Menuju konten utama

Klarifikasi Kepala BNPB Klaim Warga Hidup Normal Saat Karhutla

Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan meralat ucapannya yang menyatakan kehidupan warga terdampak karhutla normal. Diksinya tidak tepat.

Klarifikasi Kepala BNPB Klaim Warga Hidup Normal Saat Karhutla
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat diskusi dengan Forum Pemimpin Redaksi Media melalui sambungan virtual di Nusa Dua, Bali, Rabu (20/4/2022). ANTARA/HO-BNPB/
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto tengah disorot publik imbas ucapannya tentang dampak karhutla. Dalam laporannya kepada Presiden RI Prabowo Subianto, ia menyebut warga hidup normal di tengah asap karhutla. Sorotan publik itu lalu membuat Suharyanto merilis klarifikasi khusus.

Sebelumnya, ucapan Suharyanto yang direspons keras oleh publik itu terjadi pada Rabu (23/9/2026). Kala itu, Kepala BNPB itu tengah mengikuti rapat terbatas bersama Prabowo Subianto tentang penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra.

Dokumentasi jalannya rapat tersebut kemudian diunggah oleh akun YouTube Sekretariat Presiden. Dalam unggahan itu, terekam ucapan Suharyanto yang kontroversial.

Suharyanto memberikan laporan tentang perkembangan situasi penanganan karhutla. Namun, di sela-sela data yang ia laporkan, Suharyanto membuat pernyataan kontroversial, menyebut asap karhutla tak berdampak pada kehidupan warga di Kalimantan.

“Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu,” kata Suharyanto dalam laporannya.

Ucapan Suharyanto itu kemudian mendapat reaksi keras dari warganet. Dalam unggahan YouTube Sekretariat Presiden, tak sedikit warganet yang menyatakan kritiknya atas laporan Suharyanto.

“Normal yang bapak anggap itu adalah neraka bagi saya/kami,” kata seorang warganet yang mengaku tinggal di Kalimantan Tengah.

“Kalbar tidak sesuai yang disampaikan kepala BNPB,” tulis komentar warganet yang lain.

Klarifikasi Kepala BNPB Suharyanto atas Klaim Warga Terdampak Karhutla Hidup Normal

Imbas respons keras publik atas ucapannya dalam rapat bersama Prabowo, Suharyanto membuat klarifikasi khusus pada Jumat (25/9). Klarifikasi itu disampaikan Suharyanto melalui unggahan Instagram.

Dalam keterangannya, Suharyanto mengakui bahwa pemilihan kata dalam laporannya tak sensitif terhadap para korban terdampak karhutla. Ia kemudian meminta maaf secara publik karena hal tersebut.

“Saya menyadari bahwa pilihan kata yang saya gunakan dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap masyarakat yang sedang terdampak. Untuk itu, saya memohon maaf,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia juga mengakui bahwa penggunaan kata “normal” dalam laporannya kepada Prabowo tidak tepat. Menurutnya, itu akan menimbulkan persepsi bahwa kondisi masyarakat terdampak karhutla baik-baik saja.

Jenderal TNI itu kemudian meralat perkataannya itu melalui klarifikasi ini. Namun, ia tak merinci apakah perubahan itu turut ia lakukan dalam laporannya untuk Prabowo.

“Untuk itu, saya perlu meluruskan bahwa kondisi karhutla masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah tidak menganggap persoalan ini telah selesai,” katanya kepada publik.

Sementara itu, terkait penggunaan kata “normal”, Suharyanto berdalih bahwa kata tersebut merupakan kata teknis untuk merujuk pada berjalannya layanan dasar dan aktivitas masyarakat pada wilayah terdampak bencana. Menurutnya, kata “normal” merujuk pada aktivitas harian masyarakat yang “masih berjalan”.

Selain itu, Suharyanto juga mengeklaim bahwa laporannya kepada Prabowo turut memberikan gambaran situasi terkait dampak serius kabut asap di Kalimantan. Menurutnya hal itu telah ia sampaikan ke Prabowo ketika menyebut kabut asap telah mengganggu sektor aviasi di sana.

“Saya berharap klarifikasi ini dapat meluruskan konteks yang sebenarnya, meredakan kegaduhan, dan menghentikan spekulasi yang tidak proporsional,” katanya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar