Menuju konten utama

BCA Bantah Rumor akan Diakuisisi Haji Isam

BCA membantah rumor akan diakuisisi Haji Isam usai penandatanganan CPSA Jhonlin Baratama dengan BYAN.

BCA Bantah Rumor akan Diakuisisi Haji Isam
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 akan berada di kisaran 5-5,4 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membantah rumor yang beredar di media sosial terkait rencana aksi korporasi terhadap perseroan yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan informasi tersebut tidak benar.

"Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Hera dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Jumat (25/9/2026).

Hera mengimbau nasabah dan masyarakat mengakses informasi mengenai BCA melalui sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel. Dia mengatakan perseroan menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian, integritas, dan regulasi yang berlaku.

"Apabila nasabah memiliki pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi contact center Halo BCA melalui 1500888 atau aplikasi haloBCA, WA Bank BCA 08111500998, X (Twitter) @HaloBCA, webchat www.bca.co.id, atau e-mail melalui halobca@bca.co.id," ujar Hera.

Rumor tersebut muncul setelah kelompok usaha Haji Isam, melalui PT Jhonlin Baratama, meneken perjanjian jual beli saham bersyarat (CPSA) untuk membeli 10.000.000.500 saham—sekitar 30 persen saham—PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari pemegang saham utama Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Perjanjian CSPA ditandatangani pada 16 September 2026 dan diumumkan kepada publik sehari setelahnya.

Sebelum proses akuisisi yang akhirnya diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi itu sebelumnya juga diawali dengan rumor yang beredar pada Agustus 2026. Saat itu, Haji Isam disebut-sebut akan mengambil alih sekitar 62,2% saham BYAN—meski manajemen kemudian menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham tersebut.

Di luar rumor tersebut, isu lama mengenai kepemilikan BCA oleh keluarga Hartono juga kembali mengemuka, yakni transaksi penjualan 51 persen saham BCA oleh pemerintah pada 2002—yang pada 2025 sempat jadi sorotan sejumlah pihak dan legislator. Saat itu, sorotan tersebut berkaitan dengan proses pengambilalihan BCA oleh pemerintah setelah krisis ekonomi 1997-1998 dan penyaluran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Namun demikian, BCA telah membantah dugaan rekayasa dalam transaksi tersebut dan menyatakan penjualan dilakukan pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) melalui proses tender.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana