuhan ini terjadi pada Minggu malam. Pembunuhan Jamil dan R dilaporkan dilakukan pelaku pada sekitar pukul 22.00 WITA.
Dalam pengakuan Nurhanisa, ia tak tahu menahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Pada detik-detik pembunuhan terjadi, ia semula sedang tertidur.
Ia lalu terbangun dari tidurnya dan berniat untuk pergi buang air kecill ke toilet rumahnya. Ia kemudian melewati area rumah yang biasanya digunakan untuk menggiling daging ayam.
“Pas saya keluar pintu, kayak ada orang di tempat gilingan ayam,” tutur Nurhanisa dalam kesaksiannya.
Saat mendekat untuk memeriksa area penggilingan daging ayam, Nurhanisa melihat seorang pria yang ia kenali sebagai Aan. Nurhanisa kenal dengan Aan dan langsung bertanya mengapa ia berada di rumahnya malam-malam.
“Saya sempat berteriak, “Kamu ngapain?”, terus dia jawab, “Diam, diam saja,”.”
Gerak gerik mencurigakan itu membuat Nurhanisa takut dan langsung pergi kembali ke kamar. Ia menangis dan takut keluar kamar.
Setelahnya, baru Nurhanisa sadar bahwa Aan membawa dua bilah pisau. Nurhanisa mengenali bentuknya sebagai pisau yang biasa digunakan untuk memotong daging ayam.
Sesaat setelahnya, horor terjadi. Nurhanisa diserang oleh Aan secara tiba-tiba. Nurhanisa menyebut Aan tiba-tiba menyergapnya dan kemudian menusuknya dengan pisau.
Sebagaimana dijelaskan Kepala RS Bhayangkara Palu AKBP dr Judy Dermawan, luka tusuk pada Nurhanisa tak mengenai organ vital. Karenanya, Nurhanisa berhasil selamat dari serangan itu.
Ia menyebut bahwa Aan kemudian pergi setelah melakukan penusukan. Nurhanisa yang terluka lalu berusaha mencari ponsel untuk mencari bantuan, namun ia tak bisa menemukan dua ponsel miliknya.
Nurhanisa berhasil selamat setelah seorang tetangga datang dan menanyakan kabar. Dari dalam lokasi kejadian, Nurhanisa meminta bantuan tetangga tersebut. Mengetahui ada yang tidak beres, sang tetangga lalu segera merusak gembok rumah Nurhanisa dan masuk.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































