tirto.id - Kasus penemuan mayat dokter residen di semak belukar di Siak telah menyita perhatian publik. Korban tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ketika ditemukan tak bernyawa. Berikut update dan fakta-fakta terkait kasus ini.
Kasus ini semula menggemparkan publik Kabupaten Siak, Provinsi Riau pada 14 Juli 2026 lalu. Saat itu, mayat seorang dokter PPDS yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan tergeletak tak bernyawa di sebuah semak belukar.
Dokter tersebut ditemukan tak jauh dari rumah sakit tempat ia kini bertugas. Para saksi menemukan jenazah korban tergeletak di semak yang berada hanya 5 meter dari pagar pembatas RS.
Melansir Antara, Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos menyatakan bahwa jenazah korban kini tengah dalam proses autopsi. Raja menyebut pihak kepolisian telah mengirimkan jasad sang dokter ke laboratorium forensik untuk diperiksa apakah ada jejak kekerasan atau racun dalam tubuh jenazah.
“Untuk hasil autopsi masih membutuhkan pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik,” tutur Raja pada Jumat (24/7).
Kasus ini menambah daftar kematian pada dokter peserta PPDS di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, seorang dokter PPDS atas nama dr. Aulia Risma Lestari meninggal dunia pada Agustus 2024, kemudian pada Juli 2026 dr. Adrian Rantung ditemukan meninggal dunia di indekosnya di Manado.
Fakta-fakta Dokter PPDS Siak Ditemukan Tewas di Semak Belukar
Seiring penemuan jenazah dokter PPDS di Kabupaten Siak pada pertengahan Juli lalu, terdapat sejumlah fakta yang terungkap. Berikut beberapa di antaranya.
Proses penyelidikan kasus ini masih dilakukan oleh pihak kepolisian. Oleh karenanya, fakta-fakta terkait kasus kematian dokter PPDS di Siak masih terus berkembang.
1. Korban adalah Residen PPDS Universitas Riau
Dalam kasus penemuan jenazah dokter PPDS di Siak pada Juli ini, korban diidentifikasi sebagai dr. Alex Cristo Loris (30). Ia merupakan peserta PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Riau.Ketika ditemukan tak bernyawa, dr. Alex tengah menjadi dokter residen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian di Kabupaten Siak. Penugasan ini merupakan bagian dari program pendidikan yang tengah ia lakukan.
2. Korban Terlihat Berjalan Sendirian dari RS Sebelum Ditemukan Tewas
Sebelum ditemukan tewas, dr. Alex sempat dinyatakan hilang sejak Senin, 13 Juli. Semula, ia dilaporkan tak bisa dihubungi oleh istrinya, dr. YM (31), yang juga seorang dokter di RSUD Tengku Rafian.Istri korban kemudian merasa khawatir karena korban tak kunjung bisa dihubungi hingga malam hari. Keesokan harinya, Selasa, 13 Juli, korban pun masih tak bisa dihubungi. Kemudian, sang istri memeriksa CCTV RSUD Tengku Rafian untuk melacak keberadaan korban.
CCTV rupanya sempat merekam korban pada Senin, sesaat sebelum hilang kontak. Dalam rekaman itu, dr. Alex tampak sedang berjalan sendirian ke luar RSUD melalui pintu depan rumah sakit. Ia tampak membawa tas selempang berwarna hitam.
Temuan itu kemudian membuat istri korban dan pihak rumah sakit menyisir area sekitar RSUD guna mencari korban. Pada Selasa siang sekitar pukul 11.30 WIB, korban ditemukan tak bernyawa di semak belukar dekat rumah sakit.
3. Polisi Amankan CCTV Jam-jam Terakhir Korban
AKP Raja Kosmos menyebut bahwa pihak kepolisian kini telah mengamankan rekaman CCTV yang menunjukkan jam-jam terakhir korban. Menurutnya, ada dua video yang merekam saat-saat terakhir dr. Alex.Raja menyebut bahwa dua video itu merekam perjalanan dr. Alex dari rumah sakit menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Kini, video itu dijadikan polisi sebagai barang bukti. Selain video CCTV, polisi juga telah menyita satu unit telepon selular milik korban dan tas selempang yang ia kenakan pada hari terakhir dr. Alex dapat dikonfirmasi masih hidup.
4. Sejawat Korban di FK UNRI Turut Diperiksa
Selain mengamankan sejumlah barang bukti, Raja Kosmos juga menyebut bahwa pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi kunci. Menurutnya, ada sejumlah saksi kunci yang telah diperiksa, yakni pegawai RSUD, dua dokter pembimbing residen anestesi, satu dokter residen anestesi, dan istri korban.Selain meminta keterangan para saksi kunci, polisi juga kini memperluas lingkup pemeriksaan ke Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Raja tak merinci apa yang dicari polisi dari pemeriksaan FK UNRI tersebut, namun ia menjelaskan bahwa polisi telah memeriksa staf akademik dan bagian keuangan FK UNRI.
Tak hanya itu, polisi juga telah memeriksa dua teman korban yang kini berada di Maluku. Dura rekan korban itu disebut Raja Kosmos terdiri dari satu bidan dan satu dokter yang dihubungi secara langsung untuk dimintai keterangan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































